Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
menjadi dua pasang


__ADS_3

"Mau kemana?"


"Ikut saja nanti juga kamu tahu"


"Jangan bilang kamu mau bawa Aku ke wanita yang kamu bicarakan tadi siang"


Ando yang mendengar ucapan dari Fani pun hanya tersenyum.


"Mari silahkan masuk Nona Fani" Fani pun menuruti.


setelah Fani masuk Ando pun segera masuk dan menjalankan mobilnya.


Diperjalanan Fani terlihat cemberut Ando yang melihatnya seoerti itupun akhirnya bertanya.


"Kenapa?"


"Kenapa apa?"


"itu bibirnya maju 5 centi"


"cuma kesal aja masa kamu mau bawa Aku ketemu sama wanita yang kamu Ingin ungkapkan perasaanmu padanya"


anak yang mendengarkan kata-kata dari Fani Ia pun merasa kalau Fani sedang cemburu padanya dan membalas ucapan Fani dengan senyuman.


"Tuh lihat kamu dari tadi senyum-senyum terus"


"Sudah sampai" kata Ando yang memarkirkan mobilnya keAlun-akun kota tempat dimana Ando dan Fani berpura-pura menjadi sepasang kekasih.


"Ayo" Ando membukan pintu untuk Fani dan menggemgam tangan Fani.


"Kok tiba-tiba jadi deg-degkan begini" batin Fani.


"Ayo tuan putri" Ando pun mengarahkan Fani ke tengah-tengah alun-alun.


seketika mata Fani menjadi terkesima melihat bunga-bunga yang di dekorasi dan terdapat fotonya yang sedang tersenyum.


bukan hanya itu saja suasana di sekitar terlihat romatis dengan alunan musik, lampu yang kelap-kelip.


"Ando maksudnya apa ini?" tanya Fani yang salah tingkah.


"Nona Zefaniah Putri Lie maukah kau menikah denganku? Aku tidak ingin mencari pacar tapi Aku menginginkan dirimu untuk menjadi pendamping hidupku sampai kita menua bersama" Ucap Ando sambil berlutut dan memberikan sembuah cincin.


Fani yang mendengar perkataan Ando dan melihat semua yang sudah disiapkan Ando, Ia menjadi terharu dan meneteskan airmatanya.


"Ando Aku bersedia" ucap Fani. Ando pun memakaikan cincin itu. Ando pun berdiri. Fani langsung memeluk Ando dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih Fani maaf dari tadi siang membuatmu kesal" Fani pun mengangguk.


Ando pun melap airmata Fani. "Jangan nangis Aku janji ke kamu tidak akan membuatmu kesal lagi"


Fani dan Ando pun saling mengecup bibir. Dan tiba-tiba ponsel Ando berdering dan ternyata Kris dan Yuni yang menelpon.


"Halo Tuan"


"Bagaimana Ando apa berhasil acaramu dengan adik iparku?"


Ando pun mengarakan ponselnya ke Fani. Yuni yang melihat mata Fani sembab


"kamu habis nangisnya?"

__ADS_1


"Ando Kau apakan Adiku sampai nangis begitu?"


"Tidak nyonya aku tidak apa-apakan Dia"


"terus kenapa Ia menangis"


"Ando kau mau Aku potong gajimu?"


"Tidak kak, ini Aku nangis karena bahagia kak"


"Jadi itu berarti lamaran kalian berdua berhasil?"


mereka berduapun mengangguk.


"Wah selamat untuk kalian berdua tapi kakak mau kalian menikahnya pas kakak dan kak Kris pulang oke"


"iya kak terima kasih"


"Ya sudah kalian berdua silahkan merayakan hari bahagia kalian"


"Hei Ando ingat jaga adik iparku jangan kau sakiti"


"Siap"


"Ya sudah kalau begitu Aku akhiri percakapan ini"


"Baik Tuan"


merekapun mengakhiri percapakan.


"terima kasih sayang, untuk malam ini" ucap Fani


"Jangan bicara seperti itu, semua sama saja"


"Besok Aku akan bicara dengan orang tuamu tentang hubungan kita"


"Ia"


"sayang ada sesuatu yang ingin aku berikan"


"Apa?" Ando pun mengangkat sebuah kotak yang berada didalam sakunya.


"Apa ini?" tanya Fani


"buka dulu" Fani pun membuka isi dari kotak tersebut.


