
''Apa Yuni sudah bertunangan, apa aku tidak salah lihat, ini Yuni atau bukan, tapi ini Elsa menulis nama Yuni dan Kristian apa benar mereka sudah bertunangan?''
''Mas kamu lihat apa kok serius banget?'' tanya Atika. Rendy pun tak menjawab pertanyaan dari Atika.'' Apa benar kamu sudah tidak mencintaiku lagi Yuni, Andaikan waktu bisa diputar Aku tidak akan melakukan kesalahan ini lagi, Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kamu lagi'' batin Randy.
''maas'' Panggil Atika lagi.
'' Ada apa Atika?''
'' Kamu kenapa sih, kok kayak orang linglung gitu?''
'' Aku ngantuk aku mau tidur dulu'' ucapan Randi sambil meninggalkan Tika dari ruang makan tersebut menuju ke kamarnya.
''Mas kamu katanya lapar ini aku udah siapin ko kamu malah pergi sih?'' kata Atika namun tak dihiraukan oleh Randi lagi dia tetap berjalan masuk ke kamarnya.
''Huuuuft, Maas kamu tu sebenarnya anggap aku istri kamu atau cuma pemuas kamu aaja sih'' gumamnya kesal. Dia pun akhirnya merapikan kembali makanan yang sudah ia siapkan untuk Randi. dan ia berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
****
keesokan paginya yuni mendapat telepon dari panti asuhan tempat yang mengadopsi Reinhard.
'' Selamat pagi nyonya''
'' pagi Ibu Sisilia apa kabar?'' tanya Yuni.
'' maaf nyonya apa nyonya bisa ke pantai asuhan sekarang?'' tanya ibu Sisilia.
'' Memangnya ada apa Ibu apa ada masalah penting?''
'' ya nyonya ini masalah soal Reinhart''
'' Ada apa dengan Reinhart?''
'' lebih baik kita bertemu saja baru membahas soal ini nyonya, tidak enak kita berbicara di telepon''
'' baiklah sedikit lagi aku akan ke sana''
''Terima kasih'' mereka pun mengakhiri percakapan mereka.
'' ada apa ya ibu pantai ingin bertemu, lebih baik aku bersiap, aku juga hari ini harus bertemu dengan ibunya Mas Randi'' ucap Yuni pelan. Dia pun segera bersiap.
setelah beberapa saat dia selesai bersiap, "Ibu di Rein?''
''Dia sedang bersama ayah di taman sayang''
__ADS_1
''Bu hari ini aku ada urusan sedikit aku titip Rein yah Bu''
''Iya sayang, tapi urusan apa sayang apa penting?sampai kamu harus buru-buru''
''entahlah Bu, tadi ibu panti tempat aku mengadopsi Rein menelpon katanya ada hal penting yang ingin di sampaikan padaKu''
''Baiklah nak, kamu hati-hati di jalan perginya sama pak supir yah sayang, ibu takut terjadi sesuatu sama kamu'' merasa kuatir dengan anaknya semenjak kecelakaan yang menimpa anak dan cucu-cucunya.
''Iya Bu, ya sudah aku jalan ya bu'' Yuni pun akhirnya pergi menuju ke panti. setibanya di panti afa seorang Wanita paru baya dan ibu panti yang sudah menunggu Yuni.
''selamat pagi, Nyonya'' sapa ibu sesilia.
'' Selamat pagi Bu Sisilia, sebenarnya Ada hal penting apa yang Ibu ingin sampaikan kepadaku?''
'' begini nyonya kenalkan ini Ibu Susi, Ibu Susi ini adalah nenek dari Reinhart, beliau mengetahui keberadaan Reinhart dari RT dimana Rein tinggal''
''salam Nyonya saya Susi, saya ingin bertemu dengan cucu saya Nyona dan saya ucapkan terima kasih karena telah merawat cucu saya,Rein itu anak dari anak perempuan saya, saya baru mengetahui kalau anak saya sudah meninggal pun itu karena tetangga saya membaca berita di sosial media''
Yuni yang mendengar perkataan dari ibu Susi mendadak kepalanya pusing dan pandangannya kabur dan Ia pun tak sadarkan diri lagi.
