
"Roni & Rani ibu minta maaf ke kalian sayang, semoga kalian berdua tenang di alam sana, mama sayang sekali dengan kalian".
''Mama napa Nangis?'' tanya Rein yang melihat Yuni yang sedang menangis.
''kamu belum bobo sayang?, mama cuma ingat kakak-kakak kamu sayang mama rindu sama mereka'' Rein pun bangun dari posisi tidurnya.
''Mama jangan nangis lagi kan ada Rein yang temani mama.
''Wajah mama mirip papa''
''maksud Rein papa Kris?''
''Bukan mirip papa Rein''
''memangnya Rein ingat wajah papa Rein?'' tanya Yuni, di saat yang bersamaan ponsel Yuni berdering, Yuni pun melihat ponselnya ternya Adiknya yang melakukan video call
"Iya Dek ada apa?''
''kak, tadi aku telponan sama ibu kata ibu kakak dan kak Kris mau nikah yah kak?''
''Iya Dek''
''selamat yah kak aku turut berbahagia, kakak lagi di kamar Roni yah''
''Iya sekarang jadi kamar anak angkatnya kakak ini dia'' ucap Yuni sambil menunjukan wajah Rein.
''Hai sayang siapa nama Kamu sayang?''
''ini adik mama sayang namanya Aunty Fani'' ucap Yuni menjelaskan
''kak namanya siapa?''
''Rein''
''Umurnya berapa kak? wajahnya kok kaya nggak asing yah kak'' ucap
''masa sih Dek, Dia baru 4 tahun Dek''
''Iya kak, kaya pernah ngeliat''
''salah lihat kamu, sudah ama kakak mau nidurin Dia dulu, oh Ya Dek kamu pulangkan?''
''Aku kayanya nggak bisa kak, tapi nanti Aku Usahaanin yah kak''
''Iya kak, Ya sudah kamu hati-hati di sana''
__ADS_1
''Iya'' jawab Fani dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka. Dan Yuni pun mulai menepuk bokong Rein agar terlelap.
''Rein ko bisa tadi bilang aku mirip papanya, besok aku coba tanya Dia soal orang tuanya, anak seumur Dia pasti tau nama orang tuanya. mungkin selama ini Dia takut untuk berbicara" Gumamnya
"Lebih baik aku bawa Rein ke kamarKu saja" ucapnya sendri.
"suster tolong bukankan pintu kamar malam ini aku ingin tidur dengan anakKu" katanya kepada suster dan mereka pun keluar dari kamar Roni.
****
Di tempat lain Randy yang ingin pulang kerumahnya karena hari sudah larut malam. saat Dia tiba dirumahnya dari dan ketika Iya hendak turun dari mobilnya.
Enam orang pria berbadan kekar langsung menyerbunya dan menghajarnya secara membabi buta.
bruk, bruk, bruk, bruk,bruk, bruk
setelah mereka selesai menghajar mereka pergi meninggalkan Randi. Tika yang melihat Randi telah berjatuhanpun berlarian untuk segera menolong Randy.
''Mas Kamu kenapa sampai di pukul?'' ucap Atika sambil membantu Randy untuk berdiri, "Ayo kita masuk" ajak Atika sambil membantu Rendy masuk ke dalam rumah mereka.
"Ayo duduk disini Mas, tungu disini aku ambil kompresan" kata atika dan dan Randy pun mengangguk tanda setuju.
setelah beberapa saat ia kembali dan mengompres memar yang ada pada Randi. "Mas apa ini orang-orang suruhan Mbak Yuni?"
"Aku juga kurang tau, besok aku akan pergi kerumah mereka untuk menanyakan ini, tujuan mereka apa menyuruh orang melakukan ini kepadaKu" ucap Randi yang menjadi geram mendengar apa yang Atika katakan.
"besok aku akan buat perhitungan dengan mereka" Gumamnya dalam hati.
"sudah enakan mas?" tanya Tika.
"Iya makasih Tika, sudah sekarang istirahat aku mau tidur, kamu sudah kunci pintunya?"
