Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Test DNA


__ADS_3

"Dia melakukan itu karena takut Ayah akan lebih memperhatikan anakku, apalagi kak Sandro tisak mempunyai anak"


"Tidak Ayah tidak peduli, Ayah mau Dia pertanggung jawabkan perbuatannya, Dia salah menggunakan fasilitas yang ayah berikan kepadanya"


Setelah mereka berdebat tuan Dion pun pergin ke tempat Sandro membawa hasil test DNA.


"sekarang sudah jelas semunya kamu bukan anak kandungku hari ini juga Aku menghapusmu dari keluarga Lie"


"Ayah Aku mohon Aku minta maaf, itu tidak mungkin Aku anak Ayah dan ibu"


"Kalian bawa Dia kekantor polisi sekarang biar bertanggung jawab atas perbuatannya"


"Ayah Aku mohom"


"jangan panggil Aku Ayah kamu bukan anakku !" kata tuan Dion dengan tegas.


Sandro hanya bisa diam dan tak membalas ucapan Ayahnya.


Tuan Dion pun ingin segera kembali kekotanya untuk menemumui Karina karena Ia meraaa di bohongi selama ini.


"Ayah Aku mohon jangan bawa kak Sandro ke penjara" ucap Ricard memohon.


"Tapi Dia sudah menyakiti keluargamu?"


"Ayah Aku mohon"


"Terserah Kau saja"


Sandro yang melihat Ricard sangat membelanya Ia pun merasa menyesal karena selama ini Dia selalu berlaku jahat kepada Ricard.


Ricard pun segera membantu Sandro berdiri dan mengajak Sandro membersihkan dirinya.


"Kak mari kubantu" kata Ricard.


"Maafkan kesalahanku"


"Dengar kak kamu dan Aku tetap bersaudara dan Aku tidak pernah membencimu kak Aku memang kecewa aaktu Aku mengetahui kalau kakak yang menculik anakku"


"Maafkan Aku atas kebodohanku Aku dibutakan oleh iri hati kepadamu"


"Sudah kak Aku sudah memaafkanmu"


mereka berdua pun saling berpelukan satu sama lain.


Sebulan berlalu dari kejadian itu kini kehidupan keluarga Riacrd menjadi tenang, dan mereka sudah berada kembali di kotanya.


Ricard menggantikan posisi Ayahnya sementara Sandro tetap mendapat bagian juag walaupun tak sebanyak milik Riacrd namun Ia sangat berterima kasih karena walaupun ia bukan saudara dari Riacard tapi ia masih mau membagi miliknya. ke Sandro.


sementara Sandro Ia benar-benar sudah berubah dan Ia berjanji kepada dirinya sendiri akan melindungi Ricard.


hubungan Tuan Andi dan Tuan Dion pun menjadi lebih dekat mereka sudah saling memaafkan satu sama lain tidak ada dendam di antara mereka.


bahkan jika salah satu sedang membutuhkan pertolongan mereka tidak sungkan lagi untuk berbicara meminta tolong.


sementara Ibu Tamara dan Tuan Dion pun sudah berbaikan Bahkan mereka sudah tinggal serumah lagi.

__ADS_1


*****


Hari ini kediaman tuan Tora Atika sedang bersiap untuk mengikuti sidang putusan terhadap Randi.


"Tika kamu sudah siap sayang?"


"Sudah bu Aku sudah siap"


"Ya sudah ayo kita berangkat semoga saja nanti sidang putusannya tidak terlalu lama buat Randi" sambung tuan Tora.


"Iya" lalu merekapun menuju ke pengadilan.


ketika tiba Atika melihat Randi yang sedang bawah masuk keryang sidang.


"Mas Aku harap kamu kuat lewati semua ini" batin Atika.


Mereka masuk kedalam ruang sidang dan segera memulai.


Ibu Maria dan suaminya duduk saling berpegang tangan saling mendukung satu sama lain mendengar hasil putusan tersebut.


Tak lama sidangpun selesai dan hasilnya Randi di jatuhi hukaman 4 tahun penjara karena kesaksian dari Atika dan ibunya sedikit membantu meringankan.


"Mas Aku akan selalu setia menunggumu Mas" kata Atika saat di beri kesempatan bertemu dengan Randi.


"Terimakasih Atika maaf sudah membuatmu kecewa dan membuatmu menderita"


"Tidak apa-apa Mas yang penting sekarang habis ini kita jalani semua dari awal membesarkan anak kita" kata Atika sambil mengusap perutnya.


