Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
IBU MERTUAKU SAYANG


__ADS_3

"sebernarnya, ayah sudah mencari tahu pemilik mobil itu,namun saat anak buah Ayah pergi kerumah pemilik mobil itu kosong, dan kata warga sekitar kalo pemiliknya sudah tidak pernah kembli lagi kerumah itu sejak lama, kamu tidak usah kuatir ayah akan mencari orang itu sampai ketemu'' kata Tuan Andi.


"Benarkah ayah?, terima kasih" kata Yuni.


"iya, lekas pulang ke rumah, Apa kau tisak merindukan kami orang Tuamu?'' kata Tuan Andi.


"Iya, Ayah aku juga sudah merindukan kalian, Ayah apa Fani masih dirumah?'' tanya Yuni.


"AdikMu masih ada apa kau mau bicara denganNya?''


"Ia Ayah, aku ingin bicara denganNya."


"baiklah tunggu sebentar ayah akan memberikan telponnya " kata Tuan Andi.


''Halo kak?''


"Fani, kaka ingin berbicara yang penting denganMu apa kamu bisa ke Vila kak Kris?" tanya Yuni.


" kak Yuni mau bicara soal apa yah?" Gumamnya dalam hati.


"Bisa kak, Baiklah aku akan kesana tapi nanti yah kak besok sehabis aku dari kantor Ayah" kata Fani.


"Iya, dek ya sudah kalau begitu dek, kaka tutup yah telponNya'' ucap Yuni untuk mengakhiri percakapan mereka. "Iya kak''Balas Yuni dan mereka pun menutup telpon mereka.


"Yuni, aku panggilkan suster Naya untuk melihat infus kamu sudah mau habis isiNya." Kris kepada Yuni.


'' Iya jangan lama-lama dan Jangan tergoda dengan suster Naya.'' kata Yuni kepada kekasihnya.


" kamu tenang saja hatiku ini hanya milikmu seorang tidak ada yang lain"kata Christian kepada Yuni sambil mencapit hidung mancung Yuni.


"aauh sakit kak'' pekik Yuni.


"habisnya kamu gemasin, suka cemburu" kata Kristian.


"sudah sana panggil susterNya'' ucap Yuni, dan kris pun berjalan keluar kamar untuk memanggil suster tersebut.


"aku sebenarnya takut kehilangan lagi kak,aku sangat takut"GumamNya dalam hati. Dan tak lama pun suster masuk kedalam ruangan itu bersama Bu Darmi.


"Nyonya kabarNya bagaimana?'' tanya Bu Darmi, dan suster pun mulai memeriksa kondisi Yuni.


"Bu, aku sudah mendingan, terimakasih Bu, maaf merepotkan Ibu'' kata Yuni yang merasa tidak enak hati.

__ADS_1


'' tidak apa-apa nyonya yang penting tidak mengulangi hal seperti itu lagi'' kata Bu Darmi kepada Yuni.


''Maaf Nyonya saya harus mencabut infusnya, sudah selesai, kondisi denyut Nadi dan jantung juga sudah normal'' kata Suster Naya.


"Terima kasih suster'' ucap Yuni.


"Baiklah Nyonya kalau begitu saya permisi dulu, semoga keadaan anda cepat pulih" ucap Suster Naya. dan Yuni pun hanya tersenyum dan suster Naya pun segera keluar dari kamar.


"Nyonya mau makan, saya suapin mau Nyonya?'' tanya bu Darmi.


'' taruh disitu saja Bu saya belum lapar" balas Yuni." Bu Darmi, Kak Kris kemana?'' tanya Yuni lagi.


"Tuan sedang menelpon, Tuan Ando" kata Bu Darmi.


"Ooh, Iya.. Bu tolong saya, ibu bisa bantu saya berdiri saya mau ke toilet'' Ucap Yuni.


"bisa Nyonya'' jawab Bu Darmi sambil membantu Yuni berdiri,"apa sebaiknya gunakan kursi roda saja ? " tanya Bu Darmi.


"Tidak Bu aku, Harus banyak gerak agar bisa cepat berjalan." kata Yuni Dan Ia pun mulai melangkahkan kakinya secara perlahan.Dan Yuni pun berhasil berkat kegigihannya ia pun mulai berjalan.


