Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
SURAT PEMECATAN


__ADS_3

"kita ini keluarga sudah seharusnya kita saling membantu, sudah lebih baik kau istirahat kan kamu baru tiba, di rumah ini aman, kamu lihat itu semua pengawal paman karena kita berjaga-jaga, jadi kau jangan kuatir jika Sandro berulah paman yang akan hadapi Dia, paman harus berbicara kepada Ayahmu Dia harus tau tingkah laku Sandro dan Karina"


"Tapi paman aku takut nanti ibu yang kena dampaknya, apa lagi aku tidak disana sekarang, istriku sedang mengandung anak kami yang kedua, aku takut ibu Karina pergi menemui mereka" Ucap Ricard.


"Aku tidak menyangka kisah Yuni mirip dengan rumah tangga sepupuku, apa ini karma karena dulu aku yang menentang pernikan mereka, huuuuft tapi aku melakukan itu karena memang nantinya tidak baik seperti sekarang ini" batin tuan Andi.


"begini saja Ricart lebih baik kau pergi menjemput ibu dan istrimu untuk sementara tinggal di rumah paman, sampai Ayahmu itu tahu kebenarannya dan kita bongkar kejahatan sandro"


"Ya benar dan aku rasa orang yang mengaku sebagai neneknya Rein kemarin itu adalah orang suruhannya, dan pasti Dia sudah mencari tahu keberadaan Rein'' sambung Kris. Di rumah tuan Andi mereka sedang berbicara dengan serius untuk mengatasi persoalan yang di hadapi oleh ponakannya.


*****


Asisten Ando sedang berada di perusahaan dimana Randi bekerja.


''selamat pagi Tuan Joe"


"Asisten Ando ada apa kemari di mana BosMu? ayo silahkan duduk"


"Terima kasih tuan, Beliau sedangan ada sibuk tuan, begini tuan tuan Kris memerlukan bantuan anda"


"Bantuan apa Ando?" tanya tuan Joe dan ando pun menceritakan kejadian yang sedang menimpa mereka sekarang.


"Ando aku tidak menyangkan Randi seperti itu, aku cuma berpikir dia khilaf dan cuma melakukan sekali perbuatan itu tapi kalau sudah berulang-ulang aku benar-benar kecewa selama ini aku begitu percaya kepadanya" ucap Joe. Tuan joe pun akhirnya memanggil sekertarisnya dan menyuruh Randy ke ruangannya sekarang.


"Sherly kau tolong panggil Randi ke ruanganku sekarang" kata Tuan Joe.


"Maaf Tuan, tapi pak Randy belum datang"


"kau urus surat pemecatan Dia sekarang, dan bawa ke ruanganKu ketika Dia datang suruh menghadapku"


"baik Tuan"


"Baiklah kalau begitu tuan Joe saya permisi terima kasih atas bantuan anda tuan"

__ADS_1


"Sama-sama, tapi memang dia harus di beri pelajaran dengan apa yang sudah dia perbuat"


"Baiklah kalau begitu tuan saya permisi, karena masih ada urusan lain yang saya urus''


"silahkan" balas Tuan Joe dan asisten Ando pun pergi meninggalkan ruangan itu.


"Urusanku untuk laki-laki brensek itu sudah selesai, tinggal mengurus surat-surat tuan kris untuk pernikahannya besok" batin Ando dan dia pun melanjutkan perjalanannya.


*****


sementara di rumah tuan Tora Randy sedang menangis tersedu-sedu dengan mendengar cerita ibunya.


"Kamu sudah memilih perempuan yang membawa petaka dalam keluarga kita, percuma menangis Randi" ucap Ibu Maria.


"kau lihat sekarang usaha kita sudah hancur, mau makan apa kita nanti? sudah puaskan sekarang kau pergi dari rumah ayah dan Ibu" sambung tuan Tora.