''Iya mas'' Jawab Atika dan Dia pun membanti Randi masuk kekamar. dan mereka pun beristirahat Keesokan paginya Randy bangun dan segera bersiap-siap untuk menuju ke rumah Yuni.
''Maas wajah kamu udah nggak sakit yah?''
''sudah aku sudah tidak merasakan sakit lagi, aku harus pergi ke rumah Yuni untuk memberi perhitungan kepada mereka''
'' tapi Mas kamu hati-hati, takutnya di rumah mereka lebih banyak lagi orang yang menjaga''
''Iya kamu tenang saja aku akan hati-hati'' ucap Randi.
''Ya sudah kalau begitu kamu sarapan dulu'' Randy pun duduk menikmati sarapan yang disediakan oleh Atika.
****
__ADS_1
Di kota S tepatnya dirumah Ibu Tamara pagi ini anaknya Ricart akan bersiap-siap ke Kota tempat Sandro berada, Ia sangat yakin betul kalau anaknya pasti berada di kota itu.
''Ibu hari ini aku akan keluar kota, Sandro sedang beraada di kota J aku yakin anakKu pasti berada di sana, kalau tidak untuk apa Dia kesana tisak mungkin kalau Dia kesana untuk urusan pekerjaan karena aku sudah mengecek di kantor cabang yang disana Dia tidak pernah ke kantor cabang"
"sekarang baru kamu sadarkan, kamu tidak pernah menyadari kalau dia itu musuh besar kamu"
"iya Bu aku minta maaf, Aku yang salah"
"oh, Ya tadi kamu bilang kalau kamu mau ke kota J?"
"iya Bu, memangnya kenapa?"
"begini nak sebenarnya di sana ada saudara sepupu ayahMu, hanya saja ayahMu tidak akur dengannya karena kelakuan ayahMu yang seperti sekarang ini, Namanya Paman Andi Lie, Dia sangat baik nak dulu Dia yang selalu membela ibu menentang pernikahan kedua ayahMu tapi"
"Benarkah? apa aku bisa minta alamatnya siapa tahu kalau sempat aku akan mengunjungi paman"
"Ah, iya benar kamu bila perlu minta bantuannya bilang saja kalau kamu anak dari Tamara Sutyo, Tunggu sebentar ibu ambilkan alamatnya, dan semoga Dia belum berpindah tempat" ucap ibu Tamara. sambil berjalan menuju kamarnya dan mengambil Note book nya.
"Rosa kamu disini sama mama yah, Aku Janji akan membawa pulang Aliandro, kamu banyak makan dan pikirkan kondisi anak kita yang srdang dalam kandunganMu" ucap Ricart sambil mencium kening dan perut istrinya.
"Iya, kamu harus janji bawa pulang anak kita"
"iya sayang"
"ini Ricard alamatnya" ucap Ibu Tamara sambil memberikan sebuah kertas.
"baiklah kalau begitu aku pamit yah, Ibu tolong aku titip Rosa ke ibu."
" kamu tenang saja ibu akan menjaga dia dengan baik-baik di sini" ucap Ibu Tamara.
" Ya sudah Bu kalau begitu aku pamit ya"
" Iya kamu hati-hati di sana, kalau sudah sampai kabari kami disini" ucap Ibu Tamara dan Richard pun pergi meninggalkan ibu dan istrinya tersebut.
*****
sementara di kediaman Tuan Andi, Randy yang sudah tiba di depan pintu gerbang kediaman Tuan Andi. Iya pun turun dari mobilnya dan berbicara kepada satpam.
" apa-apa Yuni dan ayahnya sedang berada di dalam?"
" Ya Tuan"
" apa mereka sudah tahu aku mau datang sehingga mereka menyuruh pengawal berjaga di mana-mana?" batin Randy.
" bisa aku bertemu dengan mereka"
__ADS_1
" Tunggu sebentar saya tanyakan dulu kepada tuan dan nyonya" ucap Pak satpam, Randy pun mengangguk tanda setuju, lalu satpam berjalan masuk ke dalam pos satpamnya untuk memberitahukan kedatangan Randy, sementara Randy pun menunggu di depan.
Bersambung...