"Apa tidak sakit nyonya?'' tanya Bu Darmi


"Baiklah kalau begitu, tapi jangan paksakan Nyonya takut jahitannya lepas lagi'' ucap Bu Darmi.


****


sementara di rumah Randi, Cindy yang tak kunjung pulang ke rumah, Randi pun mejadi kesal, Ia sedang mabuk alkohol di kamarnya.


Di rumah tersebut cuma ada Tika Dan Randi Randi yang ingin mengambil air minum di dapur pun di kagetkan dengan pemandangan didapur Tika yang sedang makan dan Tika yang sedang menggunakan tanktop hitam dan dan rok panjang merah.


Kejiwaan lelakinya pun meronta-ronta ingin menjamah tubuh mulus Tika, "Tika" panggil Randi.


"Maaf Tuan saya lapar" ucap Tika, namun Randi tak menghiraukan ucapan itu.


" Berapa umurMu Tika" Tanya Randi


"22 Tuan''


''Apa yang membuatMu ingin bekerja disini?''


''Karena ingin mencari uang untuk membiayai kehidupan saya dan orang tua saya yaitu ibu saya yang tinggal di kampung sendirian'' ucap Tika.

__ADS_1


"berapa gaji yang di berikan Cindy ke kamu?'' tanya tika.


"satu juta tuan'' ucap Tika.


"Aku akan memberikan kamu gaji lebih dari itu, asal kamu mau mengikuti perintahKu'' ucap Randi.


" saya mau Tuan'' ucap Tika dengan riang.


"Baiklah kalau begitu, kamu tolong bawa air minum dingin untuk saya'' Ucap Randi dan Randi pun langsung berjalan menuju kamarNya tampa menunggu jawaban Tika.


***


sementara Cindy yang mengikuti ibu Maria, ibu maria yang menuju rumah pribadinya, ketika ia turun dari taksi, dan ketika taksi tersebut sudah jalan.


Cindy yang baru juga sampai langsung menarik tangan ibu Maria. Mata ibu Maria membelalakan, Ia sangat kaget calon menantunya ini bisa mengikutinya.


"Jangan teriak, kalau ibu tidak mau piasu ini masuk ke perut ibu" Ucap Cindy yang sedang berpura-pura peluk ibu mertuanya karena tukang ojek belum beranjak dari tempat tersebut.


Dan ketika tukang ojek itu sudah berjalan Ibu Maria pun mulai membuka suaranya'' Mau apa kamu?'' tanya Ibu Maria kepada Cindy.


'' Ibu Tidak usah berpura-pura tidak tahu, Jangan pernah Ibu bicarakan kepada siapapun tentang kejadian tadi dan saat ini jika Ibu mau nyawa Ibu selamat dan nyawa anak ibu selamat, tidak ingin bernasib sama seperti kedua cucu ibu'' kata Cindy sambil tetap memegang pisau yang ditujukan kearah perut ibu Maria.


Ibu Maria yang mendengar Pengakuan dari Cindy itu pun sangat terkejut ia tidak habis pikir ''wanita seperti apa ini kenapa tega sekali'' gumamnya dalam hati.


''Ja...ja..di. Roni dan Rani...'' ucapnya terpotong.


''Iya benar,ibu mertuaku sayang, akulah'' ucap Cindi.


"Aku harap kerja samanya, ibu mertuaku tersayang, aku pasti akan menjaga dan merawat anakmu dengan baik'' Ucap Cindi


''jangan coba-coba buka mulut tuaMu ibuku sayang, jika berani sampai itu terjadi maka kau tau sendiri akibatnya.'' ucap Cindi lagi.


Ibu Maria benar-benar tampak Shock mendengar Pengakuan dari Cindy dia hanya terdiam dengan tak membalas ucapan Cindy nafasnya memburu dadanya sesak dan kepalanya sakit secara tiba-tiba.


''Ternyata wanita ini sangat kejam, aku tidak menyangka,Randy bisa menemui wanita licik ini'' ibu maria yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.


''sudah pahamkan ibu mertuaku tersayang, bisakah Aku menginap di rumahmu sehari?Aku kan juga menantumu'' ucap Cindy.


Ibu Maria pun hanya mengangguk dan membawa masuk Cindy kedalam rumahnya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2