Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Ekstra 07


__ADS_3

"Memang belakangan ini Ferdi ngotot ingin ibu ceritakan tentang orangtuanya, tapi ibu tidak bisa menceritakan. Apa itu yang buat Dia berubah yah Yun? Ibu hanya tidak ingin Dia tahu tentang kebenaran masa hidup ibunya." kata Ibu Maria sambil menangis.


"Sudah Bu, ibu yang sabar lebih baik sekarang kita fokus cari Ferdi dulu. nanti baru kita ngobrol sama Ferdi tentang ibunya." jawab Yuni.


"Iya Yuni terima kasih." kata Ibu Maria dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka.


"Sayang bagaimana apa Ferdi sudah pilang??" tanya Kris yang penasaran.


"Belum sayang, kakeknya juga sedang mencari,Oh ya sayang apa Dia ke makam ibunya ?" tanya Yuni.


"Entahlah sayang." Jawab Kris.


"Sayang sebaiknya kita ke makam Ibunya Aku yakin Dia disana." kata Yuni teringat dengan kata Ibu Maria.


"Iya sayang." jawab Kris lalu mereka bergegas menuju ke makam Nadia ibu dari Ferdi.


setelah beberapa saat perjalan akhirnya mereka tiba di makam karena hari sudah mulai gelap Yuni pun menggunakan senter untuk menerangi jalannya.


ketika Yuni tiba dimakam Nadia Ia hanya menemukan tas sekolah milik Ferdi.


"Sayang bagaimana ?" tanya Kris yang berada di belakang Yuni.


"Ini sayang, ini tas Ferdi." kata Yuni sambil mengangkat tas ransel milik Ferdi.


"Berarti tadi Dia kesini." kata Kris.


"Iya tapi mengapa tasnya bisa ketinggalan disini apa terjadi sesuatu dengan Dia?" kata Yuni lagi.


"iya apa Dia punya masalah ?? ahh sayang lebih baik kita kerumah Opa dan Omanya mungkin saja Dia sudah pulang." kata Kris.


"Iya sayang ayo Aku jadi kuatir anak ini." kata Yuni.


sementara dirumah tuan Tora Ferdi sudah pulang dengan keadaan mabuk. Ia mendorong pintu dengan sangat keras.


BRAAAK..... terdengar suara pintu yang begitu keras membuat Ibu Maria yang sedang menyiapkan makan malam di dapur terkejut dan segera berlari menuju kearah pintu depan.


"Ferdi kamu kenapa ??" tanya Ibu Maria yang melihat Ferdi sudah berjalan sempoyongan dan segera berjalan mendekati dan memegang Ferdi.

__ADS_1


"Minggir kamu" kata Ferdi yang kasar kepada ibu Maria. Ibu Maria pun terkejut dengan dengan sikap Ferdi dada serasa sakit mendengar perkataan Ferdi seperti itu.


"Ferdi !!" teriak tuan Tora yang baru saja tiba "Apa-apaan Kamu ?" sambung Tuan Tora lagi namun Ferdi tak menghiraukan Ia malah berjalan meninggalkan mereka ingin menuju kamarnya.


"Tunggu kamu" kata Tuan Tora dan Ferdi pun meghentikan langkahnya. Tuan Tora lalu berjalan mendekati Ferdi.


Pllakk "Kamu ini kenapa, Mau jadi apa kamu kalau kamu sudah seperti ini?" kata Tuan Tora.


"Aku benci sama Kalian." kata Ferdi sambil berlari masyk kekamar.


sementara Yuni dan kris yang baru saja masuk merasa heran dengan yang terjadi.


"Ibu ada apa ini kenapa Ferdi di pukul ?" tanya Yuni.


"Ferdi mabuk Yun." kata Ibu Maria deng isak tangis.


"Apa kok bisa Bu memangnya Dia mabuk dimana Bu?" tanya Yuni.


"Ibu jug tidak tahu Dia pulang sudah dalam keadaan seperti itu." kata Ibu Maria.


"Iya ada di lemari dingin." jawa Ibu Mari


"Yuni, lebih baik kamu ambil madu di lemari dingin bawa kesini dengan air minum."


"Iya sayang." jawab Yuni dan Iya segera menuju ke dapur mengambil madu. Sementara Kris segera berjalan mendekat ke Ferdi dan Tuan Tora.


