Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
TERGELETAK DENGAN DARAH


__ADS_3

''nggak boleh gitu dong, kamu harus jaga kesehatan walau tampa aku'' Ucap Yuni.


'' Nggak mau, kamu nggak boleh ngomong gitu lagi'' ucap Cristian sambil mengecup pelan bibir Yuni.


''Terima kasih yah, sudah mau berjuang untuk bangun dari tidur nyenyakMu'' sambung Christian lagi. dan Yuni pun hanya mengangguk nya saja.


dan tak lama pun ibu dan adik Yuni datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Yuni.


'' Sayang bagaimana kondisimu?'' tanya ibu Mira kepada putrinya.


'' aku sudah baikan Ibu sudah agak mendingan'' jawab Yuni dengan terbata-bata karena kondisinya belum terlalu baik, untuk ia berbicara panjang lebar.


'' kakak'' tegur Fani yang tak bisa berkata lagi melihat kondisi kakak yah seperti ini kepalanya di perban tangan kiri dan kanan yang di pasang perban bahkan kakinya juga air matanya hanya mengalir membasahi pipinya sambil mengelus-ngelus kepala kakaknya.


'' Kenapa kau menangis?, jangan mengasihani aku, apa keponakanmu semuanya baik-baik saja?, separah apa luka mereka?'' tanya Yuni dengan pelan-pelan.


bukannya menjawab tapi Fani malah menangis dan dan Ibu Mira pun ikut menangis. Tuan Andi yang melihat istri dan Putri keduanya menangis langsung menegur.


'' Ibu, Fani, biarkan Yuni beristirahat dia kan baru sadar dia butuh istirahat'' kata tuan Andi.


'' Christian kamu temani dulu Yuni sebentar, kami keluar dulu'' ucap Tuan Andi dan Cristian pun hanya mengangguk kepalanya.


'' Ayo Ibu Fani kita keluar dulu'' ajak Tuan Andi. akhirnya Fani dan ibu mereka keluar dari ruangan Yuni.


'' Ayah mohon untuk kalian rahasiakan dulu tentang keadaan yang sebenarnya, kondisi Yuni belum stabil, Ayah takut dia bisa Anfal lagi'' kata tuan Andi


'' tapi ayah Bagaimana jika Kakak mengetahui semuanya sebelum kita memberitahukan'' kata Fani kepada ayahnya.


'' untuk sementara biarkan Christian yang menjaganya, Ayah yakin Christian bisa mengalikan perhatiannya'' kata tuan Andi kepada putrinya.


'' Ibu tidak tega ayah, jika Yuni mengetahui kejadian yang sebenarnya, Ibu yakin Yuni pasti tidak akan memaafkan dirinya, Yuni sangat sayang kepada anaknya.'' kata ibu Mira kepada suaminya.


'' itu yang ayah pikirkan, jadi untuk itu itu sekarang kita rahasiakan dulu sampai kondisinya benar-benar pulih'' jawab Tuan Andi. Ibu Mira dan Fani pun hanya bisa menganggukan kepalanya.

__ADS_1


sementara di dalam ruangan, Yuni dan Christian


''kak Kenapa Kenapa Ibu dan Fani?, aku bertanya tentang kondisi kedua anakku kenapa mereka malah menangis? apa ada sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka?'' tanya Yuni.


'' tidak ada apa-apa, mereka hanya menangis terharu karena kamu sudah sadar, untuk itu kamu harus cepat pulih agar bisa melihat anak-anakmu'' kata Christian.


'' Benarkah, baiklah'' jawab Yuni.


'' Maafkan aku Yuni, Maafkan karena telah membohongimu, ini semua demi kamu'' kata Christian.


sementara di tempat lain tepatnya di rumah Randi. Tuan Tora bersama istrinya sedang berada di dalam rumah Randi.Randi yang sangat sedih Atas kejadian yang menimpa anak-anaknya membuat kedua orang tuanya harus untuk sementara waktu tinggal bersama dia.


'' Ibu lebih baik ibu temui Randy di kamarnya, Ayah takut dia berbuat sesuatu yang nekat, semenjak Tadi dia pulang dari rumah sakit untuk menemui Yuni, Iya tidak keluar dari kamarnya'' data Tuan Tora.


