
''udah aghh, nggak usaha bahas soal aku, Kamu tu kesini tu sebenarnya ke kota ini ngapain sih?'' ucap Cindy
''aku kesini sama camerlah'' ucap sinta.
''widiih berarti, kamu bentar lagi udah mau merid dong, terus om-om yang selama ini tanggung hidup kamu gimana? memangnya Dia mau ngelepasin kamu?'' tanya Cindy.
''Aku tinggalin lah, orang kali ini cowok yang mau dijodohin sama aku tu lebih kaya dari Om itu'' Ucap Sinta.
''Wah enak dong kamu emang kamu ketemu ya dimana? tanya Cindy.
''Ketemunya tuh enggak sengaja waktu itu, aku pulang jalan-jalan, eh ada ibu-ibu yang pusing di jalan terus aku tolongin, trus Dia tu main ngajak aku ketemuan katanya senang banget pingin punya menantu tapi tidak ada wanita yang mau sama anaknya, terus aku nanya alasannya apa, Dia jawab jadi aku manfaatin aja'' ucap Sinta menjelaskan.
''Gitu yah, enak banget kamu.. udahan ceritanya mending sekarang kita pergi cari makan aku udah laper banget'' ucap Cindy, mengajak sepupunya pergi mencari makan.
''Ya sudah ayo'' ucap Sinta, lalu mereka berdua pun menuju taksi, yang dipakai Sinta tadi.
######
Di vila Kristian Yuni dan kristian masih dalam suasana yang menguras air mata mereka berdua.
Kristia yang tadinya sudah ingin mengakhiri hubungan mereka, akhirnya menjadi luluh dengan kata-kata Yuni, dia masih terdiam tak mengeluarkan satu kata membiarkan Yuni berucap.
''Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama tapi kumohon jangan tinggalkan Aku sendirian, Aku... Aku tidak sanggup jika kehilangan kamu lagi, cukup kedua anakKu yang pergi, Ku mohon....'' ucap Yuni yang sedang terisak dalam tangisNya.
Kristian pun membalikan badanNya dan melihat kearah Yuni, dengan pelan Dia duduk di kursi ''Lalu kenapa kamu sampai bisa ingin mengakhiri hidupMu kalau kamu mencintaiKu?Dengar Yun aku bisa memahami kesedihanMu tapi tindakanMu itu sangat bodoh, kamu pikir jika kamu mati nanti semua akan selesai begitu saja? tidak Yuni itu justru akan menambah masalah baru,apa kamu mau mengecewakan Ayah dan ibu? dan juga anak-anakMu yang sudah tenang di alam sana?'' Ucap Kristian dan Yuni pun hanya menangis.
Lalu Dia mengangkat wajah yuni agar, Ia melihat dengan jelas mata Yuni.''Jangan lakukan itu lagi, aku juga sangat mencintaiMu aku tidak Mau kehilanganMu dari awal pertemuan kita sampai kita berbuat hal yang lebih jauh, Kamu adalah milikKu aku tidak mengijinkan kamu melukai milikKu tampa seizinku'' ucapNya lalu memeluk erat tubuh Yuni.
__ADS_1
''Maafkan Aku, aku tidak akan pernah berbuat hal yang bodoh itu lagi'' ucap Yuni Kristian pun melepaskan pelukanNya dan beralih mencium bibir Yuni,Ciuman mereka semakin lama semakin panas, mereka berdua melepaskan kerinduan mereka.
Namun Kristian sadar sekarang wanitanya ini sedang sakit dan dia juga tidak akan berbuat lebih karena dia sudah berjanji akan melakukan hal itu lagi setelah pernikahan mereka setelah proses perceraian selesai.
''Terima kasih, Karena sudah memberikanKu kesempatan Kak Kris, sejujurnya aku malu denganMu, Aku hanyalah seorang janda'' ucap Yuni.
''Dengar Yun, kamu mau janda ke apa ke aku tetap suka sama kamu dan aku tidak akan melepaskan kamu lagi kali, setelah kamu sembuh kita akan melangsungkan pernikahan kita'' ucap Kristian.
