
'' Sudahlah tidak usah bahas lagi soal kejadian anak-anak kita, Randy dan Yuni pun juga sepertinya mereka ingin melupakan masa lalu mereka, Biarkan anak-anak kita menentukannya sendiri, dan biarkan pengalaman ini menjadi pelajaran yang berharga buat mereka, agar jika suatu saat nanti mereka ingin berbuat kesalahan mereka akan melihat dari masa lalu mereka.'' kata Tuan Andi kepada tuan Tora.
setelah beberapa menit Seorang perawat keluar dari dalam ruangan yang memeriksa Randy memberitahukan kalau Randy menyebut seseorang yang bernama Yuni.
'' Permisi tuan nyonya, jika diantara kalian ada yang bernama Yuni harap untuk pasien karena pasien sedari tadi memanggil terus nama Yuni'' kata perawat tersebut.
'' Maaf suster, kami tidak bisa menghadirkan Yuni di sini yang suster, karena Yuni juga masih dalam keadaan kritis'' ucap Tuan Tora. Tuan Andi yang mendengarkan perkataan tuan Tora pun membiarkan saja ia tidak ingin mereka mengetahui kalau Yuni Sudah sadar.
'' suster Apakah suster tidak salah dengar seharusnya dia memanggil namaku bukan Memanggil nama mantan istrinya'' ucap Cindy yang tiba-tiba berada di belakang Tuan Tora dan yang lainnya.
'' maaf tuan Tora Sepertinya saya harus permisi dulu'' kata Tuan Andi.
'' baik silakan Terima kasih atas kunjungan anda'' kata tuan Tora kepada tuan Andi dan Tuan pergi meninggalkan tempat itu bersama istrinya.
'' suster Apa saya bisa melihat suami saya di dalam?'' kata Cindy yang tidak peduli dengan kehadiran- Ibu Maria dan Tuan Tora.
'' Cindy kamu itu punya sopan santun terhadap orang tua tidak?'' tanya Nadia.
''Bodo amat'' dan Dia pun melangkah masuh kedalam ruangan setelah suster mengijinkan Dia masuk.
''Ya ampun ini kak Randi ketemu dimana sih ni perempuan, heran deh nggak ada sopan santunya,beda banget sama k Yuni''
''Sudahlah, tidak usah membahas, soal itu sekarag ayo kita lihat Randi di dalam'' ajak Tuan Tora lalu mereka masuk ke dalam ruangan itu.
Randi yang baru saja sadar dari siumannya melihat wjah Cindy seperti Yuni.. ''Yun,kamu sudah sadar aku minta maaf yah''
''Mas sadar ini aku Cindy bukan Yuni'' Cindy yang kesalpun akhirnya meninggalkan Randi.
''Ibu tolong tahan Yuni, bilang ke Dia aku sangat mencintai Dia aku menyesal telah berbuat salah kepadanya,Tolong bu katakan ke Yuni... hiks.. hiks''
''Randi sadar Nak itu bukan Yuni itu Cindi, Yuni masih terbaring di ruan ICU'' ucap Tuan Tora yang membuat Randi menjadi sedih..
''Aku memang benar-benar bodoh, kenapa aku bisa menghancurkan rumah tanggaku sendiri,kenapa aku seberengsek ini Ayah?''
__ADS_1
''Sudahlah Nak, sekarang kamu harus ingat kamu sudah mempunyai pilihanMu sendiri yaitu Cindy ingat dia sedang mengandung anakMu belajarlah melupakan masa laluMu''
''Iya kak, lebih baik kakak lupakan kak Yuni kita tidak usah berurusan dengan keluarga kak Yuni lagi, Aku benar-benar malu atas sikap ku dulu kepada Kak Yuni, semoga saja dia mau memaafkan kita''
......
ini dua minggu berlalu kondisi Yuni sudah semakin membaik, kini ia sudah tidak tahan lagi untuk bertemu dengan anak-anaknya.
hari ini dia sudah diizinkan pulang oleh dokter, ia merasa sangat senang karena akan bertemu dengan anak-anaknya, Christian yang mendorong kursi rodanya pun, melangkahkan kakinya dengan berat, karena beberapa hari ini, Yuni selalu ngotot ingin bertemu dengan anaknya.
