Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Reinhard Datang


__ADS_3

"Yun kamu sudah datang ?"


"Iya bu"


"Kris ayo duduk"


"Iya bu, terima kasih, Ibu Ayah dimana?" tanya Kristian


"Ayah sesang di taman belakang"


"kalau begitu biar Aku ke Ayah"


"iya sayang"


"Yuni kamu dan suamimu sudah makan siang belum?"


"belum bu, tadi Aku sama K Kris dari pemakan anak-anak. Oh iya bu Fani dimana?"


"Fani dikamarnya lebih baik kamu temui Dia sepertinya Dia sedang gugup"


"ya sudah bu Aku kemarnya Fani" Ibu pun mengangguk setuju lalu Yuni pun pergi menemui Fani.


tok


tok


tok


"Masuk pintunyanya nggak dikunci" terdengar suara dari balik pintu.


"Fani sedang apa kamu?"


"Kakak Aku harua bagaimana sebantar?"


"Bagaimana apanya?"


"itu keluarganya Ando sebentarkan akan tiba Aku gugup kak"


"Kamu nih ada-ada aja ya sambut mereka lah terima mereka seperti kamu menerima Ando, hargai mereka seperti kamu menghargai orang tua kita"


"iya kak"


"sudah sekarang lebih baik turun dan kita makan siang bersama ada kak Kris di bawah"


"Iya kak" lalu kakak beradik itu segera turun ke ruang makan.


Yjni yang belum melihat Kris di ruang makan Ia pun segera melihat ke taman belakang.


setibanya disana Ia melihat Kris yang sudah seperti kelelahan Ia pun menghampiri.


"Kamu darimana sayang?"


"Dari kamarnya Fani, Ada apa sayang?"


"Aku rasa badanku tidak enak"


"Makan dulu habis itu barus istirahat, Terus Ayah dimana?"


"Ayah sedang baru saja pergi ke ruang kerjanya"


"Terus kamu kenapa tidak ikut Ayah kenapa malah tiduran disini"


"tadi aku sudah bilang badanku tidak enak sayang" mendengar perkataan suaminya Yuni pun meraba-raba badannya Kris tapi tidak ada tanda-tanda sakit.


"Iya, ya sudah kita kekamar" Kristian pun mengangguk dan menggandeng tangan Yuni menuju ruang makan.


setelah di kamar Kristianpun langsung berbaring, Yuni yang melihat suaminya sudah tertidur Ia pun menuju ke ruang makan.


"Yuni dimana suamimu kenapa tidak ikut makan bersama?" tanya Ibu Mira.

__ADS_1


"Entalah Bu hari ini Kak Kris sepertinya sedang tidak enak badan"


"jangan efek dari pengobatan yang dilakukan lebih baik kamu bawa suamimu periksa ke Dokter"


Yuni pun berpikir sejenak dengan apa yang dibicarakan ibunya ada benarnya juga.


"Iya bu"


"Ya sudah ayo kita makan bersama" setelah makan Yuni kembali kekamar untuk melihat kondisi suaminya.


"Mas kamu kenapa sih hari ini" ucap Yuni sambil melihat suaninya yang masih tertidur pulas.


Ia akhirnya naik ketempat tidur dan ikut tidur bersama dengan suaminya sambil memeluk hal itu membuat Kristian terbangun.


"sayang maaf membuat kamu terbangun, bagaimana apa sudah baikan?"


"Iya"


"malam ini kita ke Dokter, Aku takut kamu seperti ini karena efek dari pengobatan kamu sayang"


"besok saja, hari inikan acaranya Fani sama Ando"


"Ya sudah kalau begitu kamu tunggu sebentar disini Aku ambilkan makan siangmu dulu"


"Tidak usah sayang, Aku belum lapar sini temani Aku tidur"


"dasar kamu tuh"


tak lama terdengar pintu kamar mereka di ketuk, Yuni segera membuka pintu kamar.


"Yuni bagaimana Kristian?" tanya Ibu Mira yang kuatir keadaan Kriatian.


"Kak Kris baik-baik saja bu, Dia hanya butuh istirahat"


"Ya sudah kalau begitu kamu temani suamimu saja"


"Iya bu terima kasih" setelah Ibu Mira pergi dari kamar Yuni.


