Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
PENANGKAPAN JAMES


__ADS_3

'' tenang tuan dia tidak mungkin kabur di siang hari begini''


'' Apakah yakin Ando?'''


'' saya sangat yakin Tuan karena orang yang menginformasikan itu katanya dia tidak pernah keluar kalau siang hari malam hari baru dia keluar''


'' Baiklah kalau begitu'' kata Kris.


Akhirnya mereka tiba di tempat yang di maksud,sebuah rumah lama yang di jadikan gudang. Saat polisi menggerebek tempat tersebut pelaku ingin kabur dan tembakan mengenai kaki.


''Ampun pak'' kata sang pelaku dan ketika pelaku di tangkap, Kris pun berjalan mendekat dan melayangkan sebuah pukulan.


''Cepat katakan siapa yang menyuruhMu kalau tidak aku ledakan kepalaMu'' ucap Kris.


''Ampun Tuan, saya tidak sengaja menabrak, saat itu saya sedang kantuk berat''


'' jangan bohong kamu kamu mengikuti mobil yang ditumpangi Yuni dari rumahnya sampai di sekolah anak-anaknya''


'' ampun Pak Saya tidak tahu Saya benar-benar tidak tahu''


''Pak bawa Dia saya mau hukum mati Dia dan saya mau sebelum dia mati cari tahu siapa dalang dibalik ini semua'' ucap Kris dan polisi pun membawa pelaku itu ke kantor polisi terdekat.


'' Ando, tolong kau hubungi Orang yang memberikan info kepada kita, suruh dia besok ke kantor dan lakukan transaksi pembayarannya sesuai dengan jumlah yang tertera di browser'' kata Kris.


'' baik Tuan Kalau begitu mari kita kembali tuan, tiket pesawat sudah Saya pesankan''


''Tunggu Ando Apa kau yakin itu benar-benar James?''


'' Ya tuan ini fotonya'' kata Ando sambil menunjukkan gambar di dalam ponselnya.


''Kenapa aku rasa itu bukan pelakunya,semoga saja itu memang Dia betul'' Batin Kris.


''kenapa anda melamun Tuan, pelakunya sudah di temukan''


''Tidak apa-apa ando, hanya saja aku mersakan kalau Dia itu bukan pelakunya.''


''Oh, Tuan lihatlah wajahnya sangat mirip dengan di gambar, kenapa ansa masih meragukan'' ucap Ando untuk meyakinkan Christian.


'' yah Baiklah Ayo sekarang kita tinggalkan tempat ini'' kata Christian kepada Ando, Ando pun mengangguk tanda setuju lalu mereka pun meninggalkan tempat itu.


****


Keosokan paginya di sebuah apartemen mewah Cindy yang baru saja selesai melayani Nurdin laki-laki tua kaya raya, yang membantu Cindy.

__ADS_1


''BadanKu sakit semuanya, ini sudah dua minggu aku harus ke rumah Randi untuk memberi Dia perhitungan'' lalu Cindy Pun bangun dan membersihkan dirinya dan bersiap pergi ke rumah Randy.


setelah beberapa saat iya telah bersiap dan pergi kerumah Randi''Sepertinya aku ingin bermain-main dulu dengan ibunya Randi.'' gumamnya dalam hati.


Ia pun menaiki mobil pemberian dari Om Nurdin.


setelah beberapa saat perjalanan akhirnya dia tiba di depan rumah tuan Tora, Ia pun turun dan masuk ke dalam rumah tersebut di dalam rumah kebetulan hanya ada Ibu Maria yang sedang memasak di dapur.


'' Halo ibu mertua'' kata Cindy yang tiba-tiba masuk dari arah pintu depan karena tidak dikunci.


'' Mau apa kamu ke sini keluar dari rumahku sekarang'' kata Ibu Maria sambil mengusir Cindy.


'' tenang Ibu kenapa Musti marah-marah, Apa kau tidak rindu dengan calon menantu mau ini?'' tanya Cindy yang masih terlihat santai.


'' pergi aku tidak Sudi menerima menantu sepertimu, kau bukan manusia kamu melainkan ular bermuka dua'' kata Ibu Maria dengan penuh emosi.


