
'' Aku nggak waras karena kamu, Kenapa kamu membunuh anak dalam kandungan itu yang aku dari tadi tanyakan kepada kamu?, atau jangan-jangan dia bukan aku makanya kamu melakukan hal seperti itu? lebih baik kamu jawab jujur kalau tidak aku tidak akan Melepaskanmu dari kamar ini'' ucap Randy kepada Cindy.
dengan sisa-sisa kekuatan yang Cindy punya ia menendang aset berharga milik Randy dan ia berhasil keluar dari kamar tersebut bertepatan dengan Tika yang sudah tidak sabar mengetuk pintu kamar Randi.
''Mbak'' pekik Tika, Cindy yang melihat tika berdiri di depan pintu sedang menggunakan sweater langsung meminta kepada atika.
''kamu buka sweater kamu itu kasih ke aku'' ucapnya dengan nada kesal, Atika pun tak banyak bertanya dan dia langsung memberikan sweater itu dan langsung berjalan keluar dari rumah tersebut.
sementara randy sedang kesakitan pada aset berharganya di dalam kamar, Tika yang melihat Randy pun langsung berlari masuk ke dalam kamar.
''Mas, kamu nggak apa?'' tanya Tika
''Duuuh kamu tolongin jangan lihatin aja, kepalaku rasanya mau pecah'' kata Randi dengan menahan rasa sakit.
''Mas-mas aku tuh heran sama kamu Memangnya kamu mau ngapain Mbak Cindy sampai dia kayak gini sama kamu'' kata Tika sambil meraba-raba benda itu
''Nggak usah banyak tanya dulu'' Tika pun Diam dan memberikan sentuhan yang membuat rasa sakit itu berkurang setelah beberapa saat rasa sakitnya mulai berkurang.
''Sudah, Tika udah enakan'' Tika pun berdiri dari hadapan Randi dan hendak pergi keluar dari kamar itu, namun belum sempat menjauh dari Randi, Randi sudah menarik tangannya.
'' kamu marah sama Mas?'' Tika pun tak menjawab pertanyaan Rani sehingga rande mengeluarkan suaranya lagi.'' maafin Mas, Mas tadi cuman mau tanya kenapa sampai dia menggugurkan kandungannya itu''
''Mas nggak bohong? trus kenapa sampai baju Dia sobek?''
''oo itu, karena dia ingin kabur, tak memberikan penjelasan makanya Mas menarik bajunya dan robek, sudah kamu jangan marah-marah sekarang kamu siap-siap kita jalan-jalan yuk''
'' tapi aku takut Bagaimana kalau mbak Cindy melihat kita di jalan?''
'' Biarkan saja dia mengetahui lagian kita kan juga sudah suami-istri,tapi sebelum kamu siap-siap kita main Yuk?'' Tika pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1
****
sementara di perjalanan, Cindy masih kesal dengan kejadian yang barusan terjadi,''Brengsek kamu Randi, kalau kamu menginginkan anak kenapa kamu nggak menunjukan perhatian kamu?, kenapa ketika anak itu udah nggak ada baru kamu mulai bertanya, Semuanya sudah terlambat, aku sudah jalan dengan om Nurdin, kalau dia tahu u aku berhubungan dengan laki-laki lain dia akan marah besar dengan aku.'' sementara cindy yang sibuk dengan pemikirannya, terdengar ponsel nya berdering.
Ia pun lalu menjawab ponsel tersebut'' bagaimana?'' tanya Cindy kepada penelepon.
'' sesuai rencana, hari ini kita akan menerima transferan''
'' bagus, kamu suruh orang untuk hilangkan bukti yang ada di tahanan sekarang'' dan mereka pun mengakhiri panggilan itu. dan dia pun melanjutkan perjalanannya lalu pulang kembali ke apartemennya karena baju yang ia kenakan telah sobek.
****
'' Sayang ayo ke sini makan dulu nanti perut kamu masuk angin kalau nggak makan'' Panggil Yuni kepada Reinhard.
''Rein sudah yah mainnya, mama panggil tuh'' kata Kris kepada Reinhart. Reinhart pun berlari ke arah yuni.
