Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
extra 09


__ADS_3

"Tidak perlu terburu-buru sayang, itu semua tergantung dari anak-anak kita kalau mereka tahu mana yang baik dan mana yang buruk buat masa depan mereka pasti mereka tidak akan mengikuti jejak Ferdi. Sudah jangan pikir yang macam-macam buat anak kita." kata Kris membuat istrinya untuk tidak berpikiran negatif.


" tapi ini sudah tidak baik buat pergaulan anak-anak kita sayang." ucap Yuni sekali lagi.


"Ya sudah jadi sekarang maumu bagaimana sayang?" tanya Kristian.


" Aku juga belum tahu apa yang harus dilakukan" ucap Yuni sambil memijit pelan keningnya. Sementara Kris hanya Diam tak lama perjalanan akhirnya mereka tiba dirumah Yuni pun turun dari mobil tampa menunggu Kris membukakan pintu mobil untuknya.


Kris yang melihat Yuni Ia pun paham kalau istrinya sedang memikirkan kedua anaknya.


Setibanya Yuni didalam rumah Ia langsung menuju kekamar anak-anaknya yang ia masuk pertama ke kamar Aditia. Ia melihat putranya telah tertidur


" Coba saja waktu itu aku mendengarkan perkataan Ibu mungkin tidak akan seperti ini aku tidak perlu hidup dalam ketakutan" Batin Yuni sambil mengelus pelan kepala anaknya dan tak lama Ia berada di dalam kamar itu ia segera keluar dari kamar putra dan menuju lagi kamar putrinya yang bersebelahan.


setelah ia selesai melihat putrinya ia lalu segera menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum.


"Yun, apa yang kamu takutkan sebenarnya ? " tanya Kristian yang menghentikan langkah kaki Yuni.


"Sayang.. Aku takut si Ferdi itu akan membawa pengaruh yang tidak baik buat anak-anak kita, apa lagi ayah dan ibunya itu 'pembunuh. kamu tahukan anak-anak aku meninggal karena perbuatan Ayahnya Ferdi." kata Yuni dengan tubuh yang bergemetaran mengingat kejadian yang pernah dialaminya.


Kris yang melihat istrinya seperti itu iapun segera mendekat dan menenangkan istrinya.


" kamu tenang Yun, kamu tidak boleh seperti ini, nanti anak-anak bisa curiga dan mereka tidak mau lagi berhubungan dengan Ferdi, kasihan Ferdi dia itu butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Apalagi kamu tahu sendiri sekarang dia cuman tinggal dengan kakek dan neneknya" kata Kris kepada Yuni.


" Lalu bagaimana Apa yang harus kita lakukan?" tanya Yuni lagi kepada suaminya.


" begini saja nanti aku akan menyuruh orang untuk mengikuti dan mengawasi kedua anak kita" kata kris.


"Tidak bisa Sayang, anak harus ikut mama dan papa kamu di luar negeri. Mereka berdua kita sekolahkan disana saja." kata Yuni.


"sayang kamu pikirkan sekali lagi jangan ambil keputudan dengan terburu-buru, kita lihat perkembangan dari Ferdi dulu jika memang Ferdi tetap melakukan hal yang sama baru kita membawa anak-anak ke tempat mama dan papa. kata Kris kepada istrinya sambil memegang kedua pipi Yuni dengan tangannya. " kamu jangan seperti kita harus percaya sama anak-anak kita" sambung Kris lagi.

__ADS_1


Yuni mengangguk dan sambil berkata "Tapi sayang Kamu harus janji jika Ferdi masih seperti itu, Aku mau anak- anak harus segera ketempat mama papa." kata Yuni.


"Iya sayang, sudah sekarang lebih baik kita istirahat Aku sudah capek sekali hari ini." kata Kris.


"Ohh maafkan aku sayang." kata Yuni sambil menarik tangan Kris dan mereka menuju ke kamar tidur mereka karena hari sudah semakin larut akhirnya mereka berdua pun istirahat.


