Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
PEMBUAL


__ADS_3

'kamu tidak usah kuatirkan itu sayang, kamu berbelanja semua isi dalam toko perhiasan juga uangku tidak akan berkurang, dengan sayang mulai sekarang kamu adalah ratu di hidupku tidak boleh ada yang merendahkanMu, jika ada yang merendahkanMu, Buat mereka merasakan apa yang kamu rasa'' ucap Kristian.


Yuni pun mengangguk"Iya, terima kasih karena sudah mau bersama ku sampai detik ini kak''


''Iya sudah, ayo kita jalan, nanti telat'' akhirnya Yuni dan Christian pun berjalan meninggalkan tempat itu. sesampai mereka di parkiran Randi yang sedari tadi menunggu juga, bersamaan dengan ponsel Yuni yang berdering,''Kak aku jawab telponnya dulu''


''siapa yang telpon?''


''nggak tau ni nomor siapa sudah sudah dua kali panggilan tak terjawab''


''ya sudah di jawab siapa tahu penting Yun'' Yuni pun akhirnya menjawab telepon tersebut.


''Halo,Yun'' ucap Ibu Maria Yuni yang mendengarkan suara Ibu Maria pun mengenalnya.


''Ibu''


''Iya Yuni, ini ibu''


''Ada apa anda menelpon saya?''


''Yun, ibu ingin bertemu denganMu, ada yang ibu ingin bicarakan ini penting''


''Baiklah, tapi besok mungkin bu, karena aku sedang sibutk hari ini''


''Iya Yun, tadi kata Nadia dia bertemu denganMu, Ibu hanya mau bilang selamat Yun, semoga kamu bahagia''


''Terima kasih, Baiklah bu kalau begitu aku tutup dulu teleponnya''


'' Iya Yuni dan ibu harap, kamu bisa bertemu dengan ibu karena ada sesuatu hal yang penting Ibu ingin sampaikan kepada kamu'' ucap Ibu Maria sebelum mengakhiri percakapan mereka.


''iya'' lalu Yuni pun menutup teleponnya.


"Yuni'' panggil Randi.


''huuuft tadi adiknya, sekarang si pembual ini'' Gumam Kris dalam hati''


''Kak ayo masuk mobil''


''Yuni tunggu kita bicara sebentar saja''


''apa lagi yang mau kau bicarakan mas? di antara kita sudah tidak ada apa-apa''


''Yuni, tunggu aku hanya ingin tahu kondisiMu?, apa kau sudah mengunjungi makam anak-anak?''


''Tidak usah, berpura-pura menanyakan keadaanku, jika suatu saat aku mengetahui kamu terlibat di dalam kejadian yang menimpa aku dan anak-anak, aku tidak akan memaafkanMu''


''Yuni, kamu pikir aku setega itu kepada anak-anak dan dirimu?, Aku sangat mencintaiMu dan anak-anak tidak mungkin aku berniat jahat kepadaMu.''

__ADS_1


''hahahahha, Mas- mas kamu bilang cinta? kamu itu sangat lucu ya, kamu itu benar-benar laki-laki yang tidak tahu diri'' UcapNya ke Randi dan Iya pun langsung masuk ke dalam Mobil Kristian.


''Sayang jalan''


''Yuni, tunggu... Aku belum selesai bicara''


''Pak jalan'' ucak Kristian ke sopir mobil dan Ia pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Sayang jangan cemberut dong wajahnya, nanti cantiknya hilang'' Ucap Kris yang memperhatikan Yuni.


''aku hanya masih kesal sayang sama orang itu''


''sudah, kamu jangan kesal-kesal, oh iya sayang tadi siapa yang menelpon kamu?'' tanya Kris.


''Ohh iya itu, ibunya Mas Randi Dia meminta bertemu denganKu katanya ada hal penting yang Ia ingin sampaikan''


'' hal penting, hal penting apa?''


''Entahlah kak aku juga tidak tahu''


''Ya sudah, terus kapan kamu mau temui aku temani nanti''


''Besok saja kan kita mau ke acara kantor kamu''


''Iya'' dan mereka pun akhirnya diam tinggal mobil yang mereka tumpangi telah sampai di rumah Yuni.


