
"ibu....ibu......'' namun tak dijawab juga oleh Ibu Maria dan akhirnya Pak Tora mengambil keputusan untuk mendobrak pintu kamar mandi tersebut.
dalam hitungan 123 bruuukkkk pintu pun akhirnya terbuka.
Betapa terkejutnya Pak Tora melihat istrinya yang sudah tergeletak di lantai.
''Ibu...Ibu kenapa?'' panggil pak Tora sambil mengguncang tubuh istriNya.
"Nadia... Nadia....'' panggil Pak Tora untuk putrinya, Nadia yang mendengar suara teriakan ayahNya pun segera menuju kamar ayahNya.
"Ada apa ayah? kenapa teriak-teriak ayah" Tanya tanya Nadia berjalan masuk kamar, belum mendapat jawaban dari sang ayah ia sudah melihat ibunya yang tergeletak di lantai.
''Ibu...'' pekiknya.
'' Ayo bantu Ayah mengangkat Ibu pindah ke kasur'' kata Pak Tora kepada putrinya dan putrinya pun segera membantu sang ayah untuk membopong tubuh sang ibu.
'' Ayah Kenapa Ibu seperti ini apa yang terjadi dengan ibu? kenapa sampai ibu bisa jatuh pingsan di kamar mandi?'' tanya Nadia.
'' Entahlah Ayah juga kurang tahu Ibu kenapa?, yang jelas Tadi ibumu terlihat seperti mencemaskan sesuatu'' kata Pak Tora kepada Nadia.
Nadia pun mengambil minyak angin, lalu mengoleskannya kepada tubuh ibunya, dan memberi ibunya menghirup aroma minyak angin tersebut.'' Ayah lebih baik ayah telepon dokter'' kata Nadia.
''Iya, ayah hampir saja lupa'' kata pak Tora dan segera menelpon dokter.
Dan tak lama beberapa saat dokter pun tiba di rumah Pak Tora. nadia yang sedari tadi menunggu dokter di depan pintu pun langsung mengajak dokter masuk ke dalam untuk segera memeriksa sang ibu.
dokter pun mulai memeriksa keadaan Ibu Maria. setelah beberapa saat dokter selesai memeriksa Ibu Maria." dokter Bagaimana keadaan istri saya? " tanya Pak Tora.
''istri bapak sepertinya mengalami tekanan, Ia mengalami syok akibat suatu kejadian'' kata dokter menjelaskan keadaan ibu maria.
''Maksud Dokter ?, istri saya Depresi, akan suatu hal yang baru ia ketahui?'' tanya Pak Tora kepada dokter.
'' Iya seperti itu, apa ada permasalahan yang membuat Ibu Maria menjadi beban pikiran?'' Tanya Dokter kepada tuan Tora''
'' Saya rasa tidak ada dokter, tadi waktu istri saya pulang bersama menantu saya ya Iya terlihat baik-baik saja hanya wajahnya sedikit ada kecemasan, Ketika saya bertanya istri saya tidak menjawab Dia hanya mengatakan tidak ada apa-apa''
__ADS_1
'' Itu penyebabnya sepertinya istri bapak sedang menyembunyikan sesuatu'' kata dokter kepada tuan Tora namun Tuan Tora tak menjawab Dia bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya Kenapa sampai bisa terjadi seperti ini.
'' ini resep obatnya Saya harap bapak rutin memberikan minum obat.'' ucap dokter lagi.
'' baik dokter terima kasih''
'' Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Pak, jika ada sesuatu yang terjadi Segera hubungi saya'' ucap dokter.
'' baik dokter terima kasih'' balas Pak Tora, dan dokter pun meninggalkan tempat itu.
'' ayah, apa yang maksud menantu tadi, Apakah Cindy yang datang bersama ibu?'' tanya Nadia.
''iya Nak''
'' sekarang dia di mana Ayah aku ingin bertemu dengan dia pasti dia tahu kenapa sampai Ibu bisa begini" ucap Nadia kepada sang ayah.
'' Dia sedang beristirahat di kamar tamu, Sudahlah tidak usah cari ribut malam-malam lebih baik kamu pergi istirahat saja dikamar kamu biar Ayah yang menjaga Ibu malam ini'' ucap pak Tora kepada putrinya.