''Lalu bagaimana denga orang tua kak apa mereka menyetujui hubungan kita?, aku takut'' ucap Yuni
''Kamu tidak usah memikirkan orang tuaKu sekarang kamu fokus dengan kesembuhan kamu, Lihat itu luka bekas oprasi kamu jadi terbuka ulang, kamu tadi kok bisa jalan sampai menuju ke danau? memangnya kaki kamu tadi tu mati rasa apa?'' Tanya Kristian.
''sebenarnya tadi itu, Aku seperti dengar suara anak-anak di dalam danau lagi berenag jadi aku berjalan ingin menghampiri mereka kak'' ucap Yuni.
''Sepertinya benar kata Dokter Maya, Yuni harus di bawa ke dokter kejiwaan, Kematian anak-anakNya membuat Dia sangat tertekan di tambah lagi dengan masalah rumah tanggaNya.'' Gumam Kris dalam hati.
'' Memangnya ada suster di sini?'' tanya Yuni yang bingung.
'' kamu lupa di tangan kamu itu ada selang dan jarum yang menempel, Kamu kira aku bisa melakukan hal itu?'' ucap Christian kepada Yuni.
''hehehehe, Maaf Kak Habisnya dari tadi cuman ada kak sejak aku bangun, jadi aku pikir kak yang melakukan ini semua.'' ucap Yuni sambil cengengesan.
'' Ya sudah tunggu sebentar aku keluar Panggil perawat itu'' ucap Cristian dan Yuni pun mengangguk lalu ia keluar ke dari kamar itu.
'' Bu Darmi, di mana asistennya dokter maya?'' tanya Cristian yang melihat Bu Darmi sedang yang berada di dapur.
'' Nona Naya sedang yang berada di Gazebo halaman belakang'' ucap Bu Darmi.
__ADS_1
'' Oh namanya Naya, Ibu Tolong panggil dia katakan kepada dia kalau Yuni Sudah sadar'' ucap Christian kepada bu Darmi.
'' Apanya yang sudah sadar ? Syukurlah kalau Nyonya sudah sadar, Saya akan pergi memanggil nona Naya untuk masuk ke dalam memeriksa nyonya Yuni.'' ucap Bu Darmi dan Christian pun hanya mengangguk lalu memasuki kembali kamar Yuni.
'' Permisi tuan saya akan melihat kondisi Ibu Yuni'' kata perawat Naya.
'' Mari silahkan'' Christian pun mempersilahkan Naya untuk memeriksa keadaan Yuni.Naya pun mulai mendekat dan memeriksa keadaan Yuni, setelah beberapa menit Ia selesai memeriksa.
''Tuan kondisi, pasien sudah membaik denyut nadinya juga sudah normal, sisa menunggu cairan infus habis dan obat yang di berikan lewat suntikan untuk malam nanti Tuan'' Ucap Perawat Naya.
''Baik. terima kasih'' Ucap Kristian
''Beruntung sekali Nyonya ini mendapatkan calon suami yang tampan dan baik hati, andaikan aki yang berada di posisinya'' Gumam dan hanyal Naya dalam hati.
Yuni yang melihat Naya, memandangi, Kristian pun menjadi kesal.''Kau bisa keluar sekarang suster, aku ingin bersama dengan calon suamiKu'' ucap Yuni dengan dingin.
Kristian pun heran dengan tingkah Yuni, "Hummp, ada apa dengan Dia apa jangan-jangan Dia mulai cemburu?'' Gumamnya salam hati.
''Baiklah, suster terima kasih'' ucap Kristian
''Baik tuan saya permisi dulu'' Ucap suster Naya yang hanya menegur kristian.
setelah asisten dokter Maya keluar, Kris pun naik ke tempat tidur, dan memeluk Yuni dari pinggangnya, jadi kamu mulai cemburu yah'' ucap kris langsung tepat sasaran nya.
Yuni yang mendengar Kris pun merah bersemu wajahnya,'' Tidak aku tidak cemburu'' ucap Yuni dengan gugup.
''Cemburu juga tidak apa-apa, aku suka melihat kamu yang mulai posesif'' kata Kristian.
__ADS_1
Bersambung......