"tapi aku sudah menikah dengan wanita lain ibu, ayah bukan dengan Cindi, tolong terima menantu kalian yang ini"


"tidak Randi kamu pergi bawa wanita itu dari sini ayah dan Ibu sangat kecewa denganmu, kamu seperti tisak puas dengan satu wanita, airmatamu itu hanya airmata palsu, sekarang bagaimana cara agar usaha yang kita punya tidak bangkrut? coba kau katakan pada ayah dan ibu''


''ibu aku mohon jangan berbicara seperti itu kepada Tika, di buak Cindy ibu jangan melampiaskan amarah ibu ke dia''


''tetap saja dia masih ada hubungan darah dengan pembunuh anak-anakmu ibu tidak sudi punya menantu seperti Dia dan saudaranya, sekarang kalian berdua keluar dari rumah kami" ucap ibu Maria.


"Tapi bu"


"pergi kamu mau apa lagi randi, anak-anak mu sudah jadi korban akibat ulahmu, sekarag kau ingin kami yang jadi tumbal karena dirimu lagi?'' dan karena tuan Tora terlalu merasa marah, dadanyapun menjadi sesak dan ia pun terjatuh pingsan.


"Ayah,... ayah... bangun jangan tinggalkan ibu ayah" teriak ibu maria dan Randi pun segera mendekat ke ayahnya dan mengangkat ayahnya dengan bantuan Tika dan ibu Maria mereka pun segerah membawa tuan Tora ke rumah sakit.


Di perjalanan ibu Maria hanya menangis melihat kondisi suaminya." ayah harus kuat ayah" Ucapnya terus menerus.


ketika mereka tiba di rumah sakit tuan Tora segera ditangani oleh para Dokter. "Tika lebih baik kamu pulang kerumah biar aku yang temani ibu dan ayah disini"

__ADS_1


"tidak mas, aku mau disini"


"Ya sudah, kamu jangan ambil hati dengan sikap ibu yah ibu sebenarnya baik" Tika pun hanya mengangguk. ketika mereka sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan ayahnya. ponselnya berdering Ia pun melihat layar panggilan tersebut'' Tika aku angkat telepon dulu Ini dari kantor'' kata Randy.


''Halo''


''anda apa tidak kekantor hari ini?''


'' maaf tapi ayahku sedang masuk rumah sakit''


''Tolong anda segerah ke kantor untuk menghadap tuan Joe''


''Baiklah terima kasih'' lalu randy pun menutup percakapan itu." Ada perlu apa ya?, aku harus bagaimana Ayah dan ibu membutuhkanku sekarang, Ahh iya Nadia dimana Dia anak itu tidak rubah sifatnya apa dia masih berpikir semua baik-baik saja sekarang'' lalu Dia pun mengambil ponselnya kembali dan segera menghubungi adiknya.


setelah beberapa saat menghubungi tak ada jawaban dari Nadia.'' kemana dia? apa aku telpon sahabatnya Audy saja'' Dia pun kembali menciba hubungi nomor sahabatnya setelah beberapa kali di hubungi ankhirnya Audy menjawab telpon dari Randi.


''halo Audy''


''Iya kak''


''apa kau sedang bersama dengan Nadia?''


''Tidak kak, aku sudah tiga hari ini tidak bersama dengan dia''


''Ya sudah kalau begitu terima kasih'' ucap Randy dan mereka pun mengakhiri percakapan itu, Rendy pun memijat pelan keningnya.


''Mas kamu kenapa?'' tanya Tika yang melihat Randy seperti orang kebingungan.


''begini tika bosku memanggilku untuk menghadapnya sekarang di kantor, aku hubungi Nadia tapi tidak ada kabar aku bingung harus apa sekarang''


''Begini saja mas lebih baik mas ke kantor, biar aku yang temani ibu disini''


''apa kamu tidak apa-apa jika aku tinggalin bersama ibu disini?''

__ADS_1


''Iya mas aku tidak apa-apa sudah mas sana pergi kekantor siapa tahu ada hal penting yang ingin di sampaikan''


beraambung.......


__ADS_2