Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Ekstra 03


__ADS_3

"kalau kamu nggak percaya coba aja pasang wajah kusutmu itu"


"Iya-iya sayang, terima kasih yah sudah jadi suami terbaik buat Aku dan anak-anak Aku cinta banget sama kamu"


"Love you to my wife sudah yah jangn di pikirkan soal tadi mungkin saat ini ibu Rima masih terpukul dan belum mau terima kenyataan, kita berdoa saja buat Dia" Yuni pun mengangguk.


Saat mereka tiba di sekolahan anak-anak sudah menunggu mereka.


"kesayangan mama sudah pulang yah"


"mama sama papa dari mana kenapa ninggalin kita?"


"maaf sayang tadi mama sama papa lagi ada urusan, ya sudah sekarang kita pulang yah"


"Ade mau jalan-jalan dulu"


"Baiklah memangnya Ade mau kemana?"


"Ade mau ke taman"


"Ya sudah kita ketaman yah" mereka pun lalu naik kedalam mobil dan menuju ke taman terdekat.


saat ditaman tisak sengaja ada seorang anak kecil yang berlarian dan menabrak Kristian.


"Aduuh" anak kecil itu terjatuh.


"kamu tidak apa-apa nak?" tanya Kris.


"sayang anak siapa ini berlarian sendiri" kata kris sambil menggendong Ferdi


"Aahhh Ferdi jangan lari nanti kami jatuh" terdengar suara wanita yang sedang mengikutinya.


"Ibu"


"Yuni "


"anak jagoan lain kali jangan lari-larian nanti kamu tersandung dan jatuh lagi"


"Bu ini anaknya siapa?"


"Ini anaknya alm Nadia"


"Ferdi salam sama om dan tante dulu"


"oo jadi nama kamu Ferdi yah" kata Yuni


"Yuni kedua anak itu anakmu?"


"Iya bu"


"Wajah mereka hampir mirip dengan kakak-kakak mereka seperti wajahmu Yuni"


"Iya bu, Abang, Ade salam dulu sama nenek"


"Nenek ? kitakan sudah punya oma,opa" jawab Aureli. berberda dengan Aureli Aditia tidak banyak bertanya Ia pun langsung menyalam dan mengajak Ferdi berkenalan.


"kamu anak pintar sayang" ucap Ibu Maria kepada Adit.


"Ibu usianya susah berapa tahun bu?"

__ADS_1


"Dia sudah 4 tahun"


"mama Ferdi boleh main dirumah kita tidak?"


"Tentu saja boleh sayang"


"Sayang, Aku jawab telpon sebentar yah kamu ngobrol dulu sama ibu Maria"


"Ia sayang" Kristian pun meninggalkan mereka dan segera meenjawab ponselnya.


"Halo Aku mau kamu pergi kerumah sakit tempat tuan Jeremi dirawat caritahu penyebab dan penyakit yang diderita tuan Jeremi dan segera laporkan kepadaku" Kata Kristian kepada seseorang diseberang.


"Baik tuan" merekapun mengakhiri percakapan itu.


setelah itu Kristian kembali ke tempat Yuni dan yang lainnya.


"Ibu bagaimana keadaan ayah ?" tanya Yuni.


"Ayah baik-baik saja Yuni, masa tua kami hanya merawat dan mendidik Ferdi kami harap Ferdi tidak seperti kedua orangtuanya dan pamannya Ferdy adalah harapan kami untuk menjadi orang yang berguna di masa depan"


"ohh iya bu, Aku dengar ibu punya restoran yah"


"iya Yun itu semua berkat bantuan kamu juga"


"Sayang bagaimana kalau kita ke restoran ibu Maria" sambung Kristian.


"Iya boleh sayang"


"Ahh baiklah kalau begitu ayo, pasti ayah senang melihat kamu lagi Yuni" mereka akhirnya menaiki mobil Kriststian dan kerestoran Tuan Tora.


Diperjalanan Ferdi dan Aditia semakin akran sementara Aureli masih dingin dengan kehadiran Ibu Maria dan Ferdi.


