Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Ekstra 05


__ADS_3

"Ihh kalau ada tuh orang pasti kepalanya sudah gede soalnya di sanjung sama Anaya." kata Aurelia sambil senyum.


"eh Aku lupa kakak kamu lagi nunggu diluar kamu mau Aku suruh Dia masuk.?" kata Anaya.


"Iya suruh masuk saja." kata Aurelia.


" Ya sudah kalau begitu Kamu tunggu sebentar aku Suruh Kakak kamu masuk" kata Anaya dan Aurelia pun mengangguk lalu Anaya pergi memanggil Aditia.


saat Anaya tiba di depan ruang UKS ternyata sudah ada Yuni.


" Eeeh Tante sudah datang, mari masuk Aurelia sudah menunggu dari tadi di dalam katanya dia ingin pulang saja." kata Anaya.


" Oh ya Sayang terima kasih karena kamu sudah temani Aurelia" jawab Yuni sambil senyum ke Anaya.


" Ya sudah kalau begitu Tante aku ke kelas dulu mau mengambil tas milik Aurelia" kata Anaya.


" Iya Sayang terimakasih ya Sekali lagi." jawab Yuni. lalu Anaya pun pergi menuju ke kelasnya sementara Aditia dan ibunya masuk ke dalam ruangan UKS tempat dimana Aurelia beristirahat.


"Kamu tidak apa-apakan ?" tanya Adit.


"Iya Abang, Aku tidak apa-apa." jawab Aurelia.


"Abang, Mama sama Adek mau pulang kamu mau ikut kita apa tidak sayang ?" tanya Yuni.


"Abang tidak bisa pulang Mam soalnya Abang habis ini mau bawa presentasi kelompok belajar Abang" kata Aditia.


" Oh ya sudah kalau begitu kamu temani adikmu dulu mama pergi temui walikelas Aurelia dulu." kata Yuni dan Iapun segera pergi untuk meminta izin.


Sementara Aditia bersama adiknya. "Adek benar tadi si Rian tidak apa-apain kamu ?" tanya Aditia untuk memastikan.


"Ia Dia tidak apa-apain ade, Ade yang pingsan sendiri." jawab Aurelia.


"Oh Ya sudah kalau begitu kamu tidak apa kalau abang tinggal sendiri soalnya sudah bel masuk kelas itu." kata Aditia yang mendengar bunyi bel sekolah.


"Iya Abang tidak apa-apa sana nanti telat dimarahin guru lagi." kata Aurelia. Aditia pun mengangguk dan pergi meninggalkan Aurelia sendirian.


Sementara Rian yang duduk sendirian di meja bertanya ke Anaya. "Si manja pulang yah?" tanya Rian.

__ADS_1


"Iya mamanya yang jemput." kata Anaya.


Sementara itu Aurelia sudah di mobil bersama mama nya.


"Mah tadi bukannya mama harus sama papa ke kantor yah ??" tanya Aurelia.


"Iya tapi kalau kamu sedang tidak enak badan masa mama harus biarin anak mama yang cantik ini sendirian." kata Yuni sambil memeluk Aurel.


"Maaf yah ngerepotin mama." kata Aurelia membalas pelukan Ibunya.


"Tidak meropotkan sama sekali sayang." kata Yuni. Namun pembicaraan mereka terhenti karena ponsel Yuni berdering.


"Sebentar sayang mama jawab telpon dar papa dulu." kata Yuni.


"Iya mam" jawab Aurel dan Yuni pun menjawab telepon dari Kris.


"Halo sayang." jawab Yuni.


"Bagaimana dengan Adek ?" tanya Kris.


"Oh ya sudah sampai bertemu dirumah." kata Kris


"Memangnya kamu sudah pulang ya?"


"Iya Aku sudah dirumah Aku kepikiran sama Aurelia jadi Aku minta tolong sekertaris yang menggantikan Aku." kata Kris.


"Oh ya sudah kalau begitu sampai ketemu dirumah." kata Yuni dan mereka berdua pun mengakhiri percakapan mereka di ponsel.


" aku mau tanya deh Memangnya setiap wanita harus kayak gini?" Aurelia kepada ibunya.


