Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
SINTA PULANG


__ADS_3

''Aku benci kamu Andre, enam tahun hubungan kita kamu anggap apa?, Kenapa hanya karena perusahaan Putri menyuntikan Dana ke perusahaan kamu, kamu tega sama Aku, sekarang aku tau cinta kamu bisa di ukur dengan Uang" gumam Fani. di saat yang bersamaan Fani menrima pesan dari Putri Musuh bebuyutannya sejak jaman meraka sekolah.


Putri


''Kamu, pasti sudah bertemu dengan Andre, kamu lihatkan aku yang jadi pemenang di hati Andre, Jangan bersedihnya'' pesan Putri ke Fani yang merasa bahagia atas kemenangannya mendapatkan Andre.


''Brengsek kalian berdua'' ucapnya sambil menangis.


''Aku nggak habis pikir Andre, tiga bulan lagi kita akan menikah, kenapa orang tua kamu tega sama aku, aku salah apa ke kalian? hikss.... hiiikss, Aku salah apa Tuhan? kenapa Kau berikan aku cobaan seperti ini''


****


Sementara di mobil Randi yang sedang emosi dengan Cindy pun membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.


''Mas kamu nih kenapa sih, pelan- pelan bawa kendaraannya Aku belum mau mati'' ucap Cindy dengan ketakutan.


"Apa yang kamu lakukan terhadap ibuKu sampai ibuku tak ingjn melihatku lagi?, apa yang kamu buat sehingga ibu sampai seperti itu jawab Aku'' dengan nada yang penuh amarah.


''Aku enggak ngapa- Ngapain Ibu, mungkin ibu kamu aja yang nggak suka aku dan kamu'' Ucap Cindi. Dan Randi pun tiba-tiba merem mobilnya.


''Kamu bilang ibu nggak suka?, asal kamu tahu yah dulu ibu yang membantu aku untuk biaa sama kamu, jadi kamu nggak usah ngarang, lebih baik kamu jujur'' ucap Randi.


"Aku nggak ngarang mas, ibu kamu memang nggak suka sama aku, aku aja kemaring nggak di ijinin tidur di rumah mereka untung ayah kamu baik jadi Dia mau'' ucap Cindy yang berbohong.


''Awas kalau kamu bohong'' ucap Randi dan dia pun kembali menjalankan mobilnya.


''Untung saja Mas Randy percaya dengan ucapanku, Baguslah kalau si tua bangka itu itu tidak mau bertemu dengan Mas Randy dan aku lagi artinya rahasiaku aku akan terjaga dengan baik, tapi sepertinya aku harus memberikan peringatan lagi agar dia jangan sampai membuka mulutnya'' gumam Cindy dalam hati.


"Sekarang Aku akan antar kamu ke kosnya kamu'' ucap Randi.


''Mas, masi marah sama aku?, Aku mau ikut kamu pulang'' ucap Cindy.


''Tunggu sampai kita nikah baru kamu tinggal bersama kita tunggu sampai beberapa Minggu lagi, Aku yang akan sering ke kostMu untuk melihatMu'' ucap Randi.


''Mas apa kamu gila? aku sedang mengandung anakMu'' Ucap Cindi.


''kamu tenang saja, bersabarlah sedikit'' ucap Randi. mau tidak mau akhirnya cindy menuruti kata-kata dari Randy.


''baiklah'' jawab Cindy ''untung di rumah kamu sudah ada Tika jadi aku bisa mata-matai kamu, awas saja kalau kamu macam-macam di belakangKu'' gumam Cindy dalam hati.

__ADS_1


setelah beberapa saat akhirnya Cindy tiba di kosnya,'' Mas Ayo mampir dulu'' ucap Cindy kepada Randy.


'' nggak bisa aku langsung jalan Soalnya aku harus ke kantor'' kata Randy kepada Cindy.


'' Baiklah kamu hati-hati di jalan, dan nanti sepulang kantor kamu ke sini ya'' ucap Cindy ke Randy.


'' Iya nanti aku ke sini, Ya sudah aku jalan dulu kamu baik-baik di sini'' ucapan Andi kepada Cindy dan Cindy pun hanya mengangguk, lalu Cindy pun berbalik masuk ke kamarnya Sedangkan Rendy pun menjalankan mobilnya untuk segera pulang.