''iya kak, ayo turun kita masuk kedalam tapi ko rumah kok sepih yah?'' ucap Yuni yang melihat kearah dalam rumahnya tak terdengar suara Rein ataupun Ayah dan Ibunya.


''Mungkin Ayah dan Ibu sedang membawa Rein jalan-jalan'' ucap Kriatian agar Yuni tak Curiga.


''Pak, Ayah, ibu dan Rein kemana?'' tanya Yuni ke penjaga rumah yang membukakan pintu rumah untuk Yuni.


'' Maaf ya saya tidak tahu'' kata penjaga tersebut.


''Ya sudah pak.''


''sayang kamu mandi di kamar tamu yah supaya mempersingkat waktu, nanti baru aku rapikan BajuMu" ucap Yuni yang sudah berjalan ke kamarnya untuk bersiap juga. Kris pun juga masuk ke kamar tamu dan segera mandi dan bersiap-siap.


kira-kira hampir tiga puluh menit Yuni sudah bersiap dan sedang merias wajahnya, Kris juga susah memakai bajunya dan menuju ke kamra Yuni.


tok..


tok..


tok..


''Masuk''

__ADS_1


''sayang, tolong pakaikan aku Dasi'' Yuni pun memanggil Christian'' sini sayang'' Ucap Yuni sambil mengambil Dasi yang ada di tangan Kris.


'' Kenapa lihat aku kayak gitu Kak?'' tanya Yuni yang sedang, memakaikan dasi di leher Christian.


'' Kamu Kamu sangat cantik malam ini''


''Terima kasih, kamu juga sangat tampan malam Ini'' ucap kedua pasangan itu memuji satu sama lain.


''kak,naikin resleting aku Soalnya aku kesusahan'' kata Yuni sambil berbalik dan Kristen menaikkan resleting milik Yuni.


''Sudah sayang, ayo jalan'' Yuni pun mengangguk saat ini berjalan karena dress yang digunakan terlalu panjang, membuat Yuni kesusahan berjalan menuruni tangga.


Christian berinisiatif langsung menggendong Yuni,''kak'' Yuni kaget karena tiba-tiba saja tubuhnya melayang'' jangan Gerak nanti jatuh'' ucap Kris dengan lembut. Christian pun menggendong dia sampai turun dari lantai dua menuju ke lantai satu.


''Pak, tolong jaga rumah baik-baiknya, nanti kalau ayah dan ibu pulang katakan kalau aku pergi bersama dengan Kristian'' ucap Yuni kepada penjaga rumah.


''Baik Nyonya''


''Terima kasih'' identitas pun akhirnya meninggalkan rumah Yuni menuju ke tempat akan dilangsungkannya acara tersebut. diperjalanan Yuni bertanya kepada Christian.


''Kak, apa aku berpakaian tidak berlebihan?, aku takut sampai disana aku sendiri yang berpakaian seperti ini?''


'' sayang, sayang, kamu memang harus berpakaian seperti itu karena hari ini aku akan melamarmu di depan kedua orang tua kita'' ucap Kris dalam hati


'' Tidak kok, Aku senang kamu berpakaian seperti itu Kamu cantik sekali''


'' Sudah dong dari tadi puji terus, ntar aku terbang kamu mau?'' ucap Yuni sambil terkekeh.


''Kamu sayang bisa aja, Aku sayang banget sama kamu Yun, Aku nggak mau kehilangan kamu''


'' Aku juga sayang banget sama kamu, Terima kasih ya karena sudah menerima Aku Apa Adanya, Aku harap nanti di saat pernikahan kita Tuhan memberikan aku dan kamu kesempatan untuk memiliki anak Kak''


''Amin sayang, aku juga berharap seperti itu, kita berdoa saja, agar nanti pengobatan aku ada hasilnya'' ucap Cristian sambil memeluk tubuh Yuni yang duduk di sebelahnya.


'' Yun Sebentar ya aku telepon Ando dulu, Aku ingin memastikan apakah sudah siap semuanya di sana''


'' iya silakan Telepon Ando'' Kris pun mengangkat ponselnya lalu mendial nomor Ando.


''Halo Ando?''


''Tuan''


''apa semuanya sudah siap?''


''Sudah tuan''


''Bagus sedikit lagi aku sampai bersama Yuni'' ucap Christian dan ia pun mengakhiri percakapannya bersama dengan Ando.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2