Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Persiapan


__ADS_3

sementara pak Tora dan istrinya yang sedang di perjalanan merasa sedih mengungat nasib kedua anak mereka.


"Ayah, ibu sedih melihat putri kita"


"sama bu Ayah juga, semoga kedepannya keluarga kita jadi lebih baik"


"Iya Ayah" lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah mereka.


setealah tiba dirumah mereka Atika yang sudah dirumah membuka cafe milik mereka.


"Ibu bagaimana kabar Nadia ?"


"Nadia baik-baik saja, oh Iya ada pesan dari Nadia katanya Dia mau kamu yang mengunjunginya Dia ingin mengenalmu"


"Benarkah Bu baiklah nanti Aki yang mengunjungi Nadia jika Aku ke tempat mas Randi"


"Terima kasih Nak"


"Iya bu"


setelah hari itu mereka beraktivitas seperti biasa.


*****


Tiga bulan berlalu kini Kristian dan Yuni sudah kembali mereka sudah beraktivitas seperti biasa.


Christian yang sedang bersiap-siap dibantu oleh Yuni.


"Kamu hari ini cantik banget sayang"


"Mulai deh kamu ini masih pagi, entar kamu telat tahu"


"Iya, Sayang kamu hari ini harus temani Aku kekantornya" kata Kristian ke yuni.


"Mau ngapain"


"Aku pengen lihat wajah kamu hari ini"


"Yang benar aja sayang, Aku harus ikutin kamu ke kantor hanya karena kamu pengelihat wajah Aku?"


"Please, boleh yah" kata Kris yang sedikit memohon.


"Iya ya sudah boleh, tapi setelah itu kita harus kerumah ibu dan Ayah karena hari ini keluarga dari Ando mau kerumah katanya mau ada acara makan malam"


"Baiklah sayang nanti setelah aku selesai meeting kita pergi ke rumah ayah dan ibu"


"sekarang Ayo kita sarapan dulu" Kata Yuni.


Yuni dan Kristian pun lalu ke ruang makan untik sarapan bersama.


"oh iya sayang tadi mama telepon katanya Dia bertemu dengan sovia di rumah sakit Sovia mengidap kanker rahim" kata Yuni mengingat mama mertuanya.

__ADS_1


"Ayo sarapan jangan bahas orang lain dan Aku tidak mau dengar namanya lagi di rumah tangga kita"


"Iya" mereka berdua pun akhirnya makan dengan tenang setelah itu mereka segera menuju ke kantor Christian.


ketika mereka tiba di perusahaan Christian mereka terkejut Ando yang seharusnya mempersiapkan dirinya untuk ke rumah orang tua Yuni malam masih berkeliaran di kantor.


" Ando sedang apa kamu di sini ?" tanya Yuni.


"Selamat pagi kakak ipar, saya kesini karena ingin menyerahkan berkas ini tuan Kris "


"oh ya tuan ini sekalian surat cutiku dan nanti besok orang yang menggatikanku baru bisa mulai bekerja"


"Tunggu jadi suamiku nanti punya asisten baru wanita atau pria?" tanya Yuni.


"Pria kakak ipar"


"sudah sayang ayo kita segera ke ruanganku Aku harus pelajari sedikit berkas ini"


"iya kamu lebih dahulu aku ingin ke kantin dulu"


"Kamu mau apa kekantin kan tadi sudah sarapan?"


"Aku mau pesan jus sayang"


"suru Ando yang beli kami ikut aku sekarang ke atas" ucap Kris yang langsung menarik tangan Yuni.


sementara Ando hanya menggeleng kepala dasar "sih Bos "


"Tadi sewaktu kesini Aku sudah bilang kamu harus tetap bersamaku Aku ingin melihat wajahmu"


"Sayang kamu kenapa sih hari ini aneh apa jangan-janagn kamu demam yah" ucap Yuni sambil menaruh telapak tangannya di bagian pipi kiri dan kanan untuk mengecek suhu suaminya.


