Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Ekstra 01


__ADS_3

Sementara Baby Sister keduanya di hari yang bersamaan meminta izin untuk pulang ke kampung karena kedua orang tua mereka sedang sakit.


malam itu hujan yang sangat deras membuat Yuni harus menemani kedua anaknya untuk tidur bersama, Aditya yang sangat dekat dengan Kris mengalami demam akibat merindukan Christian.


Yuni pun berusaha membujuk Aditya untuk bisa tertidur saat Yuni sedang membujuk Adit lampu mati karena hujan angin yang lebat salah satu pelayan berlari menghampiri Yuni.


"permisi nyonya, mohon maaf nyonya genset sedang diperbaiki jadi belum bisa dinyalakan lampunya"


"usahakan cepat bibi temanku sedang membutuhkan bantuan"


"Baik Nyonya"


pagi ini Yuni bangun dan mencoba hubungi sahabat Namun sayang sahabatnya tak menjawab ponselnya Ia pun paham Mengapa sampai sahabatnya tak menjawab.


Ia pun menitip kedua anaknya kepada ada asistennya untuk pergi menjenguk sahabatnya, sebelum itu Ia ingin membeli buah-buahan di suparmarket jadi Ia mampir sebentar ketika Ia ingin membayar kekasir ia bertemu dengan Atika dan Randy yang juga sedang mengantri.


"Yuni" tegur Randi.


"Mas Randi"


"Apa kabarmu dimana suamimu?"


"Aku baik-baik Mas, Kak Kris sedang ada tugas diluar negeri"


"Ini Istriku namanya Atika"


"Halo Mabak" sapa Atika dengan sopan.


Yuni pun tersenyum manis


"Hai, Oh iya Aku turut prihatin atas apa yang di alami Nadia dan Maaf Aku tidak sempat melayat"


(sedikit ceritanya disini karakter Nadia meninggal saat melahirkan anaknya karena Ia memaksakan diri untuk melahirkan normal dan terjadi pendarahan secara terus menerus, anaknya selamat dan di asuh oleh ayah dan ibunya sangat sayang.)


"Tidak apa-apa"


"Ayah Aku mau buah yang di pegang tante itu" rengek Fitria anak dari Randi.


"Kamu mau ini sayang, ini ambil sayang" ucap Yuni kepada anak itu.


"Maaf Yun, tidak usah"


"Tidak apa-apa Mas, Namanya siapa mas"


"Namanya Fitria, Aku minta maaf yah Yun, Aku tidak pernah menjenguk makam anak-anak"


"Tidak apa-apa Mas, Aku dan Kak Kris seeing menjenguk makam mereka, Oh iya bagaimana kabar ibu dan Ayah?"


"Mereka baik-baik saja, Aku berterima kasih karena waktu itu kamu mau memaafkan kami"


ketika mereka sedang berbincang ponsel Yuni ada notifikasi Yuni pun melihat dan betapa terkejutnya ternyata suami Rima sahabatnya meninggal.


"sudah mas jangan di bahas lagi soal masalalu, sepertinya Aku harus segera pergi Ada urusan"

__ADS_1


"Anak manis ini buat kamu" kata Yuni sambil menyerahkan sekantung buah-buahan yang sudah dibayar.


"Tidak usah mbak"


"sudah tidak apa-apa, Aku pergi dulu yah"


Atika dan Randi pun mengangguk..


saat Yuni mendekat di mobil Ponsel Yuni berdering ia pun segera menjawabnya.


"Halo sayang"


"Iya Hubby, ada apa?"


"Gimana anak-anak kamu dimana ini?"


"Anak-anak aku titip ke asisten, Aku lagi mau ke tempatnya Rima, Aku rasa bersalah deh sama Dia"


"Memangnya kenapa? Aku baru dapat info kalau suaminya meninggal dan semalam Dia meminta tolong ke Aku tapi pas hp Aku lowbat kak"


"Sudah sayang kamu nggak usah pikirin soal itu, oh iya hari ini Aku balik sekarang dalam perjalanan menuju bandara, kamu mending pulang kerumah nanti saat Aku sudah pulang baru kita sama-sama ke rumah alm tuan Jeremi"


"Iya Hubby"


"Ya sudah kalau begitu Aku tutupnya telponnya"


"Kak tunggu "


"Ada apa sayang apa ada yang ingin aku belikan untukmu?"


"Baiklah sayangku sebentar lagi, miss you too"


mereka berdua pun akhirnya mengakhiri percakapan Mereka pun segera pulang ke rumahnya Iya tidak jadi mengunjungi Rima sahabatnya.


" Coba ada Elsa Aku kangen banget sama kamu" batin Yuni.


"Kita mau kemana Nyonya" kata supir menyadarkan Yuni dari lamunannya.


"Pak kita kerumah"


"Baik nyonya"


****


sementara di kediaman tuan Tora kehidupan mereka sudah mulai normal usaha mereka juga sudah mulai maju, sementara Randy dan Atika pun juga sudah punya rumah sendiri.


"Nenek-nenek Ferdi mau bantuin nenek" kata Ferdi yang ingin membantu neneknya


"Tidak usah kamu masih kecil " kata Ibu Maria kepada cucunya anak dari Nadia.


"cucu kakek lebih kesini temani kakek nonton tv"


" kakek, apa Ibu Ferdi itu orangnya cantik?"

__ADS_1


" ibu kamu itu orang yang cantik"


"Ferdi kalau sudah besar Ferdi ingin menjadi dokter biar bisa mengobati orang-orang sakit"


" bagus sayang kalau kamu ingin seperti itu Kamu harus belajar yang rajin" sambung Ibu Maria.


*******


sementara di kediaman Christian Yuni yang baru saja tiba, kedua anaknya pun berlari menyambutnya.


"mama-mama"


"Abang, Ade awas jatuh"


"Yuni kamu dari mana sayang? sapa ibu Mira.


"Ibu kesini sama siapa?"


"Abang sama ade masuk main gih sama suster" kata yuni ke kedua anaknya.


"sama Ayah kamu tuh lagi didalam"


"Fani gimana bu keadaannya?"


"Baik hanya saja sekarang kasihan Ando Dia yang lebih parah mualnya"


"lucunya mereka berdua bu"


"Iya ibu sampe heran Jika adikmu kekantor maka Ando akan nangis, ibu sampai mengira Dia sedang berduka tau-taunya Dia nggak bisa pisah dari Fani memang ada-ada aja bawaan hamilnya"


"Iya bu"


"Yun, Kris kapan baliknya"


"bentar lagi katanya, memamngnya ada apa bu?"


"Syukurkalah, ibu tuh kasihan sama Aditia setiap suami kamu jalan Dia pasti rewel sampe sakit"


"Iya, oh iya bu tadi Aku nggak sengaja ketemu Mas Randi dan Istrinya"


"Dia bilang apa sama kami apa Dia berkata kasr kekamu lagi?"


"enggal kok bu sepertinya mas Randi sudah banya berubah"


"Baguslah"


"Ayah, ibu kita makan bareng yah"


"Nggak usah tadi Ayah sama ibu susah makan"


"Yuni mama mertua kamu kapan datang ibu kangen loh sama mama mertua kamu"


"Mama masih temani papa di korea kalau urusan disana selesai pasti mama kesini"

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2