''huuuffft, hampir saja ketahuan, kalau Dia tau hubungan aku dan Tika bisa bahaya'' Gumam Randi.


***


Sementara di bandara, pagi ini Sinta harus segera kembali ke rumah kotanya.


''Tante, Sinta pamit yah lain waktu Sinta kesini lagi, Sinta harus pulang karena papa Sinta udah suruh pulang'' ucap Sinta.


''Iya, sayang padahal tante yang pingin ngaterin kamu, karena tante udah bawa kamu tampa pamit dulu sama papa kamu'' Ucap Ibu Bela.


''Ngaak apa tante.. Papa juga ngerti, Salam yah sama Kris'' ucap Sinta.


''Iya sayang, kamu hati-hatinya kalau sampai kabari tante'' ucap ibu Bela. dan mereka pun saling berpelukan lalu Sinta pun berjalan memasuki ke dalam ruang tunggu, sementara Ibu Bella pun berjalan menuju mobilnya.


''Pak kita pulang ke rumah'' ucap Ibu Bella ke supir pribadi mereka.


''Aku lebih baik telpon Elsa biar di bisa temani aku kesalon hari ini sekalian aku mau nanya-nanya soal wanita pilihan Kristian'' Gumam ibu Bella, lalu ia pun mengambil ponselnya dan men scroll nomor Elsa dan video call bersama Elsa.


Tut...


Tut....


Tut....


"Halo Sa'' kata bu Bela.


''Halo Mama Bela, apa kabar?''


''Kamu ini mama sudah beberapa hari disini tapi kamu nggak datang ke rumah mama'' omel bu Bela.


''Maaf ma, kemarin Elsa sibuk''

__ADS_1


''Ya sudah kalau begitu hari ini kamu kerumah mama terus kita ke salon barengNya, mama kesepian nih, sih Kris lagi sibuk'' ucap Ibu Bela.


''Ya sudah Ma, sedikit lagi Elsa ke rumah mama'' Kata Elsa.


'' Oke kalau begitu mama tunggu ya sudah, Bye''


'' Iya Ma, bye mama'' ucap Elsa dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka.


****


sementara di kediaman Tuan Andi, Fani yang baru saja tiba, dengan mata yang sembab, langsung berjalan masuk menuju kamarnya, Bahkan ia tidak menyadari kalau ibu dan ayahnya sedang memperhatikannya.


''Ibu, kenapa dengan itu, perasaan tadi dia keluar dari rumah ini dengan wajah bergembira, Ada apa dengan dia Kenapa dia pulang dengan mata sembab seperti itu, Apa dia sudah bertemu dengan Yuni?'' tanya Tuan Andi kepada istrinya.


'' sepertinya belum Ayah coba kita telepon ke Yuni'' ucap Ibu sambil mengambil ponsel.


'' tidak usah ibu, Lebih Baik Ibu sulia ke kamar tanyakan dia kenapa'' kata tuan Andi kepada istrinya.


'' baik ayah ibu ke kamar Fani dulu'' ucap ibu Mira, dan dia pun pergi menuju ke kamar anaknya.


Tok


Tok


Tok


karena pintu kamarnya tidak dikunci Ibu pun langsung masuk ke dalam kamar Fani.


''Kamu kenapa Nak?'' Tanya Ibu Mira kepada Putri bungsunya itu.


''Bu,... Hiks.... Hiks...'' ucap Fani yang sudah menangis dan memeluk ibuNya.


''Kenapa sayang? Ayo ceritakan ke ibu? apa kamu ada masalah dengan kakakMu atau apa sayang? coba ceritakan ke ibu?'' ucap bu mira sambil menyapu pundak anaknya.


''Andre Bu...Hiks. hiks.. hiks''


'' Andre kenapa Nak? apa kalian sedang bertengkar? kalau kalian bertengkar itu hal yang wajar sayang, dalam sebuah hubungan dalam menuju keseriusan pasti akan seperti itu, apa lagi tiga bulan lagi kalian akan menikah'' Ucap Ibu Mira.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2