Keesokan paginya Yuni bangun pada pukul 05.00 pagi untuk menyiapkan sarapan untuk anak-anak nya yang dibantu oleh salah satu asisten rumahnya.


" bibi, tolong bantu aku sajikan semuanya di meja aku akan ke kamar anak-anak untuk membangunkan mereka." kata Yuni kepada asisten rumah.


"Baik ibu." jawab Asisten rumah tersebut.


lalu Yuni pun segera menuju ke kamar Aurelia dan Aditia. Yuni terlebih dahulu masuk ke kamar Aditya setibanya di kamar Aditia Ia mengetuk pintu Namun Adit sudah bangun dan sudah bersiap. "Kamu sudah bangun Nak tanya Yuni ?"


"Iya Ma, hari ini aku harus lebih awal ke sekolah karena ada kegiatan" jawab Adit kepada mamanya.


" Oh ya sudah kalau begitu kamu turun ke bawah dan sarapan terlebih dahulu biar mama bangunkan Adikmu dulu." jawab Yuni kepada Putranya.


"Sepertinya belum sayang. Bagaimana apa perlu dengan papa kamu ?" tanya Yuni.


"Tidak kok mam, kalau begitu Aku tidak pamit papa lagi yah karena Aku harus segera berangkat ke sekolah." jawab Aditia.


"Iya sayang, oh iya Dit mama minta sama kamu tolong nanti setelah selesai sekolah langsung pulang karena ada hal yang ingin mama bicarakan." kata Yuni.


"Iya mam." jawab Aditia.


"Ya sudah kalau begitu sana sarapan lalu segera berangkat." kata Yuni. Aditia pun mengangguk dan segera berlari ke ruang makan.


Sementara itu Yuni segera masuk kamar tidur putrinya.


"Aurelia sayang ayo bangun" kata Yuni sambil berjalan menuju jendela.

__ADS_1


"Pagi mam." ucap Aurelia dengan suara yang sedikit serak.


"Anak gadis mama kok bangunnya siang sih ? itu kakak kamu sudah berangkat ke sekolah." kata Yuni sambil membuka gorden jendela.


"Maaf ma badan Aku tidak enak, bisa tidak hari ini aku izin saja." kata Aurelia.


Yuni yang mendengar ucapan dari Aurelia pun segera mendekat ke tempat tidur.


"Kamu kenapa sayang?" kata Yuni sambil memegang dahi anaknya." Adek badan kamu kok panas kayak gini kita ke rumah sakit ya sekarang" kata Yuni.


Aurelia pun mengangguk. Yuni segera mengambil jaket milik aurelia dan memakaikan kepada Aurelia.


"Kamu tunggu di sini mama pergi bangunkan papamu dulu" kata Yuni kepada Aurelia.


" Iya Mah" jawab Aurelia. Yuni lalu bergegas menuju ke kamar tidurnya. namun sebelum ia menuju ke kamar iya pergi ke dapur dan meminta tolong kepada urusan rumahnya untuk membawakan sarapan dan obat penurun demam.


" Bibi tolong antarkan sarapan dan obat penurun demam ini ke kamar Aurelia." kata Yuni sambil mengambil obat di kotak P3K yang berada di dekat ruang makan tersebut.


" mama adek kenapa? " tanya Aditya yang sedang sarapan.


" adikmu demam, kamu nanti minta tolong Pak nudin Untuk mengantarmu ya sayang, Mama harus segera ke kamar untuk membangunkan papamu." kata Yuni sambil mengecup kening putranya


" mah apa aku izin saja hari ini?" tanya Aditia.


" tidak usah sayang kamu ke sekolah saja, biar mama dan papa yang mengurus adikmu" kata Yuni.


" Baiklah kalau begitu mah aku, berangkat dulu nanti aku akan meminta izin untuk Aurelia" kata Aditia.


" Terima kasih sayang, kamu hati-hati, jangan macam-macam ingat kata Mama begitu habis kegiatan di sekolah langsung pulang karena ada hal penting yang mau mama bicarakan" kata Yuni kepada putranya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2