Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
TAMAT


__ADS_3

"kita ke bagian Administrasi yah urus administrasinya dulu Setelah itu kita kebagian Apotek baru pulang ya sayang"


" iya, tadi Kamu kenapa menolak bantuan dari Fani tadi sayang?"


"Aku mau anak kita ini Aku yang mengurus sendiri segala sesuatu yang berkaitan dengan Dia"


Yuni yang mendenga Kris berbicara seperti itu merasa sangat bahagia.


Setelah selesai menyelesaikan admistrasi dan mengambil vitamin Yuni dan Kris bergegas pulang kerumah.


"pak tolong jangan ngebut-ngebut pak istriku sedang hamil muda" kata Kristian ke sopir pribadi mereka.


"Baik tuan"


"Sayang Aku nggak apa-apa "


"Jangan membantah sayang, Aku tidak mau sesuatu terjadi pada Janin kita"


"Baiklah tersera kamu saja" kata Yuni yang mulai kesal dengan suaminya.


Kris yang melihat Yuni yang memasang wajah kesal pun Ia meraih tangan Yuni.


"sayang, kamu tahu Aku sulit mendapatkan keturunan jadi Aku mohon sama kamu bantu Aku untuk menjaga janin kita ini baik-baik, Aku sangat mencintai kamu dan janin kita Aku harap kalian berdua selalu sehat"


"iya papa, mama pasti bantu papa jaga Aku dengan baik" ucao Yuni menirikan suara anak kecil.


Kris yang mendengar Yuni berbicara seperti itupun terkekeh.


"Anak papa ternyata sudah bisa jawabyah" balas Kris sambil mencium perut Yuni yang masih rata itu.


"sudah sayang kita sudah mau sampai rumah" kata Yuni. Kris pun menghentikan dan membetulkan duduknya sambil memeluk Yuni.


Tak lamapun mereka tiba dirumah Kris menggendong Yuni untuk masuk kedalam rumah.


"Pak tolong bawa Tas kami kedalam"


"Baik tuan"


Kristian pun membawa Yuni kedalam kamar mereka.


"Sayang kamu tunggu sebentar yah Aku buatkan susu"


"Terima kasih sayang" begitu Kristian keluar kamar Yuni pun segera masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya.


setelah selesai Yuni pun segera berbaring di tempat tidur.


"sayang ini minum susunya dulu setelah itu Vitaminnya"


"Terima kasih Hubby, sana kamu bersihkan dirimu dan cepat kesini"


"Iya" Jawab Kris yang mencium kening istrinya.


"Terima kasih sayang Aku juga sangat mencintaimu, Terima kasih karena kamu selalu membuat Aku di hargai dan selalu menyayangiku"


"Ooh My Wife Don't Make Me Cry, kamu sangat berarti buat Aku sayang Aku akan selalu membuatmu bahagia" mereka berdua pun berpelukan.


"Sudah sana bersihkan dirimu lalu kita tidur"


"Iya sayang" Kristianpun segera membersihkan dirinya.


Mereka berduapun akhirnya tidur .


Keesokan paginya Yuni bangun lebih awal karena ingin mempersiapkan sarapan bagi Kris ketika Ia sudah di dapur Ia pun ingin membuat nasi goreng, ketika saat menumis bawang Yuni pun mual karena mencium bau bawang.


Ia akhirnya memuntahkan semua yang ada diperutnya Bibi yang membantu pun menjadi panik salah satu pelayan berlari memberitahukan kepada kristian.


Kristian yang mendengar hal itu menjadi cemas Ia segera berlari menuju istrinya yang sudah lemas dan sedang duduk di salah satu kursi yang berada di dapur.


"Sayang kita kerumah sakit yah"

__ADS_1


"nggak sayang, ini biasa terjadi pada ibu hamil hanya saja janin kita lebih sensitif dengan bau tumisan bawang"


"memangnya dulu waktu hamil kakak-kakaknya kamu seperti ini juga sayang?"


"Iya sayang"


"kalau begitu mulai sekarang kamu tidak usah masak niar bibi saja yang masak"


"Terus sarapan kamu bagaimana?"


"Kan bisa sandwich sayang, atau bibi yang siapkan sayang, kamu tidak usah pikirin soal makananku pikirkan saja kesehatan janin kita"


"Bibi tolong ambilkan air hangat untuk istriku" pinta Kristian.


"baik tuan"


"sayangnya papa jangan buat mama menderita yah kasihan mama" ucap Kris pada perutnya Yuni.


Kris yang melihat Yuni pun tersenyum melihat tingkah Kris.


"Dulu Aku tak pernah mendapatkan perhatian seperti ini, Aku benar-benar sayang padamu sayang" batin Yuni.


Hari- hari berlalu, pernikahan Fani pun sudah dilangsungkan (Maohon maaf untuk cerita Fani dan Ando nanti saya tuangkan di novel yang lainnya Judulnya masih dirahasiakan).


Perusahaan Kristian sudah semakin besar kemajuannya Ia sangat serius dalam bekerja dan mempunyai banyak saingan.


Kini usia kehamilan Yuni sudah semakin besar dan sedang menunggu untuk lahiran.


Yuni dan Kristian sudah mempersiapkan semuanya orangtua Kris yang selalu mendampingi Yuni dari awal kehamilan membuat Yuni merasa sangat di cintai oleh keluarga kristian.


