Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
KEBERANGKATAN KRIS DAN YUNI


__ADS_3

dalam ruangan di mana Tuan Tora dirawat.


"kak apa ayah dan istri kaka sudah pulang?"


"iya sudah"


"Atika itu umurnya berapa sih kak ko kelihatan kaya umurnya dibawah aku, kakak kenal Dia dimana?"


"Dia itu sebenarnya asisten rumah yang di pekerjakan oleh Cindy, karena Cindy tak pernah kembali ke rumah ya, sudah kakak jadi suka kepadanya."


" Bagaimana kalau Cindy tahu Kakak sudah menikah?"


" kakak tidak peduli dengan dia, Lagian dia juga yang menyebabkan anak-anak Kakak meninggal dialah otak dari penabrakan itu, kalau tidak pasti Kakak sudah kembali dengan Yuni dan kita bisa hidup enak lagi"


" tidak usah mengharapkan Yuni lagi Kak"


" Iya kamu benar, apa Ayah sudah tidur?"


" sepertinya sudah Kak"


" kalau begitu ayo kita keluar, kita bicarakan rencana kita" Nadia pun mengangguk lalu mengikuti kakaknya keluar. mereka berdua pun duduk di kursi tunggu depan kamar.


" Apa rencana kakak?"


" begini Kakak dapat tawaran untuk mengambil anak kecil yang sedang bersama dengan Yuni sekarang, dan tidak mungkin kakak masuk ke rumah mereka untuk mengambil anak itu karena rumah itu sudah dikelilingi oleh para penjaga dan mereka sudah juga sudah mengenali wajah kakak, jadi selama beberapa hari ini kamu bantu kakak memantau keadaan rumah mereka dengan berpura-pura menjadi penjual mainan anak-anak, begitu ada kesempatan kita langsung pergi bawa anak itu dari tempat mereka"


" Emangnya Ada apa dengan anak kecil itu?, dan Kenapa anak itu bisa bersama-sama dengan Yuni?"


"kakak juga tidak tahu yang jelas anak itu adalah penghasil uang buat kakak"


"Baiklah kalau begitu aku akan membantu kakak"


*****


Cindy yang tengah di perjalanan menuju rumah Randi, "lihat saja kalian berdua aku akan balas kalian" kata Cindy.


tak lama pun Ia sampai di Rumah Randi, Ia terheran melihat ada beberapa orang pria berbadan kekar yang menjaga rumah itu, Ia pun turun dan menanyakan keberadaan Randi.


"Maaf apa Randi ada?" tanya Cindy.


"Pria itu sudah di usir dari rumah ini"


"apa ada masalah sehingga ia di usir?"


"Kami tidak tahu"


"baiklah terima kasih" Cindy pun kembali kedalam mobilnya "pasti saat ini Dia sudah di rumah orang tuanya lebih baik aku kesana, tapi ini sudah larut besok pagi saja"

__ADS_1


Lalu dia pun kembali ke apartemennya, sesampainya di apartemen iya pun menyuruh anak buah Nurdin yang kini telah menjadi anak buahnya.


"Kalian ke kampung D, cari alamat ini dan bawa wanita tua yang ada di foto ini ke hadapanku sekarang, dan jika ada anak perempuan yang ada bersamanya bawa juga" ucapnya ke beberapa orang yang sedang menghadapnya.


"Baik Nona" lalu mereka pun pergi membawa foto yang di berikan Cindi.


"Atika aku akan membuat pelajaran kepadaMu sudah berani rupaya kamu mengambil milikku, aku akan membuat perhitungan, kamu ingin bermain denganku kan" ucap Cindy dengan geram.


dan hari semakin larut ia pun membaringkan tubuhnya. Di pagi hari yang cerah Cindy pun bergegas bangun lalu mengambil ponselnya dan mengecek apakah anak buahnya sudah berhasil menemukan ibunya atika atau belum.


" Bagaimana Apakah kalian sudah berhasil mendapatkan wanita tua itu bersama anaknya?" tanya Cindy kepada anak buahnya.