"Kamu nggak demam kok sayang tapi kenapa kamu aneh hari ini?" kata Yuni.


" Oh iya sayang yang aku jadi ingat sama Roni dan Rani habis kamu meeting sebelum ke rumah ayah dan ibu kita singgah dulu ya ke pemakaman anak-anak"


"Iya siap Ratu" Kata kristian.


setelah mereka berdua di ruangan kerja Christian Ando pun datang dengan membawa jus yang diinginkan oleh Yuni.


"ini kakak ipar" kata Ando dengan sopan.


"Terima kasih Ando, Ando lebih baik kamu segera pulang untuk bersiap-siap jangan kecewakan adikku"


"Baik kak Aku janji" ando pun segera pergi dari ruangan kerja christian.


sementara Yuni yang sedang meminum jus tersebut duduk memperhatikan suaminya.


" sayang aku kayaknya ngantuk deh" kata Yuni.


" Ya sudah kamu tiduran di kursi sofa itu sedikit lagi aku aku akan ketemu klien di ruangan meeting jadi kamu baring-baring aja, atau kamu mau aku suruh salah satu karyawati aku untuk temani kamu? " kata Kris sambil menuju kursi sofa yang yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


" tidak usah sana Cepat selesaikan meetingnya Biar aku baring-baring di sini sendirian" Kris pun mengangguk lalu pergi ke ruang meeting.


setibanya didepan ruang kerja Ia berpesan keta salah satu kariawan untuk melarang tidak boleh ada yang masuk kedalam ruangan kerja sampai ia selesai meeting.


sementara Yuni yang didalam ruangan merasa ingin segera tidur.


"Aku kok ngantuk banget yah" Yuni pun tertidur di sofa. tak terasa dua jam berlalu Meeting telah usai Kris yang sudah kembali mendapati istrinya yang masih tertidur.


Ia pun membangunkan istrinya dengan pelan.


"Sayang" bisiknya sambil mencium kening istrinya, Yuni pun akhirnya membuka matanya pelan-pelan.


"sayang sudah selesai meeting?"


"Iya, Ayo minum airnya dulu habis itu kita jalan" Yuni pun menerima air yang diberikan oleh suaminya.


"Ayo kita jalan sayang" kata Kris.


lallu mereka berdua pun pulang Christian pun membawa Yuni ke pemakaman kedua anak-anaknya, Setelah tiba di pemakaman Yuni dan Kris pun duduk bersimpuh dan berdoa untuk anak-anaknya.


"Sayang ibu harap kalian berdua baik-baik disana ibu sangat merindukan kalian semoga mama dapat penggati seperti kalian berdua anak-anak yang berbakti dan sayang sama orang tua." kata Yuni dalam hatinya.


"Sayang mama dan papa Kris pamit pulang dulu nanti baru kita kesini lagi"


"Roni, Rani papa dan mama pulang" sambung Kris lagi.


"Sayang ayo" kata Kris kepada Yuni. Mereka berdua lalu pergi dari pemakaman tersebut.


Di perjalanan Kristian terus memeluk Yuni.


"sayang kamu ni sebenarnya kenapa sih dari tadi Aku perhatikan maunya nempel terus, nggak malu apa dilihatin sama pak supir tuh"


"Mang Ujang kan udah biasa lihatin kita sayang" Yuni pun jadi kesal dan hanya bisa pasrah denga apa yang di lakukan oleh suaminya.


setelah beberap menit perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah tuan Andi.


Yuni dan Kristian segera turun dari mobil dan masuk kedalm rumah Yuni yang melihat Ibunya sesang membatu para asisten untuk mempersiapkan segala sesuatu oa pun mendekat ke ibunya.


"Yun kamu sudah datang ?"


"Iya bu"


"Kris ayo duduk"


"Iya bu, terima kasih, Ibu Ayah dimana?" tanya Kristian


"Ayah sesang di taman belakang"


"kalau begitu biar Aku ke Ayah"


"iya sayang"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2