Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
MENERIMA TAWARAN


__ADS_3

MOHON MAAF UNTUK HARI INI CUMA SATU EPISODE YAH KESAYANNGANKU SEMUANYA KARENA HARI INI AUTHOR LAGI SIBUK DI DUNIA NYATA


AUTHOR JANJI BESOK UP NORMAL...


SELAMAT MEMBACA SAYANG-SAYANG SEMUANYA.


" Wah, pantas dia langsung lengket sama kamu Yun, itu karena kalian masih ada hubungan darah, tapi kok ada yah orang yang tega menculik anak selucu Rein''


''Iya mah, beruntung anaknya selamat dan nggak apa - apa, dan sekarang Dia sudah mulai ceria lagi nggak kaya awal-awal Dia yang suka murung dan nggak mau bicara'' Ucap Yuni.


''Syukurlah kalau begitu''


''Rein, ini papa sama mama kamu'' ucap Yuni sambil menyerahkan ponsel ke wajah Rein karena mereka melakukan Vidio call. setelah mereka kangen-kangenan sama Rein, Ricard pun berbicara dengan Yuni.


''Mbaak Aku titip anakKu yah mbak mungkin beberapa hari ini aku urus berkas-berkas aku, setelah selesai baru aku kesitu mbak''


''Iya, nggak apa aku senang, malah tadi aku kira kamu langsung bawa Rein''


''Lebih baik Rein di sembunyiin dulu mbak aku takut mereka menculik Rein lagi, dan Mbak hati-hati yah soalnya Sandro masih di kota J''


''Iya, oh betul kamu tolong kirim wajah Sandro agar aku tahu rupanya seperti apa''


''iya mbak, Ya sudah kalau begitu''


''iya, salam Mama kamu dan istri kamu''


''Iya Mbak'' lalu mereka pun mengakhiri percakapan mereka, namun Ponsel Yuni mendapat notifikasi pesan yang masuk yaitu gambar wajah Sandro.


Yuni pun segera mengirimkan wajahnya keseluruh pengawal agar mereka bisa berhati-hati.


''Sayang kamu makan dulu nanti masuk angin besok itu acaranya kalian berdua mama nggak mau kamu sampai sakit'' Kata mama Bela kepada Yuni.


''Iya mam, maksih yah''


''Kamu itu sebentar lagi jadi menantunya mama dan itu berarti kamu sudah mau jadi anak perempuan perhatiin kamu''


'' semoga kalian berdua bahagia selamanya'' kata Tuan Andi. dan akhirnya mereka pun melanjutkan makan malam mereka.


******


di rumah sakit tempat Tuan Tora dirawat, Randi di minta tolong ibunya untuk pergi ke Apotek mengambil obat, seketika tangannya ditarik masuk ke dalam sebuah ruangan yang kosong.


" Siapa Kalian mau apa?"


" santai bro, kenalkan ini Tuan kami namanya Sandro, beliau ingin bekerja sama dengan anda''


" bekerjasama Seperti apa?"

__ADS_1


" Kamu kenal dengan Yuni dan Christian?'' rendy pun mengangguk.


"jad begini mereka sedang mengadopsi seorang anak, Saya mau Anda mengambil anak itu dan bawa kepada saya''


" apa imbalan yang saya dapat?"


" hutang di kantormu akan aku lunas kan, dan jika kamu berhasil membawa anak itu kepadaku, aku akan mentransfer sisanya padamu,jika kau setuju berikan nomor rekeningMu"


"Beri aku waktu untuk berpikir"


"Baiklah aku tunggu paling lambat besok jam 1 satu siang,ditempat ini" Randi pun mengangguk dan Ia segera turun dari kendaraan milik Sandro.


Setelah Ia turun dari mobil milik Sandro, Sandro pun bergegas meninggalkan tempat itu, dan Ia segera mengambil obat di apotik dan segera kembali ke tempat dimana ayahnya di rawat.


"Randi kamu ayo, kita makan dulu dari tadikan kamu belum isi perut kamu nati kamu sakit." ucap Ibu Maria.