" kami hanya menemukan wanita tua saja anaknya tidak bersama dengannya, dan sekarang kami sedang menuju markas"


" bagus kurung dan ikat dia di sana jangan sampai ia lolos, aku akan segera ke tempat kalian"


"Baik nona" lalu Ia pun mengakhiri percakapan mereka, dan segera bersiap menuju ke rumah tuan Tora.


******


sementara dirumah Kris, pagi ini Yuni dan Kris tengah bersiap untuk pergi berbulanmadu sekalian melakukan pengobatan pada Kris, dan terjadi masalah dengan cabang perusahaan Kris yang berada di negara J "Apa kalian berdua sudah siap?" tanya Tuan Rudi yang baru saja tiba.


"Iya pah kami sudah bersiap"


"Yun, mama dan papa akan menyusul kalian setelah seminggu lagi,masih ada urusan disini, ayah dan Ibumu sudah tahukan kalau kamu akan kesana selama tiga bulan"


"bagus kalau gitu, apa nanti mereka ikut mengantar kalian?"


"Iya mah, sekalian mereka menjemput orang tuanya Rein dan nanti disini nanti orang tua Rein yang temani mereka"


"Baiklah kalau begitu"


"Mama sama papa sudah sarapan belum? kalau belum ayo kita sarapan bersama Yuni tadi sudah menyiapkan sarapan"


"kamu tahu saja nak, perut papa sudah keroncongan tadi mama kalian maksa harus cepat-cepat kesini."


"habisnya mama takut kalian kesiangan,Kris ngajak kamu begadang Yun" jawab mama Bela yang buat Kris tersendat sesang menyeruput kopi buatan Yuni.


"Mama apaan sih" jawab Kris.


"Loh kan benar mama ngomong"


"sudah ah mah jangan bahas itu lagi, papa udah laper dan lagian Yuni dan Kris harus segera berangkat"


"iya" jawab Ibu Bela dan mereka pun melanjutkan sarapan mereka setelah selesai mereka segera bergegas menuju bandara.


sesampai di bandara Tuan Andi dan Ibu Mira pun telah tiba.

__ADS_1


"Hai bu Mira tuan Andi " sapa mama Bela.


"ya ibu, tuan" balas kedua orang itu.


Yuni pun berjalan mendekat ibu dan ayahnya.


"ibu dan ayah tidak membawa Rein?"


"Iya sayang Dia masih bobo, kalian berdua kalau susah sampai disana jangan lupa kabari ibu dan ayah"


"Iya bu, Yuni pasti akan hubungi Ayah dan Ibu, ibu dan Ayah juga jaga kesehatannya, Ayah jangan sampai kecapeannya". Ucap Yuni sambil memeluk ayah dan ibunya.


"oh Iya bu Ricat sama istri dan ibunya jadikan mereka datang?"


"Jadi nak mungkin sedikit lagi mereka tiba katanya mereka menggunakan pesawat pagi"


"baiklah, tapi ayah biarpun orang tuanya sudah kembali tapi tetap harus waspada takutnya mereka menculik Rein lagi"


"Kamu tidak usah kuatirkan soal itu ayah pasti akan tetap waspada"


"Kris ayah titip Yuni sama kamu yah"


"Iya ayah tenang saja aku akan menjaga Yuni dengan baik"


"Sayang kamu tunggu disini sama yang lainnya aku chek in tiket kita dulu"


"Iya"


"Yuni, disanakan kamu harus dukung Kris beri Dia semangat sayang, Kita semua disini menanti kabar baik dari kalian berdua'' ucap Ibu Mira.


"Iya bu". setelah beberapa menit menunggu Kris pun datang. "Mama sedih, mama udah nggak ada temannya." ucap Bu Bela.


"mama kan nanti nyusul mereka mah, papa harus meyelesaikan pekerjaan dulu" kata Tuan Rudi.


saat mereka tenga berpeluk-pelukan asisten Ando datang. "Tuan maaf saya terlambat"


"Tidak apa-apa Ando, kamu tolong yah lihat perusahaan, jika ada masalah hubungi aku"


"Iya tuan"


Bersambung....


jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.


Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.


love...love...love..... untuk kalian.

__ADS_1


__ADS_2