Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
WANITA ULAR


__ADS_3

'jangan coba-coba buka mulut tuaMu ibuku sayang, jika berani sampai itu terjadi maka kau tau sendiri akibatnya.'' ucap Cindi lagi.


Ibu Maria benar-benar tampak Shock mendengar Pengakuan dari Cindy dia hanya terdiam dengan tak membalas ucapan Cindy nafasnya memburu dadanya sesak dan kepalanya sakit secara tiba-tiba.


''Ternyata wanita ini sangat kejam, aku tidak menyangka,Randy bisa menemui wanita licik ini'' ibu maria yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.


''sudah pahamkan ibu mertuaku tersayang, bisakah Aku menginap di rumahmu sehari?Aku kan juga menantumu'' ucap Cindy.


Ibu Maria pun hanya mengangguk dan membawa masuk Cindy kedalam rumahnya.


***


sementara Randi yang menyuruh Tika mengantarkan air minum kekamarnya.


Tok


Tok


Tok


"permisi Tuan'' ucap Tika..


"Kamu masuk lah'' ucap Randi,Tika pun masuk kedalam kamar itu.


"Tuan Randi ini sangat tampan ternyata pantas saja Mbak Cindy tergila-gila sama Dia,andaikan aku yang jadi nyonya pasti ibu aku bawa kesini." gumamnya dalam hati.


"Tuan, ini airnya saya permisi dulu takut Nyonya marah.'' ucap Tika.


''Dia tidak akan memarahiMu, karena Dia tidak pulang kesini'' ucap Randi.


''Kamu tolong pijit kakiKu" Ucap Randi sambil duduk di kursi.


" Baik Tuan'' Tika pun mulai duduk di bawah, dan memijit kaki Randi.


Tika yang menggunakan baju tali satu tersebut tak sengaja memamerkan bukit kembarnya.


Randi yang sudah tidak tahan ingin menjamah kedua bukit itu, langsung mengangkat tanganya dan memamasukan kedalam baju Tika.

__ADS_1


Tika pun terkejut, '' Tuan'' ucap Tika sambil berdiri dan menolak tangan Randi.


"Tidak bisa seperti ini tuan, saya takut nanti Mbak Cindy marah, Mbak cindy itu masih saudara jauh saya.


"Kamu, tenang saja aku akan mencari bukti soal anak yang di kandung cindy dan aku tidak akan menikahinya sampai dia melahirkan." ucap Randi yang mencoba membujuk.


"Tapi aku, takut mbak cindy tau, Dia orangnya sangat nekat Tuan aku takut, Dia melukai ibuKu" Ucap Tika.


''Tunggu sebentar Tika, apa kau juga menyukaiKu"


tanya Randi. Namu Tika tak membalas, Dia sendiri juga bingung rasa kagum atau rasa ingin memiliki.


" Baiklah Tika jika kau belum mau jawab tapi temani aku disini, aku janji tidak akan melakukan hal yang jauh'' ucap Randi. Dan Tika pun hanya mengangguk.


"Ibu, Maafkan Aku Bu tapi aku hanya ingin membahagiakan ibu'' Gumamnya dalam hati.


***


sementara di rumah tuan Tora, Ibu Maria dan Cindy yang baru masuk ke dalam rumah itu.


''ahh, ibu ternyata bawa menantu kita'' ucap tuan Tora.


'' Tentu saja boleh nak, kamu kan sebentar lagi akan menikah dengan Randy, dan kamu juga sedang mengandung cucu kami, jadi boleh saja lah kamu tidur di sini'' ucapkan Tora kepada Cindy.


'' Ibu tolong antarkan Cindy ke kamar tamu Bu, biar dia bisa istirahat, lagian kan dia sedang mengandung kasihan kalau kecapean ini sudah malam'' ucap tuan Tora kepada istrinya.


'' Baiklah ayah'' ucap Ibu Maria. dan dia pun mengajak Cindy untuk ke kamar tamu.


'' kamu istirahat di sini'' ucap Ibu Maria


'' Terima kasih ibu mertua ku sayang, dan ingat ibu aku sangat sayang kepada ibu jika Ibu mau mengikuti semua perintahku'' kata Cindy kepada Ibu Maria, Ibu Maria pun hanya mengangguk saja.


dan ia pun meninggalkan sendiri di kamar itu itu sendiri lalu berjalan menuju ke kamarnya, Tuan Tora yang sudah berada di kamarnya merasa bingung dengan wajah Ibu Maria yang cemas.