"Iya Bu, ibu lebih dahulu saja, aku temani ayah dulu setelah ibu kembali baru aku bu"


"baiklah nak" Ibu Maria pun akhirnya Pergi menuju ke kantin untuk mengisi perutnya, sedangkan Randy duduk menunggui ayahnya di dalam kesendiriannya Ia berpikir Apakah ia akan mengambil Apa yang ditawarkan oleh Sandro tadi atau tidak.


"Kalau aku terima aku bisa terbebas dari hutang, tapi itu berarti akan perang dengan Yuni dan tidak akan pernah berdamai dengannya. Apa aku terima saja?" Batin Randi.


"Mas.." panggil Tika.


"Tika kamu dari mana?"


"Aku tadi cuma ke taman merenung apa yang terjadi pada kita, Aku minta maaf mas tadi aku.."


"ibu kemana mas?"


"Ibu sedang makan,Kamu sudah makan atau belum Tika?" Tika hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ya sudah nanti ibu datang kita pergi makan bersama yah"


"Iya mas, Bagaimana dengan Ayah?"


"Ayah sudah selesai operasi, sekarang ayah masih di ruan ICU jadi kita nggak bisa jenguk ayah secara langsung."


"Kamu kembali juga kesini" ucap Ibu Maria dengan sinis.


"Ibu sudah nggak usah ribut, Bu aku yang salah" ibu Maria pun akhirnya diam tak melanjutkan kata-katanya.


''Tika ayo kita ke kantin'' ucap Randi.


''Iya Mas'' Tika dan Randi pun berjalan menuju kantin.


''Mas aku nggak enak sama ibu''

__ADS_1


'' sudah tidak apa-apa'' ucap Randi dan mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin rumah sakit.


setelah mereka selesai makan mereka kembali keruangan di mana Tuan Tora di rawat.


"Ibu ini sudah larut malam lebih baik ibu dan Tika aku antar pulang biar ayah aku yang jaga Bu."


"Mas Lebih baik ibu yang kamu antar pulang biar aku temani ayah, dan malam ini kita jaga ayah bersama."


"Tapi Tika kamukan lagi hamil kamu harus banyak istirahat"


"nggak apa Mas aku bisa"


"Tika lebih baik kamu pulang sama ibu saja, kita pakai taksi online, biar Randi yang tungguin ayah disini, dan lagian kamu lagi mengandung cucuku jadi tolong kamu turuti" ucap ibu Maria


Tika karena ibu Maria yang meminta akhirnya Ia pun menuruti" Iya Bu, baiklah"


"Mas aku pulang yah, ini mas jaket kalau kamu kedinginan pakai yah"


"Terima kasih Tika, Ya sudah ibu aku titip Tika"


"Iya, kamu kalau ada apa-apa kabari ibu yah"


" Ibu tenang saja aku pasti akan menghubungi Ibu Jika sesuatu terjadi kepada ayah"


" Ya sudah kalau begitu ibu dan Atika jalan dulu, taksi online ya sudah didepan"


"Iya, Hati Bu" lalu Ibu Maria dan Tika pun berjalan menuju kehalaman parkiran meninggkalan Randi sendirian.


"Sepertinya aku harus menerima tawaran itu"


****


Sementara di keluarga Kris dan Yuni tengah sibuk, mereka harus menuju hotel tenpat mereka akan di langsungkan pernikahan keduanya.


pengamanan kali ini lebih di perketat karena mereka takut ada yang mengikuti mereka dan mengacaukan semua yang sudah di siapkan.


''Ibu cepat takut telat'' kata Tuan Andi kepada istrinya.


''Sabar ayah, ini ibu masih dandan''


''Aduh ibu jangan lama-lama dandannya, kasihan Yuni sama Kris nanti nunggu kelamaan''


''iya-iyah ini sudah ayah ayo jalan" ucap Ibu Mira. lalu ibu Mira dan Tuan Andi.


bersambung....


jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.

__ADS_1


Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.


love...love...love..... untuk kalian.


__ADS_2