Ibu sesilia yang melihat, Yuni sudah tak sadarkan diri segera menelpon Mama Bella.
****
''Tumben ibu panti telpon mama pagi-pagi'' ucap mama Bela yang melihat layar ponselnya.
''Angkat mah siapa tau penting'' ucap papa Rudi.
''Iya'' jawab Mama Bela.
''Halo, selamat pagi Bu''
''Pagi Nyonya maaf mengganggu saya cuma mau kasih tau kalau Nyonya Yuni pingsan di panti''
''Apa Bu,Yuni pingsan?'' Christian pun yang mendengar nama orang yang dicintainya disebut maka ia pun langsung berhenti mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
''baik bu kami segera kesana'' ucap Mama Bella dan mereka pun mengakhiri telepon
''Mah Yuni kenapa?''
''mama juga nggak tau ayo kita ke panti kata ibu sesilia Yuni pingsan di panti'' Kris yang mendengar Yuni pingsan pun langsung bangun.
''Kris tunggu mama mau ikut, papa juga ayo kita kesana'' sambung kedua orang tuanya.
__ADS_1
''Cepat mah, Aku nggak bisa lama-lama, aku takut Dia kenapa-kenapa, Dia baru sembuh mah''
''Iya-iya, ayo jalan sayang'' ucap mama Bela.
''Biar kris yang nyetir yah'' ucap Kris dan Ibu Bela dan Tuan Rudi pun hanya diam, mereka paham dengan kekuatiran yang Kris rasakan.
setelah kurang lebih hampir 30 menit mereka yiba di panti asuhan, Yuni yang sudah di tangani oleh Dokter membuat Kris kebih tenang sedikit.
''Ibu sesilia sebenarnya apa yang terjadi?, kenapa samoai Yuni bisa berada disini?'' tanya mama Bela.
''Sebelumnya saya minta maaf Nyonya, saya yang meminta nyonya Yuni ke sini, karena keluarga dari Rein, datang dan ingin bertemu dengan Yuni dan ingin berbicara soal Rein, tapi tiba-tiba nyonya Yuni pingsan'' ucap Ibu sesilia menjelaskan.
'' dokter Bagaimana keadaan calon istri saya?''
'' tidak apa-apa Tuan Ibu Yuni mungkin hanya kecapaian dan syok saja, ini saya berikan resep nanti tolong ditebus ya''
''Baik dok'' dokter pun berpamitan.
'' Ibu Cecilia, bisa aku bertemu dengan keluarga Rein?''
''Bisa Tuan''
''Mam, pa aku titip Yuni dulu aku mau bertemu dengan keluarga Rein''
''Iya nak sana kamu temui biar mama sama papa yang temani Yuni'' Kristian pun pergi bersama ibu Cesilia, menemui Ibu Susi, sepanjang jalan ibu panti menjelaskan mengapa sampai keluarga Rein bafu datng mencari Rein.
''Mari Tuan'' Ucap Ibu Cesilia masuk dalam ruangan yang dimana ada ibu susi di dalamnya.
''Bu susi kenalkan ini Tuan Kristian Dia papa angkatnya Rein''
''salam Tuan'' sapa ibu susi
''Langsung saja bu, maksud kedatangan ibu kesini tu apa? apa ibu ingin membawa Rein dari kami bu?, dimana kalian saat anak itu butuh kalian, apa ada orang tua yang tak pernah menanyakan kabar anaknya?'' Ucap Kris yang mulai marah.
''begini Tuan, saya dan putri saya memang hilang kontak''
''Tidak semudah itu ibu datang dan mengaku kalau Rein cucu ibu, saya minta bukti kalau ibu benar-benar keluarga dari Rein jika ibu bisa tunjukan saya akan mengembalikan Rein ke tangan Ibu''
''tapi saya tidak membawa, surat-surat itu semuanya ada dirumah''
''Anda lucu sekali ibu, wajah anda ini bahkan tidak mirip dengan Rein sama sekali, Ibu kira ketika saya mengadopsi Rein saya tidak mencari tahu soal Rein?, Anda salah besar asisten saya sudah menncari tahu terlebih dahulu sebelum mengurus semua surat adopsi Rein.
Bersambung......
__ADS_1