
"Inikah balasan yang harus keluargaku terima" batin ibu Maria.
"pak aku mohon jangan beritahukan kepada suamiku kejadian ini, ia saat ini sedang dirawat dirumah sakit aku takut kesahatanya semakin memburuk" kata Ibu Maria kepada polisi.
"ibu tenang saja, kami juga mengerti dengan kondisi suami ibu"
"Terima kasih pak" lalu suasana pun menjadi hening hingga mereka tiba dikantor polisi ibu Maria yang melihat putrinya di bawah masuk kedalam pun segera mengikuti.
namun langkah ibu Maria di hentikan "Mari bu ikut kami" kata seorang polisi, ibu Maria pun di bawah ke salah satu ruangan untuk di mintai keterangan.
Diruangan itu ibu Maria pun dimintai keterngan ia memberikan keterangan yang ia ketahui, dan tiba saatnya Ia dipertemukan dengan putrinya yang sudah mengenakan baju tahanan, Nadia juga sudah dimintai keterangan.
"Nadia apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu sampai melakukan itu dirumah kita?"
"Dia orang yang menabrak Roni dan Rani Bu Dia bekerja sama dengan Cindi, Dia juga sudah merusak masa depanku Bu, perempuan iblis itu sekarang sedang menyekap kak Randi dan Istrinya" ibu Maria yang mendengarkan penjelasanan anaknya seketika kepalanya pusing, matanya pun mulai gelap, dadanya serasa sesak dan Ia pun terjatuh, petugas yang ada bersama mereka pun segera menolong ibu Maria, Sementara Nadia di masuk ke ruang tahanan.
*****
Tuan Tora yang gelisah mennti kabar dari istrinya pun segera memibta tolong ke suster untuk menghububgi istrinya,
"Maaf pak nomor ibu Maria tidak bisa di hubungi" kata seorang perawat.
"Dimana Dia kenapa perasaanku tidak enak" ucapnya dalam hati.
"suster aku mohon tolong hubungi istriku sekali lagi" kata tuan Tora memohon kepada suster, suster pun menuruti dan mencoba hubungi lagi namun hasilnya tetap sama. Tuan Tora pun akhirnya diam dan Dia hanya menunggu kabar dari istri dan anak-anaknya.
sementara di markas Cindi merasa bahagia karena Ia sudah mendapatkan yang Dia inginkan, "Mas Aku bahagia jika kamu tetap seperti ini kepadaku" kata Cindu yang masih bersama dengan Randi diatas ranjang.
"Tidurlah badanku masih sangat lelah" kata itu yang di keluarkan dari mulut Randi.
"Baguslah sepertinya Dia tidak memikirkan Atika lagi" ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Baikalah kalau begitu kamu beristirahat aku akan menyuruh anak buahku untuk mengambil obat buat kamu agar kamu tidak kesakitan"
"kamu mau kemana disini saja temani aku" ucap Randi yang menahan tangan Cindi
"Ahh baiklah" Cindi pun menuruti kata Randi.
sementara Atika yang sudah lemah tak berdayapun hanya bisa meratapi keadaannya,ibunya yang melihat putrinya pun menangisi putrinya. Dengan keaadaan lemah Ia berusaha mendekatkan dirinya ke ibunya.
"bu... Maafkan Tika" ucap Atika dengan suara serak dan karena kesakitan dan menangis di kaki ibunya.
"sudah sayang kamu nggak usah minta maaf sama ibu, ini bukan salah kamu, sekarang kamu bantu ibu lepasin ikatan di tangan ibu kita harus bisa keluar dari tempat terkutuk ini" Tika pun segera membuka ikatan ditangan dan kaki ibunya.
Namun saat talinya terlepas Cindi dan anak buahnya masuk kedalam ruangan itu.
"Bagaimana Tika apa kamu puas dengan anak buahku?"