Cindy yang mendengar perkataan Ibu Maria Ia pun tertawa terbahak-bahak,'' hahaha hahaha''


'' kalau aku ular bermuka dua berarti anda ada apa ya mertua berhati ular?'' ucap Cindy.


''PERGI KAU'' kata Ibu Maria sambil melemparkan gelas ke arah Cindy, dan beruntung Cindy bisa menghindarinya sehingga tidak terkena dirinya, lalu ia pun mendekat ke arah Ibu Maria dan memegang rahang Ibu meriah dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi menarik rambut Ibu Maria.


''Dengar wanita tua aku akan membuat keluarga kalian menderita apalagi anakMu itu uang sudah mencampakanKu.'' ucapnya lalu ia menghempaskan Ibu Maria sehingga Ibu Maria terjatuh.


namun perkataan Ibu Maria Tak digubris oleh sendiri dan ia pun tetap berjalan menuju ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu, lalu ia pun menuju ke rumah Randi.


setelah beberapa saat di perjalanan akhirnya dia tiba di rumah Randy, ketika ia turun ia melihat Atikah yang sedang duduk di kursi teras depan rumah.


Atikah yang melihat kedatangan Cindy pun terkejut, karena selama dua minggu ini Cindy tidak bisa dihubungi,'' Mbak Cindy?'' Pekik Atikah.


''Halo Tika, dimana Randy?'' ucapnya


''Dia sedang makan makan mbak'' kata Atika dan Cindy pun langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tersebut.


''Halo mas'' sapa cindy.


''Cindy? kemana saja kamu dua minggu ini? kenapa susah di hubungi, kamu terlihat beda cantik sekali, terus kamu bilang sedang mengandung, dimana perut kamu seharusnya sudah terlihat Kan?''


''Oh yah, jadi kamu mencariku? Aku sudah membunuh anak itu, Ayah nya saja tidak perduli dengan kehadirannya terus untuk apa aku pertahankan anak itu'' ucap Cindy.


''Kamu bicara apa Cindy? kamu benar-benar keterlaluan, ikut aku ke kamar'' ucap Randi sambil menarik tangan Cindy. Tika yang melihat Randi menarik tangan Cindy masuk kemar Randi pun menjadi sedih.


''Lepasin Aku Randi, kamu jangan menyentuhku lagi, Aku sudah tidak mencintaiMu'' teriak Cindy. Namu tak di hiraukan oleh Randi Dia tetap memaksa Cindy melayani.

__ADS_1


****


Di tempat Tuan Andy Yuni yang tengah menyuapi Rein makan,"mama kapan kita kerumah papa?'' tanya Rein.


''Papa sedang sibuk sayang''


''Yun, apa Kris sudah kembali dari kota B?'' tanya tuan Andi


''Aku belum mendapat kabar Ayah, sedikit lagi aku habis menyuapi Rei baru aku hubungi Dia.'' kata Yuni, belum selesai mereka berbicara datanglah seorang pelayan.


''permisi Nyonya Tuan Kris sedang di depan''


''suru kesini saja'' ucap Kris.


''Baik Nyonya'' pelayan pun berjalan untuk mempersilahkan Kris masuk.


''Selamat pagi semuanya'' sapa Kris.


''Papa'' panggil Rein yang berlari menuju kearah Christian.


'' anak Papa apa kabar?, papa kangen sekali sama kamu, hari ini kita jalan-jalan ya'' kata Kris kepada Rein.


''Hore''


''Suster tolong ajak Rein bermain di taman'' kata Yuni.


''baik Nyonya.''


''Kris, Yuni kemari duduk ada yang Ayah dan ibu ingin bicara kepada kalian'' kata Tuan Andi, Kris pun menuruti lalu duduk di meja makan bersama keluarga Yuni.


''ah iya ada yang ingin aku bicarakan juga'' ucap kris.


'' Baiklah, begini Kris, Paman mau bulan depan kalian berdua harus sudah menikah,Yuni apa kau sudah siap dan setuju?'' tanya Tuan Andi.


''Iya Ayah aku sudah siap''


''terus kamu Kirstian?''


''saya juga sudah sangat siap bila perlu bulan ini juga saya siap''


''wah bagus sekali jika kamu ingin lebih cepat, terus tadi kamu bilang ingin bicara juga ayo katakanlah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2