Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
extra 10


__ADS_3

" Terima kasih sayang, kamu hati-hati, jangan macam-macam ingat kata Mama begitu habis kegiatan di sekolah langsung pulang karena ada hal penting yang mau mama bicarakan" kata Yuni kepada putranya.


"Iya mam" jawab Adit dan Yuni pun segera menuju kekamar tidurnya.


"Sayang, sayang, sayang bangun." kata Yuni sambil menggoyang tubuh Kris.


"Ada apa sayang Aku masih ngantuk ?" tanya Kris dengan mata yang masih tertutup.


"Adek demam." kata Yuni sambil mengambil segelas air di atas nakas kecil yang berada si samping tempat tidur.


Kris pun segera membuka matanya dan mengambil air yang di berikan Yuni.


"Loh kok adek bisa demam?" tanya Kris.


"Iya sayang Aku juga tidak tahu kenapa adek bisa demam lebih baik sekarang kamu bangun bersihkan dirimu dan kita antar adek ke kedokter." kata Yuni.


"Iya." jawab Kris dan Iya segera bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi sementara Yuni segera berisiap mengambil tasnya.


"Sayang Aku kekamar adek lebih dahulu" kata Yuni.


"Iya.." jawab Kris dari dalam kamar mandi. Yuni pun segera berjalan menuju kamar putrinya. Setiba dikamar Ia tidak melihat putrinya.


"Bibi dimana Aurel ?" tanya Yuni.


"Nona sedang di toilet bu." jawab asisten rumah tangga tersebut.


"bagaimana apa tadi Ade sudah minum obatnya?" tanya Yuni.


"Sudah bu hanya saja nona mengeluarkan semuanya lagi." kata Bibi.


"Yah sudah bibi terima kasih bibi boleh ke belakang sekarang" kata Yuni kepada asistennya. Tak lama kemudian Aurelia keluar dari toilet dan Kris pun tiba di kamar Aurelia.


"Bagaimana sayang?" tanya Kris yang langsung menghampiri putrinya.


"Ayo kita langsung kedokter" sambung Kris lagi.


"Iya papa" Jawab Aurel. Kris pun menggendong putrinya. Setibanya di halaman depan ia segera menaikkan putrinya ke dalam mobil.


setelah itu Yuni pun juga naik duduk di belakang bersama dengan Aurelia sementara Kris yang menyetir mobil. dan segera bergegas menuju ke rumah sakit atau Klinik yang terdekat dengan rumah mereka.


di perjalanan Kris menyadari Putra tidak ada Ia pun bertanya kepada Yuni.


"Mah Papa tidak melihat Aditia ?" katanya Kris kepada Yuni.


" Adit sudah berangkat ke sekolah Adit papa" Jawab Yuni.


"Kok pagi sekali berangkat nya?" jawab kris yang melihat ke jam yang ada di tangannya.


"Iya katanya lagi ada kegiatan sekolah jadi harus pagi berangkatnya" jawab Yuni kepada suaminya.

__ADS_1


"ooh tadi Adit sarapan atau tidak mam ?" tanya Kris lagi.


"Sarapan pah, tadi aku suruh dia bawa bekal juga." jawab Yuni kepada suami. tak lama di perjalanan mereka tiba di klinik terdekat.


Kris segera menggendong putrinya untuk dibawa masuk ke dalam ruang IGD.


Perawat yang sedang bertugaspun dengan sigap menangani aurelia hingga dokter tiba.


Kristian dan Yuni menunggu di luar.


"Sayang semoga Aurel tidak kenapa-kenapa" kata Yuni.


"Iya, kita tunggu sampai dokter selesai periksa saja dulu." Jawab Kris.


Setelah dokter selesai menangi Aurel, Kristian lalu bertanya.


"Dok, bagaimana dengan putri saya ?" tanya Kris


sementara Yuni berjalan mendekati putrinya.


"Tidak apa tuan sepertinya anak Tuan masuk angin saja nanti daya tuliskan resep obatnya" kata Dokter.


" syukurlah, apa anak saya perlu perawatan di sini ?" tanya Kris kepada dokter.


