Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
TERLIHAT BAHAGIA


__ADS_3

sementara di kantor polisi, sedang digemparkan dengan seorang mayat yang yang tertidur kaku di dalam Lapas."Cepat hubungi pelapor, kalau tersangka kasus penabrakan telah tewas.'' ucap seorang polisi.


lalu dari pihak kepolisian pun menghubungi asisten Ando, ando yang baru saja selesai bertemu dengan orang yang melaporkan pelaku penabrakan itu tiba-tiba ponselnya berdering, dia pun menjawab


''Halo selamat siang''


'' selamat siang, kami dari pihak kepolisian ingin memberitahukan kalau tersangka kasus penembakan telah meninggal dunia, di dalam sel tahanan.''


'' apa, Bagaimana bisa pak Kenapa bisa sampai ia meninggal di dalam sel tahanan?'' tanya Ando kepada pihak Kepolisian.


'' sekarang jenazah masih dalam pemeriksaan''


'' baik terima kasih atas informasinya Pak'' Lalu Ando pun mengakhiri percakapan mereka.


'' Bagaimana bisa orang itu meninggal dalam penjara?, sepertinya ada yang tidak beres ini, apa aku hubungi saja Tuan Christian?, Tapi beliau sedang yang mau ada acara spesial, kalau aku beritahu dia sekarang Pasti pikirannya tidak tenang, ah lebih baik aku tunggu sampai acara selesai sebentar malam'' ucapnya dalam hati. Ando pun akhirnya terus melanjutkan pekerjaannya.


*****


Yuni kini tengah di salah satu butik dan sedang mengukur baju. ''Sayang ini cocok tidak?'' tanya Yuni yang baru keluar dari kamar ganti dengan menggunakan dres berwarna biru.



gambar hanya sebagai contoh


Kris terpana dengan baju yang Yuni kenakan,


"Kamu cantik dan cocok sayang'' ucap Kris.


''benarkah? tapi apa ini tidak terlalu berlebihan sayang kan kita mau ke acara kantor, kenapa malah aku yang berpakaian seperti ini?'' tanya Yuni.


''tidak sayang, kalau begitu cepat ganti dan kita bayar, aku masih ingin mengajakMu ke satu tempat lagi'' kata Kris.


''Yah baik lah, sayang'' jawab Yuni dan ia segera masuk ke dalam ruang ganti bersama seorang Pelayan toko yang membantu Yuni untuk mengganti pakaian.


setelah Yuni selesai mengganti dress tersebut, pelayan membawa ke kasir dan Kris pun membayar, setelah selesai membayar Yuni dan Christian pun meninggalkan butik itu.


'' Kak kita mau kemana lagi?''


'' ikut saja Sayang tidak usah banyak bertanya?'' kata Kris kepada Yuni dan Yuni mengangguk lalu mengikuti Cristian berjalan dengan menggandeng tangan Christian.


akhirnya mereka tiba di sebuah toko perhiasan ''aduh kak ngapain pake kesini?'' Tanya Yuni.


''nggak usah banyak tanya sayang, sini kamu pilih mana yang kamu suka'' Ucap Kris

__ADS_1


''Ihh kamu namanya pemborosan sayang, kalau ke acara kan ada punyaKu dirumah hadiah yang pernah berikan sayang'' ucap Yuni.


''Iya, tapi aku mau kasih buat calon istriku yang sebentar lagi akan jadi istri dari Kristian Januard''


''Sayang ih'' ucap Yuni yang sambil mencubit lengan Kristian.


Dari ke jauhan ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Yuni dan Christian, dia adalah Randy. "Yuni, kamu terlihat bahagia bersama dia, Maafkan aku ketika aku dulu masih menjadi suamimu tidak pernah membahagiakan kamu seperti itu'' Batin Randi.


''Ayo Mas kita jalan'' Ucap Atika sambil menarik tangan Rendy


''Kamu bilang apa tadi?'' tanya Randy yang tersadar.


'' aku bilang Ayo kita jalan, kamu Kenapa Mas?'' tanya Atika.


''Aku nggak apa,hanya kecapean saja''


''Ya sudah ayo kita pulang'' Randy pun mengangguk dan mereka pun kembali ke bawah untuk pulang kembali ke rumah mereka.


*****


Nadia yang sudah sampai di rumahnya, dikejutkan dengan pecahan gelas yang berserakan di lantai.


''Ibuu...'' panggil Nadia.


