
''Iya Ayah aku sudah siap''
''terus kamu Kirstian?''
''saya juga sudah sangat siap bila perlu bulan ini juga saya siap''
''wah bagus sekali jika kamu ingin lebih cepat, terus tadi kamu bilang ingin bicara juga ayo katakanlah.
'' jadi begini, kemarin pelaku penabrakan itu sudah ditangkap, dan ketika aku menanyakan apakah ada orang dibalik semua kecelakaan yang terjadi pada Yuni dan anak-anak, dia bilang itu karena dia sangat ngantuk sehingga dia menabrak, tapi aku kurang yakin dengan apa yang dia katakan, karena bukti di CCTV terlihat jelas kalau dia mengikuti mobil sampai Yuni turun dari kendaraan, dan dia masih menepikan mobilnya menunggu sampai Yuni dan anak-anak keluar dari mobil.''
'' Bisakah kita bertemu dengan orang itu sekarang Kak?'' tanya Yuni.
'' orang itu sedang ditahan di kota B, Jika kamu ingin menemuinya besok kita akan berangkat ke sana'' kata Kris kepada Yuni.
'' Baiklah Kak Besok kita ke sana ya Aku sungguh sangat penasaran dengan orang yang sudah menabrak kami itu''
''Yuni, Kris ibu mohon kalian berdua hati-hati, takutnya musuhmu berada di sekitar'' ucap Ibu.
''Iya Bu.''
'' ya sudah kalau begitu kalian berdua lanjut ibu ingin bermain dengan Rein, anak itu lucu sekali'' ucap ibu
''Ayah ikut ibu'' sambung Tuan Andi. dan kedua orangtua itu pun meninggalkan Cristian dan Yuni di meja makan sendirian.
'' Kak apakah sudah sarapan?'' tanya Yuni.
''Belum, Aku baru tiba tadi dan langsung kesini aku merindukanMu sayang'' kata Christian kepada Yuni.
''Nggak percaya, paling gombal'' ucap Yuni sambil menyiapkan sarapan untuk Christian.
''kok gombal aku serius sayang''
''Iya percaya''
''Sayang Malam ini kamu sibuk tidak?, Aku pengen ngajak kamu ke suatu tempat'' kata Christian kepada Yuni.
''Tidak kok, oke sayang, tapi habis ini kita ajak Rein jalan-jalan dulu, sedari kemarin dia terus menanyakan kamu''
'' Iya sekalian kita pergi ke butik untuk mencari baju buat kamu buat malam ini''
__ADS_1
'' Oke kalau begitu ayo dimakan dulu sarapannya keburu dingin nggak enak lho kak'' kata Yuni dan Kris mulai makan-makanan yang ada dihadapannya.
****
Elsa yang sedang di rumah Kristian, mereka sedang mempersiapkan acara spesial untuk Yuni dan Christian malam ini.
''Mama Malam ini, keluarga Yuni juga datangkan mam?"
''tentu sayang, masa anak perempuannya mau di lamar orang tuanya nggak ada''
''Ya sudah Mam, sekarang mending kita ke hotel tempat acara sebentar di langsungkan''
''Iya sayang, papa juga siapnya lama banget'' kata mama Bela.
''Sabar Maa, papa Rudi nanti juga turun'' Elsa dan mama Bela pun duduk menunggu papa Rudi tak lama pun datanglah papa Rudi.
'' ayo mah elsa kita jalan yuk, Elsa mama dan papa kamu juga ikut kan nanti ke sana? tanya papa Rudi kepada Elsa.
'' mama sama papa lagi berangkat, tapi mama sama papa titip salam ke Mama Bella sama papa Rudi katanya selamat karena sudah mau punya menantu'' ucap Elsa kepada Papa Rudi.
'' Ya sudah kalau begitu ayo kita jalan'' ajak Tuan Rudi.
'' Ma tadi aku sempat buka di media sosial, aku lihat berita hari ini katanya pelaku penabrakan atas Yuni dan anak-anaknya sudah tangkap dan sudah ditahan di tahanan di kota B'' ucap Tuan Rudi.