"Cuuiiih" Tika meludah ke arah Cindi. " Aku nggak menyangka punya saudara yang licik seperti kamu"
Atika yang mendengarkan ucapan Cindi pun menjadi sangat marah hatinya hancur mendengar apa yang di katakan Cindi tentang suaminya namun Dia berusaha untuk tenang "Cindi jika mas Randi memilih kembali kepadamu maka ambillah, karena kalian berdua itu sama saja, sama-sama bejatnya aku rasa dia cocok untuk wanita ular sepertimu"
Cindi yang mendengar perkataan Tika pun menjadi sangat geram dan berjalan ke arah Tika dan mencekik leher Tika.
"Cindi hentikan" kata ibu Atika, Cindi yang mendengar ucapan Bibinya pun menghentikan
"Kalian buang Dia bersama ibunya di jurang" kata Cindi kepada anak buahnya.
"Baik Nona" para anak buah Cindi pun segera membawa Atika dan Ibunya namu sebelum ia meninggalkan tempat itu.
"Dengar Aku baik-baik Cindi Aku bersumpah kamu akan menerima balasannya cepat atau lambat walaupun bukan dari aku" kata Atika namun Cindipun hanya melihatnya dengan senyum sinis.
Randi yang sedang tertidur pulas tubuhnya terasa tidak enak Cindi telah menyuruh anak buahnya untuk menyuntikan obat ke tubuh Randi.
__ADS_1
"apa kalian sudah menyuntikan ke tubuhnya?"
"sudah nona"
"bagus, setiap pagi ingat berikan Dia suntikan itu"
"baik nona"
"tinggalkan kami"
"Mas ketika kamu bangun nanti kamu akan melupakan Atika, besok kita akan menikah" ucap Cindi.
sementara Atika dan Ibu," Aku memohon pada kalian kasihanilah kami apa kalian tidak mempunyai saudara perempuan atau ibu? coba kalian bayangkan kalau ini terjadi pada kalian" ucap Atika yang mencoba berbicara kepada orang yang membawa Dia dan Ibunya.
salah satu anak buah yang membantu Cindi untik meracuni Nurdin pun tergerak hatinya, ia pun mulai berpikir bagaimana cara agar bisa membantu Atika dan Ibunya.
"kalian berhenti di depan ada hutan biar aku yang mengambil tindakan kepada kedua orang ini" ucapnya dan tak lamapun mereka sampai di hutan yang di maksud.
"ayo turun" ucapnya yang dengan Nada kasar agar teman-temannya tidak curiga.
Atika dan ibunya yang ketakutan ikut turun dari mobil itu, kira-kira jarak mereka yang sudah menjauh dari mobil itupun " Dengar kalian aku lakukan ini karena aku kasihan pada kalian berdua, ambil ini dan jangan tunjukan rupa kalian lagi jika kalian masih sayang pada hidup kalian apalagi kamu wanita yang tadi memuaskanku suatu saat nanti aku yakin kita akan bertemu, di dalam amplop itu ada alamat pergi dan menetaplah disana. aku akan memesan taksi online pakai ponsel ini sampai taksi itu datang setelah itu matikan. Tutup telinga kalian aku akan menembak kebawah agar mereka mengira kalian yang di tembak" Atika dan ibunya pun menurut.
saat pria itu ingin kembali Atika mengucapkan terima kasih dan pria itu pun berjalan meninggalkan mereka dan setelah beberapa saat situasi aman Dia dan ibunya keluar dari persembunyiannya dan melihat mobil itu sudah menjauh.
"Bu orang itu meninggalkan uang yang banyak untuk kita bu" kata Atika yang melihat isi amplop dan mengambil alamat di dalamnya.
"Nak sepertinya taksi yang orang itu pesan sudah datang"
Sopir taksi yang melihat Atika yang agak kusam dan kotorpun akhirnya bertanya." maaf kalau saya lancang bu sedang apa kalian di tengah hutan seperti ini? apa terjadi sesuatu pada kalian?"
beraambung....
__ADS_1