"Iya kamu jaga kesehatan kamu dan bayi kita"


"Randi kamu yang kuat ingat selaku berdoa didalam sana"


"Iya bu"


"Maaf waktunya telah usai" Randi pun memeluk ayah dan ibunya dan terakhir Atika lalu di bawa pergi menaiki mobil tahanan.


"Tika kamu lebih baik kerumah terlebih dahulu ayahdan ibu mau ketemu sama Nadia dulu"


"Baik Ayah" Atika lalu pergi sementara tuan Tora bersama istrinya pergi menemui Nadia.


"Ayah, ibu lega Randi tidak terlalu di jatuhi hukaman yang berat hanya saja Atika yang membuat ibu cemas karena tidak bukti yang meringankan hukumannya"


"Sudah bu tidak apa kita serahkan saja kepada pihak berwajib"


"Iya pak" pasangan paru baya itu akhirnya bersama-sama pergi menemui anak peremouan mereka.


ketika mereka tiba di tempat tahanan anak perempuan mereka, Ibu Maria melihat putrinya semakin kurus Ia pun merasa iba dengan anaknya Begitu juga dengan Pak Tora hatinya terasa sakit ketika melihat putri dan putranya terlibat dalam kasus pembunuhan. ia merasa gagal menjadi orang tua untuk kedua anaknya.


" apa kamu baik-baik saja Nak" tanya Ibu Maria kepada putrinya.


" Iya Bu aku baik-baik saja"


" ini Ibu bawakan makanan kesukaan kamu kamu makan ya" kata ibu Maria sambil memberikan rantang makanan kepada Nadia.


" Terima kasih ibu, Ayah bagaimana kabar Ayah?" tanya Nadia kepada ayahnya.

__ADS_1


" ayah baik-baik saja, apa kamu sakit Nadia wajahmu terlihat pucat, ayah dan ibu minta maaf ya jarang mengunjungimu"


" ayah dan ibu tidak usah khawatir aku baik-baik saja, tidak apa-apa lebih baik ayah banyak istirahat di rumah jangan terlalu banyak kecapean"


" Ayah Ibu maafkan aku sebenarnya aku sedang mengandung anak dari laki-laki b******* itu" batin Nadia.


" Oh iya Ibu, Atika Kan sekarang sudah tinggal bersama ibu dan ayah, kalau nanti ayah dan ibu ingin membesuk ku lebih baik suruh Atika saja bu yang datang sekalian aku ingin mengenalnya sebagai kakak iparku"


" Baiklah Ibu sangat senang, jika itu maumu Sayang nanti Ibu akan sampaikan kepada Atika"


" Terima kasih Bu"


" Iya sayang"


" Oh iya Ibu bagaimana tadi hasil keputusannya sidang Kak Randy ?"


" kakakmu dijatuhi 4 tahun penjara"


" Benarkah ibu?"


" iya hukumannya sedikit lebih ringan karena ada kesaksian dari Atika dan ibunya"


" syukurlah Bu"


"Maaf waktu besuk kalian sudah abis" kata seorang petugas.


"Baiklah Nadia Ibu dan Ayah pergi yah"


"Iya bu"


Ayah bangun dan memeluk putrinya sambil berkata


"Kamu baik-baik disini yah Nak, Ayah akan selalu mendoakanmu"


"Iya ayah, terima kasih"


Lalu pak Tora bersama istrinya oergi dari tempat itu.


sementara Nadia di bawah masuk kembali ia merasa sedih karena susah menyembunyikan kehamilannya kepada kedua orang tuanya.


ketika sudah didalam jeruji besi Ia duduk menangis mau menyesal juga tak ada guna sekarang semua sudah terjadi dan hanya pasrah dengan yang terjadi kepada kehidupannya.


sementara pak Tora dan istrinya yang sedang di perjalanan merasa sedih mengungat nasib kedua anak mereka.


"Ayah, ibu sedih melihat putri kita"


"sama bu Ayah juga, semoga kedepannya keluarga kita jadi lebih baik"


"Iya Ayah" lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah mereka.


bersambung....


Terima kasih banyak sahabat sahabatku yang selalu mendukung novel ini.


jika kalian baru pernah mampir ke novel ini jangan lupa apa like, comment Dan tambahkan di favorit kalian agar selalu berlangganan novel ini gratis ya tidak berbayar.

__ADS_1


__ADS_2