
'' Mama pulang lebih dahulu saja nanti aku bersama dengan Yuni dijemput oleh Ando'' ucap Christian.
'' Ya sudah kalau begitu Mama pergi dulu, Kris kapan-kapan ajak Yuni ke rumah biar bisa kenalan sama papa'' kata ibu Bella kepada Christian.
'' Iya Ma, nanti Yuni ke rumah'' ucap Yuni.
''Ya sudah kalau begitu,mama pulang dulu ya'' ucap Mama Bella dan Yuni dan Kris pun mengantar ibunya sampai di depan pintu saja, sementara ibu panti juga tetap berada di ruangan di mana Reinhart dirawat.
Saat Yuni dan Kris ingin masuk kembali ke dalam ruangan terdengar ponsel dari Christian berdering
''Yun, sebentar aku jawab telpon dari Ando'' Yuni pun mengangguk dan menunggu Kris.
''Halo Ando''
''Tuan aku sudah di jalan ingin menuju klinik apa masih ada yang mau di titipkan?'' tanya Ando.
''Sebentar Aku tanya Yuni'' kata Kris sambil Memindahkan ke mode speaker pada ponselnya agar Yuni bisa berbicara langsung kepada Ando.
''Sayang kau mau titip apa biar Ando bawakan?''
''Ahh itu bawa buah-buahan sama bubur ayam saja agar biar aku suapi Rein''
''Baiklah''
''Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati Ando'' ucap Kris. dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka.
''Kak, kita duduk disini dulu, aku pengen ngobrol'' ucap Yuni.
''Mau obrolin apa Yun?''
''Aku pengen adopsi Rein boleh tidak kak?''
''kalau itu buat kamu senang kenapa tidak sayang, nanti kita bicarakan sama ibu panti yah''
''Iya, terima kasih kak'' ucap Yuni.
''Kalau sudah ayo kita masuk Yun, tuh Rein nangis lagi'' capres kepada Yuni dan Yuni dan Kris pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut.
'' Ibu Cecilia Ada apa dengan Rein Kenapa dia menangis?'' tanya chris kepada ibu panti tersebut.
'' Entahlah tuan, saya juga bingung dia selalu seperti ini menangis memanggil-manggil mamanya''
''Rein, sayang tidak boleh nangis anak pintar itu harus dengaran'' ucap Yuni sambil menyeka air mata Rein.
''Sini papa gendong Rein yah, Rein jangan nangis'' ucap Kris kepada Rein, dan Rein pun mulai tenang dan tak mengeluarkan suara tangisnya lagi di saat Christian tengah menggendong Rein datanglah Ando dengan membawa pesanannya Kris dan Yuni.
__ADS_1
Kris pun lalu mendudukan Rein di tempat tidurnya.
''Rein ayo tutup matanya papa dan mama ada hadiah buat kamu'' ucap Kris sambil mengambil sebuah paper bag yang berisikan mainan, Rein pun menuruti apa yang di ucapkan oleh Kris maupun Yuni.
''satu, dua, tiga buka matanya sayang'' ketiga Rey membuka matanya dan melihat ada beberapa mainan mobil-mobilan, membuat ia menjadi tertawa senang.
''kamu senang sayang ?'' tanya Yuni. Rein pun hanya sibuk dengan mainan barunya,''Kalau kamu senamg ayo makan dulu, aaaa'' kata Yuni sambil menyuapkan satu sendok bubur kemulut Rein dan Rein pun membuka mulutnya.
Rein yang dengan lahap memakan bubur yang Yuni suap hingga tak terasa bubur itu habis."Anak hebat buburnya sudah habis, sudah kenyang sayang?'' tanya Yuni Rein pun mengangguk.
''Tuan, Nyonya terima kasih atas bantuan kalian''
''Tidak apa-apa bu, saya senang dengan Rein bu, jika ibu tidak keberatan saya ingin mengadopsi Rein''
''Tentu tidak keberatan Nyonya, anda begitu tulus menyayanginyadan Dia langsung dekat dengan Nyonya dan Tuan, saya percaya anda dikirim Tuhan untuk menjadi orang tuanya'' kata ibu panti.
''aah terima kasih ibu, nanti asisten saya yang mengurus semua surat-surat yang di butuhkan'' ucap Kris.