"Pak sudah jang dikerasin." Kata Kris.


"Anak ini sudah keterlaluan !" kata Tuan Tora yang marah.


"Sudah pak sabar, Bapak duduk biar Aku yang ngobrol sama Ferdi." kata Kris.


" Iya Pak sudah jangan terlalu dikasarin anak itu nanti dia tambah membangkang sama kita" kata Ibu Maria kepada Tuan Tora.


" Ibu ini semua karena ibu-ibu terlalu memanjakan dia akhirnya dia seperti ini" kata Tuhan Tora menyalahkan Ibu Maria.


" Aku bukan memanjakan dia tapi dia kan anak yatim piatu jadi kasih sayangku ku serahkan semua kepada dia apalagi Bapak tahu kita cuman tinggal bersama dia sedangkan Randy bersama istri dan anaknya kita tidak tahu mereka ke mana." kata Ibu Maria kepada Tuan Tora.

__ADS_1


"Sudah Ibu dan Bapak jangan berdebat lagi" sambung Yuni.


"Mana sayang madunya biar Aku yang bawa sekalian coba ngobrol sama dia." kata Kris sambil mengambil madu ditangan Yuni.


"Ini sayang" kata Yuni sambil menyerahkan madu bersama gelas yang berisikan air dingin. lalu terus berjalan menuju kamar Ferdi, setiba di depan pintu kamar Kris Mencoba membuka pintu kamar namun ternyata ia mengunci pintu kamarnya.


Tok, tok, tok...


"Ferdi, Ferdi..." panggil Kris secara perlahan dan halus.


namun tiba-tiba terdengar teriakan yang kencang dari kemar Ferdi.


"Pergi kalian Aku tidak ingin ketemu kalian" kata Ferdi dengan teriak dan sambil membanting barang-barang yang ada di kamarnya.


"Sudah Kris tidak usah lagi Biarkan saja dia di kamar seperti itu" kata tuan Tora. Kris lalu mengangguk dan berjalan menuju ke kursi yang berada di sebelah Ibu Maria dan Yuni.


"Bu apa Ferdi ada masalah belakangan ini?" tanya Kris kepada Ibu Maria.


" Sudah beberapa hari ini Ferdi terlihat aneh dan dia ingin sekali mengetahui cerita tentang ibu dan ayahnya." kata ibu meriam menjelaskan kepada Kris juga Yuni.


" tapi Bu bukannya selama ini dia mengetahui kalau ibu dan ayahnya itu meninggal karena sakit apa ada orang yang mencoba memberitahukan kepadanya kejadian yang sebenarnya?" tanya Yuni kepada Ibu Maria.


" Iya Yuni, Ibu juga bingung kenapa sampai dia ngotot mau tahu tentang ayah dan ibunya" kata ibu Maria.


"sekarang kalau mau bicara sama Dia juga ????percuma Dia tidak akan mendengar ucapan kita, begini saja esok kita ke sini lagi Yuni kita ngobrol sama Ferdi dari hati ke hati biar tahu Ferdi kenapa" kata Kris. Yuni pun mengangguk lalu ia pun mengingat tadi perkataan Ibu Maria tentang Randy.


" Oh iya Bu aku lupa aku mau tanya Memangnya Mas Randy kemana, Kenapa dia tidak tinggal bersama dengan ibu?" tanya Yuni.


"Ibu juga tidak tahu Yuni, terakhir ia disini itu 4 tahun yang lalu, mereka bilang ingin mandiri dan nanti mereka akan kesini tapi malah sampai sekarang mereka tidak ada kabar berita." kata Ibu Maria.


" mungkin saja mereka pergi ke kampung halaman dari istrinya Bu apa Ibu sudah mencoba hubungi istrinya?" kata Yuni kepada Ibu Maria.


" Ibu sudah pernah mencoba hubungi nomor yang mereka berikan kepada ibu tapi Nomornya tidak dapat dihubungi selalu diluar jangkauan." kata Ibu Maria menjelaskan kepada Yuni.


" begini saja Bu nanti aku dan Kris akan mencoba menyuruh orang untuk mengecek ke kampung halaman ibunya asal Ibu punya alamatnya" kata Yuni.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2