''Iya, kalau mama ada lihat rupa anak-anak yuni pasti mama nggak sanggup lihat deh soalnya wajah anaknya yang perempuan itu hancur''
''Kasihan sekali, sudah ah nggak usah bahas itu, sekarang kita berdoa saja buat anak-anak itu, kita berdoa juga Biar ada mujizat untuk Christian agar dia bisa memberikan kita cucu ya pah''
''Amin''
****
'' Yuni apakah sudah siap kalau sudah ayo kita jalan dengan Rein sekarang'' tanya Christian kepada Yuni
'' Iya sudah, ayo Kak'' Ajak Yuni.
'' suster atau sudah bawa perlengkapan Rain semuanya?'' tanya Yuni kepada suster Ani, suster Ani adalah babysitter nya Reinhart yang diambil dari panti asuhan.
'' sudah nyonya'' jawab suster Ani. dan mereka pun akhirnya Pergi ke wahana permainan yang ada di salah satu pusat perbelanjaan.
__ADS_1
''kakak Rein senang tidak Hari ini kita mau jalan-jalan sama papa?'' katanya Yuni kepada Reinhard.
'' senang mah, Terima kasih Mama Papa sudah mau ajak Rein jalan-jalan'' ucap Rain dengan ciri khas anak kecil berbicara.
'' sama-sama sayang''
setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka tiba di tempat yang mereka maksud tersebut, Rein yang dengan ekspresi senang dan gembira, membuat Yuni dan Kris pun ikut bahagia melihat anak itu.
'' Papa-papa Rein mau naik perosotan itu'' ucap Rein sambil menunjuk salah satu permainan.
'' Ayo Sayang kalau kamu mau ke sana'' balas Kris ke Rein.
'' sayang aku tunggu di kursi ini saja ya'' ucap Yuni sambil menunjuk kursi tunggu yang ada di dekat wahana permainan itu.
''Iya''
tinggallah suster Ani dan Yuni sendiri di situ, Yuni yang tampak sedang senyum melihat kedua orang yang ia sayangi itu sedang bermain.
'' Nyonya Saya doakan semoga anda berbahagia selalu'' ucap suster Ani yang sedang menemani Yuni
'' Terima kasih suster, atas doanya''
'' Iya nyonya sama-sama'' balas suster Ani kepada Yuni.
****
sementara di rumah Randi Atika sedang meratapi nasibnya, hatinya benar-benar hancur ketika melihat suaminya yang bertingkah seperti itu di depan matanya sendiri.
sementara Randi dan Cindy sedang dikamar tidur milik Randi, mereka berdua sedang berdebat di kamar. "Kamu jangan gila mas, kamu sendiri yang tidak memperdulikan aku, saat aku butuh kamu dimana?''
''Baiklah aku memang salah tapi kenapa sampai kamu membunuh anak dalam perut kamu?, kamu Sakit Jiwa apa?, dan lihat kamu sekarang, kamu sudah melayani siapa-siapa saja sampai kamu seperti ini?, jangan buat aku senang semua kepada kamu?'' ucapan ini dengan marah.
'' Persetan dengan kamu Mas, aku sudah tidak peduli dengan kamu lagi asal kamu tahu itu'' ucap Cindy dan ia pun langsung keluar dari kamar, Namun sayang niatnya gagal karena Randy berhasil menarik tangannya.
''Lepaskan Aku'' Randi tetap di mau melepaskan hingga Dia pun menarik baju Cindi dan nampaklah dengan dengam jelas tubuh Cindi.
Plaaak Cindy menampar wajah dari Randy.
'' Kamu sepertinya udah enggak waras lagi Mas aku menyesal datang ke sini''
__ADS_1
'' Aku nggak waras karena kamu, Kenapa kamu membunuh anak dalam kandungan itu yang aku dari tadi tanyakan kepada kamu?, atau jangan-jangan dia bukan aku makanya kamu melakukan hal seperti itu? lebih baik kamu jawab jujur kalau tidak aku tidak akan Melepaskanmu dari kamar ini'' ucap Randy kepada Cindy.
bersambung