" Iya sayang yang itu artinya kamu sudah masuk usia remaja dan kamu harus berhati-hati dalam pergaulan sayang karena tanggungjawab kamu sudah semakin lebih besar nanti sampai dirumah kita ngobrol lagi." kata Yuni.


"Iya mama." jawab Aurelia. Lalu mereka melanjutkan perjalanan setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka tiba dirumah dan bertemu dengan Kristian.


Sementara di sekolah Aditia dan Ferdi teman sekelas .Yuni dan Kristian yang membiayai Ferdi agar ia bisa menemani Aditia.


"Adit, Aurel kenapa ? tadi Aku lihat mama Yuni bawa Aurel pulang." tanya Ferdi.

__ADS_1


"Ohh itu Aurel tidak enak badan." Jawab Aditia.


"Sakit apa Aurel yah sayang dong tidak bisa lihat wajah imutnya." kata Ferdi.


"Awas kalau kamu berani suka sama Adik Aku." kata Aditia yang tak suka dengan gelagak Ferdi yang menanyakan Adiknya.


"Santai Bro.. Aku cuma bercandakan kamu dan Aurelia saudara Aku jadi tidak mungkin Aku macam-macam sama Adik kamu." jawab Ferdi dengan gelagapan.


"Aditia bisa tidak Aku gabung dengan kelompok kalian" kata salah seorang teman mereka namanya Ratna.


"Boleh Ratna" jawab Ferdi. lalu mereka pun melanjutkan proses belajar mereka hingga selesai dan tiba saatnya mereka pulang dari sekolah.


" Ferdi Ayo kita pulang bareng." ajak Adit namun Ferdi menolak karena ia masih ingin ke satu tempat.


" aku masih ada urusan kamu pulang saja lagian kan rumah kita tidak searah" kata Ferdi kepada Aditia.


" Ya baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya" kata Adit dan Ferdi pun mengangguk lalu mereka pun berpisah.


"Aku harus segera pergi bertemu dengan orang yang kemarin menabrakku dipemakaman ibu, katanya iya mengetahui sesuatu tentang orang tuaku." Bathin Ferdi.


lalu ia pun pergi menuju ke sebuah kafe. Iya Pun menaiki sebuah ojek online setelah beberapa menit perjalanan akhirnya ia tiba di kafe tersebut.


di sana ada seorang wanita yang duduk menunggu dia. ketika melihat Ferdi Ia melambaikan tangan kepada Ferdi. lalu Ferdi pun berjalan mendekat kearah wanita tersebut.


" Ayo Silahkan duduk nak mau minum apa biar tante pesankan untuk kamu." kata wanita itu kepada Ferdi.


" tidak usah basa-basi langsung saja kamu siapa dan apa yang kamu ketahui tentang orang tuaku" katanya Ferdi langsung kepada wanita itu.


" tidak usah tergesa-gesa, santai saja." kata wanita itu dan Dia lalu memanggil pelayan untuk memesan minum dan makanan untuk Ferdi.


setelah selesai memesan dan tak lama menunggu pesanan sudah di antarkan.


"Ayo makan dulu setelah itu baru tante ceritakan" Ferdi pun mengangguk dan segera menyantap makanan yang sudah tersedia. setelah selesai makan Ia Pun mulai menceritakan kejadian awal Yuni dan Randi hingga akhirnya kenapa sampai ibunya meninggal.


Hati Ferdi yang mendengar cerita dari wanita ini menjadi sangat sedih dan Ia Pun Menangis tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh wanita ini tetapi wanita ini cuman mengatakan." kamu bisa mencari berita tentang ayah dan ibumu itu di surat kabar dan media sosial di pada tahun tersebut." kata Wanita itu. "Oke nak Aku sudah menceritakannya semua kepadamu jika kamu ingin kita bekerja sama untuk membalas dendam kepada keluarga Yuni tante tunggu jawabanmu dan ini Nomor ponsel yang bisa kamu hubungi." kata Wanita itu lagi dan ia pun pergi meninggalkan Ferdi di tempat itu.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2