'' Baiklah Ayah kalau begitu aku permisi'' ucap Nadia dan ia pun pergi meninggalkan kan kamar ayahnya.
'' Ibu apa yang kamu rahasiakan sama aku'' ucap Tora sambil menatap istrinya." Jangan tinggalkanku sendirian Bu, aku tidak bisa kalau tampaMu, selama puluhan tahun Kita hidup bersama Bu, Apa yang sedang kamu rasakan dari aku ibu?'' gumamnya sendiri, tak lama pun Ibu Maria sadar dari pingsannya.
'' kata kenapa sampai Ibu bisa terjatuh di kamar mandi? ini Bu minum dulu'' tanya Tora kepada istrinya. sambil menyodorkan air putih di gelas.
setelah Ibu Maria meminum air Ibu Maria pun menjawab'' tidak apa-apa, Ibu hanya sedikit pusing''.
'' Apa betul ibu tidak menyembunyikan apa-apa dari ayah?'' penyatuan Tora kepada istrinya.
'' tidak ada Ayah, itu mau istirahat kepala ibu pusing'' ucap Ibu Maria agar tak ditanya lagi oleh suaminya.
'' ya sudah Ibu istirahatlah, agar ibu tidak pusing lagi'' kata Tuhan Tora sambil membetulkan posisi tidur sang istri.
'' maafkan Ibu ayah, Ibu takut sesuatu terjadi pada kalian semua, wanita itu benar-benar di luar dugaan ibu''GumamNya dalam hati.Akhirnya mereka pun tidur.
Keesokan paginya Nadia yang sudah kesal ingin menemui Cindy tapi ditahan oleh sang ayah, pagi ini dia bangun dan langsung menuju ke kamar tamu.
__ADS_1
Brak
Brak
"Buka pintunya'' Ucap Nadia sambil menggedor-gedor pintu kamar.
''Apa sih pagi-pagi udah berisik'' Ucap Cindy yang keluar dari kamar.
''semalam ibu pulang bareng kamu, pasti kamu tahu apa yang terjadi sama ibu'' kata Nadia dengan suara agak kasar dan keras.
''Santai dong say, aku nggak tahu ibu kamu kenapa?, orang aku aja ketemu ibu kamu di depan pagar, ya aku nggak tahu dong ibu kenapa, kan aku kesini juga pingin nginap sama mertuaku'' ucap Cindy dengan santai.
"Awas aja kalau kamu bohong, aku bakal aduin kamu ke kak Randi'' ucap Nadia.
"silahkan, kamu kira aku takut sama kakak kamu?,justru kakak kamu itu sekarag dengarin apa yang aku omongin, aku kan lagi mengandung anaknya, dan ponakan kamu juga'' ucap Cindy dengan sinis.
"sana keluar dari kamar, aku masih ngantuk'' sambung Cindi lagi.
"Kamu tu benar-benar nggak ada urat malu yah, udanh nginap di rumah mertua tapi nggak punya sopan santun banget, masih mending dulu kak Yuni setidaknya kak Yuni jauh lebih baik di atas kamu'' ucap Nadia.
''Heeh, jaga bicara kamu jangan bawa mantan istri kakak kamu, kalau kalian lebih senang sama Dia kenapa kalian memperbudak nya dan mengusirnya dari rumah'' kata Cindy yang tak mau kalah.
''sana keluar dari kamar aku bilang'' ucap Cindy lagi sambil mendorong tubuhnya dia keluar dari kamar.
Brak. cindy pun menutup pintu dengan secara keras.
'' kamu tuh nggak benar-benar nggak punya urat malu ya udah numpang dirumah mertua tapi makasih tingkah nggak sopan'' teriak Nadia dari luar pintu kamar.
'' aku harus telepon Kak Randy agar suruh Cindy pulang ke rumahnya'' gumamnya sambil menuju kamar untuk mengambil ponsel dan menghubungi Randy.
''Halo kak'' sapa Nadia.
''Halo dek, kenapa pagi-pagi udah telpon?'' tanya randi.
''kakak tau nggak istri kakak sekarang dimana?'' tanya Nadia.
__ADS_1
''Enggak, dek paling dia di kost nya soalnya kakak sama dia lagi beramtem.
Bersambung...