''sayang, sayang mau ikut mama pulang?'' tanya Yuni.
''Iya, mau''
''Kalau begitu, Rein harus istirahat biar cepat pulang dengan mama'' ucap Yuni sambil mengelus kepala Rein.
''Tuan, Nyonya saya permisi menjawab telpon dari panti dulu'' kata ibu panti.
'' sayang aku akan memberikan kabar ke orang rumah agar mereka mempersiapkan kamar untuk Reinhart'' ucap Yuni dengan penuh semangat.
''terserah kamu sayang aku ikut apa yang kamu katakan saja'' Ucap Kris. Lalu Yuni pun mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Ayahnya.
''Halo, Ayah''
''Iya Nak, bagaimana kenapa kamu belum pulang ini sudah malam'' tanya Tuan Andi yang kuatirkan putrinya.
''Aku masih di Klinik Ayah''
''Apa kamu sakit lagi nak?, cepat share lokasinya biar ayah kesana''
''Tidak ayah, bukan aku yang sakit''
''lalu siapa yang sakit?
'' Begini ayah, tadi aku kePanti Asuhan, ada anak panti yang sakit dan aku mau minta tolong kepada Ayah, tolong beritahukan kepada pelayan untuk rapikan kamar Roni aku ingin mengadopsi anak ayah?''
''Benarkah ?, tapi mengapa Kau ingin mengadopsi anak? apa anak itu seusia dengan Roni?''
__ADS_1
''Tidak ayah, usianya baru 4 tahun, nanti aku akan ceritakan kepada ayah''
''ooh baiklah, nanti Ayah suruh pelayan merapikannya, dan apa kamu butuh pelayan Dian?''
''Oh,tidak usah Ayah disini ada kak Kris, bersama dengan yang lainnya, Ya sudah kalau begitu ayah aku tutup telponnya yah''
''Iya Nak, kamu hati-hati yah'' ucap Tuan Andi dan mereka pun mengakhiri percakapan antara ayah dan anak ini.
''Tuan, Nyonya saya mohon maaf sekali saya harus kembali ke panti, saya akan menyuruh seorang untuk datang menjaga Rein disini'' ucap ibu panti.
''Tidak apa-apa Bu, silahkan bu'' ucap Kris.
''Terima kasih Nyonya dan Tuan anda berdua memang sangat baik, baiklah kalau begitu saya permisi.'' ucap Ibu panti,Yuni dan Kris pun menganggukan kepalanya tanda mereka setuju.
''Apa kalian semua sudah makan malam Tuan Nyonya jika belum silahkan biar aku yang menjaga anak jagoan ini'' Ucap Ando.
''Baiklah Ando, kamu tolong jaga dia sebentar kebetulan di sudah tidur'' ucap Kris.
''Ayo sayang, kita pergi makan'' ajak Kris ke Yuni. Lalu mereka berdua pun berjalan keluar, sepanjang perjalanan Yuni terus memeluk lengan Kris.
''Kamu kenapa sayang?''
''Tidak, aku cuma tidak mau jauh dari kamu''
''Kamu tuh,kalau begitu ayo kita nikah, biar jangan jauh-jauh dari aku'' ucap Kris sedikit terkekeh.
''Sebentar lagi sayang, tunggu aku pulih benar-benar, setelah menikah nanti kita lanjutkan pengobatan kamu yah sayang'' ucap Yuni.
''Terima kasih sayang, I love you''
''Love you too''.
****
setelah Dua minggu berlalu, Kini Ando sedang mendapatkan kabar Kalau pelaku penabrakan itu sedang berada di daerah B, ada seseorang yang mengirimkan pesan kepada ada Ando.
Christian pun akhirnya memutuskan untuk ikut bersama Ando pergi bersama pihak yang berwajib agar menangkap pelaku penabrakan tersebut.
"Ando, semoga kita tidak terlambat, Aku takut Dia kabur'' ucap Kris.
'' tenang tuan dia tidak mungkin kabur di siang hari begini''
'' Apakah yakin Ando?'''
'' saya sangat yakin Tuan karena orang yang menginformasikan itu katanya dia tidak pernah keluar kalau siang hari malam hari baru dia keluar''
__ADS_1
'' Baiklah kalau begitu'' kata Kris.
Bersambung......