'' ibu-ibu kenapa?, dari tadi ayah perhatikan Ibu sepertinya sedang mencemaskan sesuatu'' tanya Pak Tora kepada istrinya.


'' tidak ayah, Ibu hanya kuatir saja dengan Randy, apa dia tidak mengetahui kalau istrinya sedang berada di luar rumah, atau mereka berdua sedang bertengkar ayah?'' ucap Ibu Maria.

__ADS_1


'' Memangnya kenapa ibu berbicara seperti itu apa ada sesuatu yang Ibu tahu?'' tanya Pak Tora.


'' tidak ada apa-apa ibu hanya bertanya saja'' ucap Ibu maria.


'' kalau begitu ya sudah kita istirahat saja Bu Jangan pikirkan yang lain-lain, ingat umur kita sudah tua tidak boleh terlalu pikir yang berat-berat'' ucap Tuan Tora ke istrinya.


'' Iya Ayah, Ya sudah kalau begitu Ibu pergi bersih-bersih dulu'' ucap Ibu Maria sambil menuju ke kamar mandi.


'' aku harus berbuat sesuatu itu agar Randy terlepas dari wanita ular ini, Aku tidak menyangka wanita ini begitu jahat, Kenapa dia tega sekali membunuh Roni dan Rani yang tidak tahu apa-apa persoalan mereka, Apa karena obsesinya untuk mendapatkan Randy, sehingga ia tega berbuat seperti itu?, Kasihan sekali cucu-cucuku, meninggal akibat perbuatan istri muda ayah mereka, ooohh Sungguh malang nasib mereka, Rani Rani Maafkan, Oma semua gara-gara Oma kalian bisa mengalami hal seperti itu, andai saja dulu nenek tidak membantu ayahmu, Pasti kalian masih ada sampai sekarang, aku ini nenek seperti apa yang tega berbuat seperti itu kepada cucuku, semasa hidup mereka aku selalu menyakiti mereka, tidak pernah menganggap mereka ada, Yuni kamu Ternyata menantu yang sangat baik maaf, karena kebodohan ibu, kamu kehilangan 2 anak kamu'' batin ibu maria.


''Tuhan andai waktu bisa diputar ulang, Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama, mungkin ibu tidak akan pernah menyetujui sikap orang di kepada yuni, kalau ibu tahu akan bertemu dengan wanita ular seperti Cindy. aku harus berbuat apa?, jika aku salah ambil tindakan nyawaku dan nyawa randy jadi taruhannya, Cindy sepertinya tidak main-main dengan ucapannya, dia bahkan Rela menodongkan Pisau ke perutku tadi, hanya untuk membuat aku menutup mulut, Siapa yang bisa membantuku keluar dari masalah seperti ini, Bagaimana jika Randy tahu yang membunuh anak kandungnya adalah istri simpanan nya? Bagaimana jika ayah tahu yang sebenarnya, Bagaimana jika Yuni juga tahu yang sebenarnya, Bagaimana jika keluarga Yuni Juga Tahu, kalau yang membunuh Roni dan Rani, adalah Cindy?, rasanya aku ingin mati saja mengetahui semua kenyataan ini'' gumam Ibu Maria dalam kesendiriannya di kamar mandi.


"AAAAHHHHHGGGGGGG" Frustasi ibu Maria, Pak Tora yang mendengar suara teriakan istirnya pun berlari pelan mengetuk pintu kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


"Ibu, kenapa didalam?, apa ibu baik-baik saja?'' tanya Pak Tora namun tak dibalas oleh ibu Maria.


Tok


Tok


Tok


"ibu....ibu......'' namun tak dijawab juga oleh Ibu Maria dan akhirnya Pak Tora mengambil keputusan untuk mendobrak pintu kamar mandi tersebut.


dalam hitungan 123 bruuukkkk pintu pun akhirnya terbuka.


Bersambung.......


jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.


Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.

__ADS_1


love...love...love..... untuk kalian.


__ADS_2