"Itu kalung, yang kamu pesan tapi Aku meminta penjualnya untuk merubahnya menjadi dua pasang jadi kamu pakai yang A aku yang F.


"Terima kasih sayang Aku sangat senang" kata Fani sambil menerima.


"Sini Aku pakaikan" Ando pun memakikan kalung itu di leher Fani, setelah di pakaikan Ando melihat ke jam tangannya yang sudah larut.


"Ini sudah larut kamu mau aku antar pulang atau masih ingin jalan-jalan?"


"Aku mau makan bakso yang di depan habis itu baru pulang"


"Baiklah ayo" mereka berdua pun menuju ke abang tukang bakso tempat dimana mereka tidak sengaja bertemu.


setibanya mereka Abang tukang baksopun langsung menyelamati Fani."Selamat yah Neng"

__ADS_1


"Terima kasih Bang"


"Bang tolong buatkan baksonya dua mangkuk tapi jangan pedas yah Bang" pinta Ando dengan sopan.


"Baik minumnya?"


"teh hanget aja Bang" sambung Fani.


setelah beberapa menit menunggu Akhiinya tukang bakso datang membawa pesanan mereka.


"sayang kapan kamu kembali ke luar negeri?"


"sepertinya masi sekitar dua minggu lagi"


"baiklah kalau begitu besok kita pergi jalan-jalan yah"


"benarkah? aku sangat senang aku ingin ke kebun binatang terus kewahana permainan"


"baiklah sayang Aku besok akan mengantarmu"


"tapi besok bagaimana dengan pekerjaanmu?"


"Kau lupa besok hari minggu?"


"ooh iya benar" mereka berdua makan sambil mengobrol dengan raut wajah yang penuh riang.


Saat keduanya tenga asyik mengobrol terdengar suara Andre yang memanggil Fani.


"Fani"


Fani dan Ando pun menatap kesumber suara, Adre sepertinya sedang mabuk terlihat sudah sampoyongan, Fani yang merasa takut karena selama ini Andre tidak seperti itu. Ia pun segera mendekat ke Ando dan menggemgam kuat tangan Ando.


"kamu jang takut ada Aku disini" kata Ando menenangkan Fani.


"hahahahaha kamu takut denganku Fani? Aku begini karena kamu, Aku sangat mencintaimu Fani tapi kamu malah bersama pria itu"


"Hei bung hentikan omong kosongmu itu, bukannya kamu yang menghianati Fani kamu yang mengakhiri hubungan kalian berdua"


"Diam kau asal kau tahu Fani itu hanya milikku seorang Dia tidak mencintai kamu, Dia hanya mencintaiku benarkan Fani"


"CUKUP ANDRE" bentak Fani Ando yang melihat Fani seperti sedang marah Ia pun menguatkan genggaman tangannya ke Fani.


"Sayang kamu kemobil biar Aku yang urus pria brengsek ini"


"Asal kamu tahu Andre dulu memang kamu memang yang Aku cinta tapi sekarang kamu sudah tak lagi di hatiku dan Aku sudah membuka diriku untuk pria lain, pria itu adalah pria yang di sampingku sekarang" kata Fani sebelum Ia pergi menuju ke mobil Ando.


"Anda sudah dengarkan Tuan, Aku harap Anda bisa belajar mencintai istri tuan, itu pilihan Anda jadi lepaskan Fani hidup bahagia"


Andrea mendengarkan perkataan dari Ando Iya hanya bisa menangis menyesali dengan keputusan yang ia buat, Andai saja waktu bisa diputar ulang Mungkin ia tidak akan memilih mengikuti perintah orang tuanya.


" maaf tuan saya harus pergi" kata Ando kepada Andre.


saat Ando ingin berjalan menuju ke mobilnya Andre pun menahan langkanya.


"Tunggu" Ando menurut dan berhenti.


"Jika kamu benar-benar sangat mencintai Fani aku mohon Tolong jangan sakiti dia Jangan Jadi Pecundang seperti aku sayangi dia"


" tentu aku akan menjaganya dan aku tidak akan pernah menyakitinya, jika tidak ada lagi yang anda ingin katakan Saya permisi dulu" kata Ando dan ia pun menuju ke mobilnya sementara Andre menangis tersedu melihat kepergian mereka berdua.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2