''anak mama asem,kamu senang sayang?'' tanya Yuni ke Rein.Rein pun mengangguk.
''Yun, aku ke toilet dulu'' ucap Kris.
''Iya, sayang'' saat Kris sudah ke toilet, berpapasan dengan Nadia.
''eh kamu cowok tampan yang pernah nyariin Roni dan Rani kan?'' kata Nadia kepada Christian.
''Aah, Ia kamu adik dari Randi, tapi maaf aku mau ke toilet, permisi'' ucap Kris ingin melangkahkan kakinya, dihalangi oleh Nadia.
''panggil Nadia, Tampan'' ucap Nadia dengan menggoda, sambil menyodorkan tangannya. Yuni yang melihat dari arah kejauhan Nadia sedang menghalangi lagkah Kris Ia pun akhirnya pergi mendekat ke arah Kris dan Nadia.
'' Mau apa kamu ganggu calon suamiku?'' ucap Yuni dengan sinis.
__ADS_1
''Kak Yuni, kapan kakak sadar dari koma? tadi apa aku tidak salah dengar?kak yuni jangan ngacau deh masa gara-gara kak Yuni di ceraikan sama ka Randi kak Yuni jadi stres, atau jangan-jangan akibat kecelakaan kemaren kakak jadi geser otaknya'' ucap Nadia dengan sinis.
ini yang mendengarkan ocehan dari Nadia pun menjadi geram ia mengepalkan tangannya'' Kamu dan kakakMu itu sama-sama nggak punya malu,sepertinya urat malu kalian sudah putus''
''Kak Yuni, jaga bicara kamu yah'' saat nadia ingin menampar wajah Yuni, Yuni pun dengan sigap menangkap tangan Nadia.
''Dulu kalian bisa menindasku, tapi kali ini aku tidak akan biarkan'' ucap Yuni sambil meramas tangan Nadia, dan di hempaskan.
''Sayang, biar aku temani ke toiletnya, disini sepertinya aku mencium adanya calon pelakor'' ucap Yuni dengan sindir, dan Kris pun langsung menyambut Yuni.
''Jadi benarnya kakak selingkuh, dengan pria ini makanya kak Randi menceraikan kakak'' ucap Nadia, Yuni yang mendengarkan kan omongan Nadia pun menjadi naik darah dan langsung membalikkan di dirinya menghadap Nadia sehingga melayangkan sebuah tamparan di pipi Nadia.
PLAAAK
Kris yang melihat Yuni sudah sangat marah akhirnya mengajak ini pergi dari hadapan Nadia.
''Ayo sayang, Enggak usah ladeni orang seperti ini, cuma buang-buang waktu dan energi kamu, simpan energi kamu untuk malam nanti'' yuni pun mengangguk dan berjalan meninggalkan nadia yang sedang meringis kesakitan karena tamparan di pipinya.
''Awas kamu kak Yuni, aku akan membuat perhitungan dengan kamu'' dan dia pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.
''Sayang, kamu bisa galak juga ternyata aku kalau kamu galak galak begitu, jadi nggak ada lagi yang berani tindas kamu'' ucap Kris sambil menyapu pundak Yuni.
'' sudah cepat sana, Aku juga mau ke toilet'' ucap Yuni dan Kris pun mengangguk lalu menuju ke toilet pria dan Yuni pun masuk ke dalam toilet wanita.
setelah beberapa menit akhirnya mereka pun selesai dari toilet dan kembali ke Reinhard. " suster Reinhart makannya habis tidak Sus?'' tanya Yuni,
''Habis Nyonya, tapi sepertinya di sudah kantuk'' kata suster Ani kepada Yuni.
'' Yun kalau begitu biar sopir yang mengantar pulang suster Ani dan reinhardt saja kita berdua ke butik yang ada di sebelah sana'' kata christian.
__ADS_1
'' Baiklah kalau begitu, kita antarkan mereka dulu ke mobil, aku takut media masih berada disekitar sini aku takut dia mengetahui soal Reinhard dan suster Ani, Nadia itu orangnya bisa nekatan sayang''