'' tidak Ayah biarkan Cindy yang menemuinya, dia kan calon istrinya Randy seharusnya dia yang bisa menenangkan Randy bukan kita, Ibu tidak mau mencampuri urusan Randy lagi'' kata Ibu Maria.


'' wanita itu tidak ada di rumah sejak tadi pagi ibu, jadi lebih baik Ibu pergi temui Putra ibu'' wujud Tuhan Tora.


'' Baiklah ayah, aku ke kamarnya Randy dulu'' ucap Ibu Maria.


tok


tok


tok


'' Nak apa kamu di dalam?'' tanya Ibu Maria namun tak dijawab oleh Randy, saat ia Mencoba membuka pintunya ternyata pintunya tidak dikunci, Ibu Maria pun masuk ke dalam kamar putranya.


''Ranndi'' pekik ibu Maria yang kaget melihat putranya sudah tergeletak di lantai dengan beralaskan cairan kental berwarna merah, dengan kondisi kepala yang penuh dengan darah.


'' Ayah tolong ayah tolong'' teriak Ibu Maria, Tora yang mendengarkan teriakan istrinya pun berlari menghampiri istrinya.


'' Ada apa Ibu?'' tanya Tuan Tora belum sempat istrinya menjawab Dia sudah melihat Randy yang penuh dengan darah.

__ADS_1


'' Apa yang terjadi?, kita segera bawa Randy ke rumah sakit'' kata tuan Tora dan segera membopong tubuh Randy menaiki mobil mereka.


'' Ada apa dengan anak ini?, Apa yang sebenarnya terjadi dengan dia?'' gumam Tuan Tora sambil fokus mengendarai mobil.


'' Ibu juga tidak tahu, begitu masuk kedalam kamarnya Ibu sudah melihat dia tergeletak di lantai'' jawab Ibu Maria.


'' Ibu segera Telepon Nadia, suruh dia susul kita di rumah sakit'' titah tuan Tora.


'' baik ayah'' jawab Ibu Maria dan ia segera mengambil ponselnya lalu menelpon Nadia untuk segera ke rumah sakit.


'' kalau ibu tahu nomor ponselnya Cindy Ibu juga hubungi, biar dia bisa susul kita di rumah sakit'' kata tuan Tora.


'' Ibu tidak punya nomornya ayah'' jawab Ibu Maria.


'' Ya sudah kalau begitu''


setelah beberapa saat mereka tiba di rumah sakit, yang sama dengan Rumah Sakit Yuni. Tuan Andi, Ibu Mira dan funny pun terkejut, melihat Randy didorong masuk ke dalam rumah sakit.


'' ayah bukannya itu keluarganya Kak Randy?''


'' ya Fani, Coba kita ke sana, Siapa yang sakit'' kata tuan Andi. akhirnya mereka pun mengikuti langkah Tuan Tora beserta istrinya di depan ruang IGD.


'' maaf tuan Tora, Siapa yang sakit?, kami tidak sengaja melihat tadi di lobby'' ucap Tuan Andi.


'' Rendy tuan, Entahlah apa yang terjadi dengan dia, saat Ibunya tadi memeriksa dia di kamarnya ternyata dia sudah tergeletak dengan darah yang mengalir di kepala, semenjak ia pulang dari rumah sakit ia mengurung dirinya di kamar'' jelas Tuan Tora.


'' oh sungguh kasihan, apa Mungkin ia mencoba bunuh dirinya?'' tanya Tuan Andi.


'' entahlah, akhir-akhir ini, dia sering mengurung dirinya di kamar.'' jelas Tuan Tora.


'' aku atas nama Randy meminta maaf yang sebesar-besarnya tuan Andi, sejujurnya aku juga tidak ingin hal ini terjadi'' sambung tuan Tora lagi.


'' Sudahlah tidak usah bahas lagi soal kejadian anak-anak kita, Randy dan Yuni pun juga sepertinya mereka ingin melupakan masa lalu mereka, Biarkan anak-anak kita menentukannya sendiri, dan biarkan pengalaman ini menjadi pelajaran yang berharga buat mereka, agar jika suatu saat nanti mereka ingin berbuat kesalahan mereka akan melihat dari masa lalu mereka.'' kata Tuan Andi kepada tuan Tora.

__ADS_1


__ADS_2