'' Baiklah kita akan pergi bertemu dengan anak-anakmu tapi kamu janji kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu, jika mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya''
'' ngomong apa sih Kak Ayo cepat aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anak-anakku''
Christian pun tak menjawab lagi dia langsung bergegas membawa Yuni naik kendaraannya dan menuju ke tempat pemakaman di mana anak-anak Yuni dimakamkan.
setelah memasuki area pemakaman, Yuni yang melihat pun menjadi bingung dan bertanda tanya kepada Cristian.
''Kak,kenapa aku di bawah ke pemakaman?''
''Kenapa kalian semua disini?'' Tanya Yuni
''Yun, tadi kamu bilng ingin bertemu kedua anakMu kan?,disinilah tempat mereka beristirahat''
''Jangan becanda kak, kalian bilang anak-anakku sudah baik-baik saja dimana mereka?''
Yuni yang melihat supir yang sudah membawa kursi rodanya pun ia meminta turun
''kak turunin aku''
''Nak, anak-anakMu sudah tiada'' sambung bu Mira
''apa bu?, ibu jangan main-main ngomong begitu''
__ADS_1
''ibuMu benar Nak'' sambung tuan Tora.
''Yun, yang sabar'' sambung Elsa
''kaka, kakak harus kuat''
Yuni yang mendengar semua perkataan orang-oranh itu pun serasa dunianya runtuh dadanya sesak nafasnya memburu.
''BOHONG,KALIAN SEMUA BOHONG, Kak Cris jawab Aku apa benar itu semua?'' Cristian yang mendengar perkataan Yuni pun hanya mengangguk Ia tak sanggup menjawab.
''aaaahhhhgg Roni Rani anak-anak Ibu? Tuhan kenapa kau mengambil dua anakKu sekalian? Apa salah mereka Tuhan?,kenapa kau tidak ambil Nyawaku juga Tuhan? Kaka... Ade...''
Cristian yang melihat Yuni yang sudah menangis sejadi-jadinya pun tak tega
''sayang kamu jangan kaya gini, kamu kalau nangis kaya gini kasihan anak-anak di sana, Roni nggak mau kamu sedih, Mungkin beberapa minggu yang lalu Dia sudah berasa akan meninggalkamu Dia berpesan ke aku untuk jagain kamu, jadi kalau kamu kaya gini gimana? mereka berdua pasti sedih aku mohon kontrol emosi kamu, kamu baru sembuh'' kata Cristian sambil memeluk Yuni.
''Yuni kamu harus sayang, ikhlaskan kedua anakMu Ayah Yakin mereka pasti sudah bahagia disana'' kata Tuan Andi.
''iya benar Nak, Anak itu titipan yang kuasa kita nggak ada hak jika yang kuasa ingin mengambil pulang mereka,Percayalah Tuhan takan memberikan seseorang ujian jika dia tidak mampu melalui ujian itu'' kata ibu Mira.
steleh kira-kira hampir 30 menit mereka berada di pemakaman tiba saatnya mereka pulang.
''Kak ayo kita pulang''
''Fani lebih baik kamu sama ayah dan yang lainnya pulang lebih dahulu, biar kak cris yang temani kak yuni disini k yuni belum mau pulang.''
''baiklah kak, kalau begitu kami pamit dulu''
''Yun, cris aku pulang dulu yah, masih banyak kerjaan di kantor '' pamit Elsa
''iya terima kasih Elsa'' jawab Yuni. dan Elsa pun pergi meninggal mereka berdua..
''Kak, aku nggak mau balik kerumah dulu, disana banyak kenangan bersama anak-anak''
__ADS_1
''Ya sudah kamu ke apartemen aku saja, disana kamu bisa beristirahat, Nanti aku hubungi ayah dan ibumu dan Fani agar bisa mengantarkan bajuMu atah kau Fani menemanimu juga bisa''
Bersambung....