" tidak usah tuan, cukup rawat jalan saja. ini resepnya tuan." kata Dokter.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu."kata Dokter tersebut dan segera meninggalkan mereka di dalam ruangan itu.


Kris pun berjalan mendekati tempat tidur pasien yang di tempati oleh Aurel.


"Mama sama adek tunggu disini yah papa pergi ambil obatnya di apotik sekalian urus administrasinya." kata Kris.


"Iya Sayang " Yuni. Kris lalu pergi. Tinggalah Yuni dan Aurelia sendiri.


" Adek kenapa bisa sampai masuk angin kenapa tidak makan?" tanya Yuni.


"Adek minta maaf mam, Adek tidak ada selera makan perut adek tidak enak." jawab Aurelia.


"Ya sudah pulang nanti mama buatkan sup ayam kesukaan kamu yah" kata Yuni.


"Iya mah terima kasih" jawab Aurel.


Sementara Aditia sebenarnya tidak ada kegiatan di sekolah tapi ia sebenarnya terburu-buru ingin pergi ke rumah Ferdi.


Setibanya di rumah Ferdi , Tuan Tora yang menyambutnya.


"Selamat pagi kakek." kata Aditia


"Pagi Adit, ayo masuk Adit" jawab Tuan Tora.

__ADS_1


"Kakek Ferdi dimana ?" tanya Adit


" Ferdi sepertinya masih tidur kamu masuk saja ke kamarnya dia lagi di kamar" kata Tuan Tora.


" iya terima kasih kek kalau begitu saya permisi dulu ke kamarnya Ferdi " jawab Aditia.


Begitu tiba di depan pintu kamar Ferdi ia tidak mengetuk lagi pintu tersebut ia langsung membuka dan masuk ke dalam kamar.


ketika ia masuk ke dalam kamar tidur tersebut ternyata Febri masih terlelap dengan tidurnya.


"Ferdi.. Ferdi..." kata Adit sambil menggoyangkan tubuh Ferdi agar ia tersadar dari tidurnya.


"Apaan sih kamu " kata Ferdi yang kesal.


"Kamu tidak sekolah ?" Tanya Adit.


" bukan urusan kamu ya Aku mau sekolah atau tidak" jawab Ferdi dengan nada yang sedikit kasar.


Aditya mendengarkan ucapan Ferdi yang sedikit kasar Ia pun terdiam dan bertanya dalam dirinya.


" ini anak kenapa ya? apa aku ada salah sama dia?" batin Adit.


" Tuan Tora yang mendengar suara cucunya kasar Ia pun segera masuk ke dalam kamar dan menyuruh Adit untuk menunggu di luar.


" na Adit lebih baik kamu temui nenek Maria dulu nenek mau bicara sama kamu, biar kakek yang membangunkan Ferdi. " kata tuan Tora.


" eh kakek, Baiklah kalau begitu kek aku temui nenek dulu" jawab Aditia dengan sopan.


" Iya Nenek sedang berada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi" kata tuan Tora Adit pun mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar Ferdi menuju ke dapur.


sementara Tuan Tora masih di kamar Ferdi ia mencoba membangunkan.


" Ferdi" kata tuan Tora dengan nada yang tegas.


" Kamu ini sebenarnya ada masalah apa Ferdi?" katanya Tuan Tora lagi. namun Ferdi tak menggubris pertanyaan dari tuan Tora sama sekali.


hingga akhirnya membuat Tuan Tora sangat marah.


" Ferdi kakek tanya sekali lagi jika kamu tidak menjawab pertanyaan kakek maka kamu jangan menganggap Kakek ini kakekmu lagi" kata Tuan Tora.


dengan berat hati Ferdi pun meminta maaf kepada kakeknya.


" Ferdi minta maaf kalau Ferdi salah tapi Ferdi butuh waktu untuk sendiri kek Ferdi mau menenangkan dulu pikiran Ferdi" kata Ferdi kepada tuan Tora.


Tuan Tora yang mendengarkan ucapan cucunya pun menjadi beban pikiran." Sebenarnya apa yang terjadi sampai cucuku seperti ini" batin Tuan Tora.


" lalu kamu tidak ingin pergi ke sekolah Ferdi?" tanya Tuan Tora kepada Ferdi.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2