"Ade hati-hati jatuh" kata Kris yang langsung berbalik menangkap putrinya.


"Ade kenapa ?"


"Ade ngantuk pa Ade mau bobo di papa"


"Ya sudah, ayo bobo papa pangku"


"Yuni anak kamu yang cewek namanya siapa?"


"Aurelia bu"


"Nama yang cantik"


"Ohh iya kemarin waktu Aku ke market Aku nggak sengaja bertemu dengan mas Randi dan Istrinya anaknya juga lucu namanya Fitri yah bu"


"Iya Yun, mereka sudah tinggal lagi bersama ibu dan ayah katanya mereka ingin mandiri tidak mau merepotkan ayah dan ibu lagi"


"Sekarang Randi kerja dimana bu?" tanya Kristian.


"Ibu juga tidak tahu kerjanya apa sekarang tapi katanya sih Atika terima jahitan dirumah"


"Bagus kalau begitu" Tak lama mereka di di restotan tuan Tora.


Ibu Maria mempersilahkan mereka masuk kedalam.


"Pak, bapak ini ada tamu yang datang" panggil ibu Maria ke suaminya.

__ADS_1


"Siapa yang datang Bu?"


"Ayo bapak lihat sendiri" Pak Tora pun mengikuti istrinya.


setiaba di depan pak Tora matanya berkaca melihat Yuni.


"Ayah kenapa menangis?" tanya Yuni.


"Yuni ayah kira kamu tidak mau bertemu kita lagi"


"Ayah itu semua masalalu, Aku sudah memilih berdamai dengan masalaluku Aku dan suamiku Kristian tidak ingin membahas masalalu kami ingin anak kami hidup berdamai dengan semua orang kami tidak ingin menaruh benih kebencian di hidup mereka berdua"


"Ayah bangga sama kamu Yuni"


"Terima kasih Ayah"


"sudah-sudah sekarang kalian mau makan apa?"


"Apa saja bu, yang di sediakan kami pasti menyantapnya"


"Ya sudah kalian tunggu yah"


"Sayang, kamu mau tidak kalau Ferdi kita yang biaya Dia sekolah sampai Dia serjana?"


"Boleh sayang, itu lebih baik kamukan tahu kita cuma punya dua anak jadi kalau tambah sepuluh juga tidak masalah"


"Terima kasih sayang"


"sama-sama"


Yuni pun menatap Ferdi.


"Nadia semasa hidup kamu dan Aku memang selalu tidak Akur tapi kamu rela membalas kematian Roni dan Rani Aku janji akan memperhatikan Ferdy dengan baik" Batin Yuni.


Tak lama pak Tora dan istrinya datang membawa makanan di bantu para pelayan.


"Ayo Yuni Nak Kris makan"


"Ibu Aku sama Kak Kris ingin bicara sama ibu dan Ayah ayo duduk dulu" kedua orang itu pun duduk.


"Ada apa Yun?"


"Begini melihat kedekatan Ferdy sama Aditia Aku ingin mengangkat Ferdy jadi anak angkatku bu, Kami yang akan biaya semua keperluannya aampai ia Serjana nanti apa Ibu dan Ayah tidak keberatan kan?"


"Yun, apa tidak merepotkan kamu?" tanya Pak Tora.


"Tidak Bu, Aku tidak keberatan dan sangat senang karena Aditia ada temannya"


"Terima kasih Yuni ibu sangat senang sekarang ibu tidak kuatir lagi dengan masa depan Ferdy kalau kamu yang urus ibu yakin Dia akan jadi orang berguna"


"Ahh jangan begitu bu kami hanya senang melihat kedekatan keduanya apa lagi kita masih saling kenal ibu dan Ayah juga sudah waktunya untuk beristirahat jadi jangan terlalu capek"


"Yuni Andi beruntung memiliki anak sepertimu"


"sudah lebih baik kita menyantap makanannya nanti dingin nggak enak" kata ibu Maria.


"Iya, Sayanh perutku ini sudah keroncongan tahu"


Hahaha hahahaha mereka pun tertawa dan makan bersama

__ADS_1


__ADS_2