''Ibu..., ibu kenapa? apa ibu terjatuh?''


''Tidak Nadia, ibu mohon ke kamu antarkan ibu ke rumah Yuni, ada yang ibu ingin sampaikan ini penting'' ucap Ibu Maria.


''Nanti yah Bu, sekarang ibu istirahat dulu, ibu kan baru baik sakit, ohh, Iya kenapa di depan bisa ada pecahan beling?'' tanya Nadia


'' tadi ibu berdebat dengan Cindy dia datang kemari'' ucap Ibu Maria.


'' apa Bu tadi Cindy kemari?''


'' Iya Ibu berdebat dengan dia''


''Tidak,Nadia ini sangat penting''


''Maksud ibu apa bu?''


''Ibu ingin ketemu orang tuanya Yuni''


''Tidak bisa bu, tadi saja Aku bertemu dengan kak Yuni, tapi Dia menamparku bu''

__ADS_1


''Apa kamu bilang itu berarti Yuni sudah sadar?''


''Iya, bu tapi Dia sudah berbeda, dia tidak sama seperti dulu lagi, tadi saja aku ditampar olehnya Bu'' ucap Nadia yang mengadu tentang kejadian dia ditampar oleh Yuni.


'' apa yang kamu lakukan sehingga yuni menamparmu, pasti kamu melakukan kesalahan?, Ibu sangat tahu Yuni, pasti kamu memancing emosinya sampai ia menampar kamu.''


''ti...dak bu, aku hanya meminta kenalan sama pria tampan yang peena mencari Roni dan Rani di rjmah ini, tapi kak Yuni tiba-tiba datang dan mengatakan kalau pria itu calon suaminya''


''Benarkah, syukurlah jika Yuni sydah menemukan pria yang baik semoga dia berbahagia''


''ibu, ibu kenapa ibu malah membelanya, aku suka dengan pria itu bu.''


''Nadia, jangan kamu ganggu hidupnya Yuni, Fia sudah cukup menderita selama bersama dengan kakakMu, kita terlalu menyiksanya, sampai dia kehilangan dua anaknya juga itu karena kita, Jadi Ibu minta sama kamu tolong jangan ganggu lagi dia''


''tapi bu''


''tidak ada tapi-tapi, ibu minta sama kamu jangan ganggu lagi Dia.''


''baiklah bu, oh iya bu memangnya ibu mau bicara apa sama yuni?


"ibu takut kita semua dalam bahaya"


"maksud ibu, dalam bahaya bagaimana bu?"


"aku tidak boleh sampai berbicara kepada Nadia, anak ini ceroboh" bathin ibu maria.


"ahh tidak ibu hanya kuatir saja"


"ibu, tidak usah pikir yang aneh, aneh sebaiknya ibu istirahat yah, aku mau pergi bersihkan pecahan gelas di dapur" ucap Nadia dan dia pun langsung keluar dari kamar ibunya.


sementara ibu maria masih memikirkan cara agar bisa bertemu dengannya secara langsung dan berbicara mengenai pelaku penabrakan tersebut.


"Apa aku telpon saja? tapi jika sampai rahasia ini terbongkar maka Randi, Nadia, Ayah bahkan Aku bisa jadi korban selanjutnya, Aku harus apa?, aku membiarkan pembunuh itu hidup di antara keluarga ku, apa aku bicara saja dengan suamiku Siapa tahu ayah mempunyai jalan keluar, Untuk masalah ini'' batin Ibu Maria


****


Kris dan Yuni sudah sudah selesai mencari perhiasan dan Hels, kini mereka sudah ingin kembali untuk bersiap-siap karena hari sudah mulai sore. "Sayang apa masih ada yang kurang?'' tanya Kris


''Sayang, sudah simpan uang kamu untuk keperluan kita nanti setelah menikah''


''kamu tidak usah kuatirkan itu sayang, kamu berbelanja semua isi dalam toko perhiasan juga uangku tidak akan berkurang, dengar sayang mulai sekarang kamu adalah ratu di hidupku tidak boleh ada yang merendahkanMu, jika ada yang merendahkanMu, Buat mereka merasakan apa yang kamu rasa'' ucap Kristian.


bersambung..

__ADS_1


Terima kasih untuk sahabat sahabatku, yang selalu setia membaca karyaku ini, maaf jika ada salah kata dalam penulisan ini, karena saya juga masih dalam tahap belajar, dan saya belum pandai dalam merangkai kata-kata.


__ADS_2