
"enggak kok bu sepertinya mas Randi sudah banya berubah"
"Baguslah"
"Ayah, ibu kita makan bareng yah"
"Nggak usah tadi Ayah sama ibu susah makan"
"Yuni mama mertua kamu kapan datang ibu kangen loh sama mama mertua kamu"
"Mama masih temani papa di korea kalau urusan disana selesai pasti mama kesini"
"Mama Adit kangen sama papa" kata Aditia yang berjalan menghampiri mamanya.
"Kamu tunggunya papa sebentar lagi pulang"
"Benar ma?"
"Iya sayang"
"Cucu opa kangen sama papa yah sini main sama opa" kata Tuan Andi sambil menggendong tubuh mungil Aditia.
"mamah Aku mau digendong" ucap Aureli dengan manja.
"putri mama mau digendong sini sayang mama gendong.
hari sudah tengah malam dan mereka semuanya sudah pulang.
"sekarang udah jam 2 kamu udah nyampe belum yah" kata Yuni sambil menatap wajah Kris di ponselnya.
"Ahhh lebih baik Aku tidur besok anak-anak hari pertama mereka sekolah." Yuni pun akhir tidur.
Ketika Yuni ingin mematikan lampu kamarnya pintu kamarnya terbuka, Yuni pun langsung melompat kearah Kristian dengan sigap Krisgian pun menangkap Yuni.
"sayang Aku kira kamu nggak jadi pulang"
"Nggak mungkin Aku tunda kepulanganku sayang"
Yuni pun mulai mengecup bibir suaminya," Aku rindu banget sama kamu sayang" ucap Yuni di sela-sela ciuman panas mereka berdua.
"Hei kamu mulai nakal yah" ucap Kris yang membalas kelakuan istrinya. dan mereka pun melakukan ritual suami istri.
__ADS_1
keesokannya Yuni bangun lebih awal dan mempersiapkan kedua anaknya ia merasa aangat bahagia karena Tuhan masih berikan kesempatan buat Dia karena mendapaykan suami yang baik dan anak-anak yang lucu.
Kris yang sudah bangun tak melihat istrinya di kamar Ia pun segera mencari.
"Sayang ini masih pagi kamu ngapain sudah di dapur, biar nanti bibi yang menyiapkan sarapan"
"sayang, hari ini anak-anak hari pertama mereka sekolah jadi Aku ingin menyiapkan sendiri bekal mereka"
"oh iya Aku lupa, uum ya sayang hari ini jadi tidak kita ke rumah Alm Jeremi?"
"iya jadi sayang, kamu lebih baik sana bersih badanmu bau asem tahu"
"Iya, ini karena kerjaanmu semalam"
"sudah sana malu sama bibi-bibi"
"baiklah Ibu Ratu" Kristian menuju ke kamarnya untuk bersiap.
setelah selesai iya menyiapkan bekal anak-anaknya dan sarapan Iya pun menuju ke kamar anak-anaknya untuk membangunkan mereka.
"suster tolong bantu Aku memandikan mereka" kata Yuni.
"Mama papa udah pulang belum?" tanya Adit
"siapa yang tanya papa?" suara Kristian dari arah pintu.
"Hore papa pulang, papa Abang kangen" ucap Aditia dengan girang.
"anak papa udah gede"
"Abang hikss Ade juga mau peluk papa" Kris mendekat ke anak perempuannya mereka dan mereka saling berpelukan semuanya
"Anak papa semuanya sudah gede hari ini papap dan mama yang antarin kalian yah jadi disekolah yang pintar dan jangan nakal oke"
"siap papa"
"sini mama rapikan rambut Ade dulu" setelah selesai merapikan semuanya.
merekapun sarapan bersama dan bersiap untuk jalan.
setelah tiba disekolah anak mereka ketika anak-anak sudah masuk sekolah Yuni meminta tolong kepada suster untuk awasi anaknya karena ia akan pergi ke tempat ibu Rima.
__ADS_1
Dan mereka berdua segera menuju ke kediaman Ibu Rima di sana masih terlihat suasana duka.
Saat mereka turun Ibu Rima langsung menyalahkan Yuni. Yuni mencoba menjelaskan dan meminta maaf tapi Rima tidak terima.
"Sayang sudah ayo pulang, tidak perlu meminta maaf ingat kamu adalah nyonya januard jangan buat dirimu dihina seperti ini"
"tapi Aku yang salah sayang Aku terlambat mengirim uang seandainya Aku tidak terlambat pasti suaminya masih hidup" ucap Yuni yang susah menangis.
"Sssst jangan nangis kamu tunggu di mobil yah niar Aki yang jelaskan pada Rima" Yuni pun mengangguk dan Kris mengantarkan istrinya masuk kedalam mobil dan Ia segera kembali ke hadapan ibu Rima.
"Aku atas nama istriku meminta maaf" ucap Kris merendah. malah bukannya memaafkan tapi ibi Rima mulai marah-marah yang membuat Kristian semakin marah.
"CUKUP NYONYA !! Anda tidak punya hak marah-marah kepada kami, umur manusia siapa yang tahu mungkin ini sudah ajal suami anda jadi anda tidak perlu menyalahkan istri saya" kata Kris dan langsung oergi meninggalkan ibu Rima.
ibu Rima semakin membenci dengan Yuni dan kris.
"sayang apa Dia mau memaafkanku?"
"Sudah sayang tidak usah memikirkan hal itu, lebih baik sekarang kita kesekolahannya anak-anak" kata kris sambil mengusap air mata istrinya.
"ingat sayang Aku paling tidak suka lihat kamu direndahkan orang lain jadi jangan seperti tadi lagi" krispun memeluk istrinya agar tenang.
"Aku takut sayang"
"Ada Aku, Aku akan selalu menjaga kamu dan anak-anak " kata Kris Yuni lalu diam dan mereka melanjutkan perjalanan.
Di perjalanan ia memikirkan sesuatu agar osrtinya tidak merasa bersalah.
"sepertinya Aku harus bertemu dengan dokter itu agar mengetahui dengan jelas kematian Jeremi"
"sayang kamu jangan pasang wajah sedihmu bagaimana kalau anak-anak lihat pasti dikiranya Aku yang menyakitimu nanti Aku di gebukin anak laki-laki kamu bagaimana"
"Sayah ihh mana ada Abang kaya gitu sama kamu"
"kalau kamu nggak percaya coba aja pasang wajah kusutmu itu"
"Iya-iya sayang, terima kasih yah sudah jadi suami terbaik buat Aku dan anak-anak Aki cinta banget sama kamu"
"Love you to my wife sudah yah jahan di pikirkan soal tadi munhkin saat ini ibu Rima masih terpukul dan belum mau terima kenyataan, kita berdoa saja buat Dia" Yuni pun mengangguk.
Saat mereka tiba di sekolahan anak-anak sudah menunggu mereka.
__ADS_1