"Bu bagimana keadaan menantu kita?" tanya tuan Andi.


"Dia sedang beristirahat"


"Ayah apa nanti Ricard dan keluarganya juga datang? ibu rindu sekali dengan Rein"


"yah bu mereka sedang di perjalanan menuju kerumah kita"


"Benarkah ibu sudah rindu sekali dengan anak itu"


"iya bu, sama ayah juga sudah rindu anak itu, Andai saja cucu kita masih hidup pasti rumah ini akan ramai sekali dengan kehadiran mereka"


"Iya, sayangnya mereka pergi terlalu cepat"


"Iya bu, kita doakan saja semoga anak-anak kita segera memberika cucu untuk kita"


"Iya, amin"


tak lama terdengar suara teriakan dari arah pintu depan.


"oma, kakek" suara anak kecil yang memanggil-manggil.


"ibu sepertinya Ricard dan keluarganya sudah tiba ayao kita sambut mereka" kata tuan Andi dan pasangan paru banya itu pun sekera menuju ke arah sumber suara.


mereka pun saling berpelukan melepaskan rindu mereka.


"Dion kamu juga datang ternyata" kata tuan Andi yang melihat tuan Dion.


"apa-apaan Kau bicara seperti itu Aku juga ingin mengikuti acara anak perempuanku yang akan di lamar orang lain"


"hahahahha sudah , sudah kalian berdua ini Ayo masuk"

__ADS_1


"Pelayan tolong bawa koper-koper itu ke kamar" titah ibu Mira.


"Baik nyonya"


"oy iya Aku sampai lupa tolong sampaikan ke bibi Dian untuk membawakan makan siang ke kamar Yuni, dan katakan kepada Yuni kalau Rein ada disini"


"Baik Nyonya"


"Terima kasih"


"Ibu Mira mbak Yuni disini?" tanya Ricard.


"Iya Dia sedang di kamar suaminya kurang enak badan jadi sedang beristirahat"


"Oh begitu yah"


mereka pun melepaskan rindu sambil bercerita.


*****


sementara pelayan Dian yang sedang membawakan makan siang untuk Kris sedang mengetuk pintu.


"Bibi, terima kasih" kata Yuni saat menerima nampan yang berisi makanan.


"Sama-sama Nyonya saya juga ingin menyampaikan kalau Tuan kecil sedang ada di sini"


"Siapa bi?"


"Tuan Rein"


"Benarkah ? aah anak itu baiklah nanti Aku akan turun kebawah"


"Baik Nyonya kalau begitu saya permisi dulu" Yuni pun mengangguk.


"sayang ayo makan dulu"


Kris lalu melihat ke makan itu dan melihat ada sup.


" Aku mau makan supnya saja sayang"


"sayang kamu tidak boleh makan sup kosong ayo aku suapi, dan kita harus segera turun kebawa karena anak kita sudah dibawah"


"Rein disini ?"


"Iya, ayo habiskan makananmu lalu kita segera menemui Dia"


"Baiklah sayang" Christian pun segera menghabiskan makanan yang diberikan kepadanya setelah ia habiskan Ia pun mengajak Juni untuk segera turun ke bawah menemui Reinhard karena sudah sangat merindukan anak itu.


"Rein" panggil Yuni.


"Mama dan papa" Krispun menggendong Rein.


"Anak tampan sudah sebesar ini kamu rupanya" kata Yuni sambil mencium pipinya.


"Yuni, Kris kemari kenalkan ini keluarga Ricard" lata Tuan Andi.


Yuni dan Christian pun berjalan mendekati mereka yang sedang duduk di kursi sofa.


" Dion Kenalkan ini menentukan namanya Christian dan yang itu Putriku yang sulung namanya Yuni"


" Halo Paman salam kenal" kata Yuni dan Christian secara bersamaan.


"wah ternyata Aku mempunyai ponakan yang cantik-cantik rupanya, Kalian berdua sangat cocok"


"Terima kasih paman atas pujiannya"


"Yuni, ini istri Ricard dan yang itu ibunya Ricard" kata Tuan Andi memperkenalkan keluarga Ricard.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2