"Sayang bagaimana tadi mama menelponku katanya perut kamu sakit?"


"Iya sepertinya Aku mau lahiran, lebih baik kita keruamah sakit sekarang"


"baiklah sayang"


" Iya Mah aku mau bawa Yuni ke rumah sakit"


" Ya sudah kamu bawa Yuni ke rumah sakit biar mama yang siapkan bareng-bareng yang diperlukan nanti di sana"


" tidak perlu mah itu Mama tinggal bawakan saja sama barang-barangnya aku dan Yuni sudah siapkan"


" Benarkah kalau begitu Ayo cepat kamu bawa ini biar mama yang bawain barang-barang baby-nya"


Kristian dengan hati-hati menggedong istrinya kedalam mobil.


"Sayang-sayangnya papa sabaryah kalian sudah tidak sabar ingin melihat dunia yah" Ucap Kris.


Sejak awal kehamilan sampai Yuni mau lahiran Kris tidak pernah membiarkan orang lain yang mengurus segala sesuatu meskipun itu orangtuanya atau orang tua Yuni.


"kamu sudah kabari ibu sama Ayah?"


"Belum sayang"


" Ya sudah aku telepon Ibu dulu" Christian pun segera mengabari Tuan Andi dan ibu Mira"


setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di rumah sakit, Yuni dan Cristian pun segera menuju ke ruangan persalinan.


Kristian diminta menunggu di luar karena Yuni melahirkan secara Cesar.


Kristianpun gelisah menunggu diluar ruangan.


Tuan Andi dan Tuan Rudi yang melihat Kris begitu gelisah mencoba untuk membuat Kristian tenang.


"Hei kamu ini laki-laki atau apa kenapa sampai menangis" sambung tuan Rudi.


"Papa Aku sedih tidak bisa melihat istriku sedang berjuang sendirian didalam sana"


"kamu ini tenang ada para dokter pasti menangani istrimu dengan baik jadi tidak usah kuatir"

__ADS_1


tak lama beberasaat perawat keluar dan mengatakan kalau kedua bayi dan ibu selamat


"selamat tuan putra putri anda selamat"


"Istri saya bagaimana suster"


"Istri anda juga selamat"


"Apa saya bisa melihat sekarang?"


"sebentar lagi tuan anda bisa melihat istri dan anak-anak Anda"


"Sabar Kris" kata Tuan Rudi.


"wah selamatnya kamu sudah jadi Ayah" sambung ibu Mira.


"iya benar selamat Nak tugasmu sudah bertambah lagi, kamu harus lebih sabar nantinya menghadapi anak-anakmu nantinya"


"Iya"


setelah beberapa saat Yuni sudah di pindahkan keruangan rawat.


Kristian segera menuju keistrinya.


"sayang apa masih sakit" Yuni hanya mengangguk


"Terima kasih karena sudah melahirkan anak-anak untukku"


"permisi ini bayinya" kata seorang perawat.


"Tolong bawa kemari suter" kata Yuni.perawatpun mendekatkan kedua Bayi itu kepada Yuni dan mengecup kepala mereka berdua.


"Yuni perutmukan di oprasi lebih baik kamu istirahat saja dulu biar kami yang melihat kedua bayi mungil yang lucu itu" kata Ibu Mira.


"Suster kemarikan cucu-cucu kita mau menggendongnya" sambung mama Bela, susterpun memberikan bayi-bayi itu kepada oma-oma itu.


"Kak Yuni selamat yah ini Aku bawakan buah-buahan"


"Dimana suamimu?" tanya tuan Andi


"Dia masih di kantor Ayah"


"Kak yuni sakit yah di operasi?"


"Nanti juga pasti kamu merasakannya"


"ngomong-ngomong kalian sudah siapkan mereka berdua nama apa belum?" tanya Tuan Rudi.


"sudah Ayah yang laki-laki Aku namakan Dia Aditia Calvin Januard yang perempuan Aku namakan Dia Aurelia Putri Lie mereka berdua Aku namakan seperti itu Mereka berdua adalah pembawa nama dari aku dan Yuni"


" bagus-bagus Papa senang dengan nama mereka berdua kelak merkleka berdua dewasa menjadi pemimpin yang yang kuar biasa seperti kakek-kakek mereka bukan begitu tuan Andi"


"Yah benar" mereka pun tertawa bergembira bersama.


Tak terasa empat tahun berlalu kini Aditya dan Aurelia sudah bisa berlarian karena ada masalah dengan perusahaan yang di luar negeri membuat Yuni harus sendirian mengurus kedua buah hatinya.


Sementara Baby Sister keduanya di hari yang bersamaan meminta izin untuk pulang ke kampung karena kedua orang tua mereka sedang sakit.


malam itu hujan yang sangat deras membuat Yuni harus menemani kedua anaknya untuk tidur bersama, Aditya yang sangat dekat dengan Kris mengalami demam akibat merindukan Christian.


Yuni pun berusaha membujuk Aditya untuk bisa tertidur saat Yuni sedang membujuk Adit lampu mati karena hujan angin yang lebat salah satu pelayan berlari menghampiri Yuni.


"permisi nyonya, mohon maaf nyonya genset sedang diperbaiki jadi belum bisa dinyalakan lampunya"


"usahakan cepat bibi temanku sedang membutuhkan bantuan"


"Baik Nyonya"


******** TAMAT******

__ADS_1


__ADS_2