
"kata siapa mas, Aku masih mencintaimu, kamu berani berbuat seperti itu karena Aku jadi aku tidak mungkin meninggalkanmu"
"Atika? kapan kamu datang Nak?"
"Baru saja, Aku dari kampung langsung kesini aku sangat merindukan mas Randi" Mereka berduapun saling berpelukan melepaskan kerinduan mereka
"mas kamu sehatkan? ini Aku bawa buah-buahan dan makanan kesukaanmu"
"Aku sehat Tika, gimana dengan kehamilan kamu Tika?"
"Dia baik-baik saja"
"Tika lebih baik kamu tinggal sama kita dirumah baru Ayah dan Ibu,walaupun tak sebesar rumah yang lama dan kamu bisa periksa kehamilan kan di sini perlengkapan medisnya lebih lengkap"
"Iya sayang kamu tinggal dengan Ayah dan ibu saja"
Atika yang mendengar Randi memanggilnya dengan sayang Ia menjadi terharu dan sangat senang.
"Mas terima kasih karena kamu sudah mau buka hatimu untukku"
"Atika Aku minta maaf dulu mungkin hatiku hanya ada Yuni dan sering buat kamu menangis. Aku janji saat Aku keluar penjara nanti Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama"
"Iya Mas"
"Randi ayah senang jika kamu sudah benar-benar meninggalkan masalalumu"
"ketika Aku didalam tempat ini Aku banyak merenung Ayah mungkin Tuhan ingin Aku sadar dari perbuatanku yang dulu-dulu yang selalu menyakiti Yuni dan anak-anakku mereka akan selalu menjadi kenangan yang paling indah di hidupku."
"Iya Nak"
"Tika mulai hari ini Aku akan belajar lebih mencintaimu dan menyayangimu"
"Terima kasih Mas"
"Permisi waktu kujungan kalian telah usai" kata seorang petugas.
"Iya pak"
"Ya sudah mas kami pamit yah" Randy lalu berpelukan dengan Atikah dan kedua orang tuanya lalu Mereka pun pergi sementara Randy dibawa masuk kembali ke dalam Lapas.
"Tika kamu ikut ayah dan ibu lihat Nadia yah"
"Iya bu"
Tak lama mereka pun tiba di tempat tahanan Nadia.
Ia terlihat kurus dan pucat.
"Ayah" ucap Nadia sambil memeluk Ayahnya.
"Nadia kamu kenapa sayang? kamu baik-baik sajakan?" tanya tuan Tora.
"Aku minta maaf Ayah, Aku sudah buat malu Ayah dan ibu"
"tidak sayang, Ayah yang minta maaf tidak bisa melindungi kamu" mereka pun duduk dan memberikan semangat buat Nadia.
*****
__ADS_1
Hari sudah malam di rumah tuan Andi sedang kedatangan tamu.
"Keluar Kamu Andi dimana Anak dan istriku" Suara seseorang dengan nada yang cukup tinggi.
"Dari dulu sampai sekarang kamu masih tetap saja arogan Dion"
"Aku tanya dimana anak dan istriku"
"Tidak perlu berteriak Tuan Dion Aleksander Lie yang terhormat" potong ibu Tamara yang baru saja tiba dengan anak, menantu dan cucunya.
"Tamara apa-apaan kalian pergi tampa memberitahukan kepadaku"
"Untuk apa Aku memberitahumu? Aku tidak ingin nyawa cucuku dalam bahaya lagi beruntung Dia di temukan oleh Yuni anaknya Mas Andi, Kau selalu membela Karina dan anak kesayanganmu itu jadi kenapa kamu masih mencari kami"
"Tamara jaga ucapanmu"
"kalian berdua diamlah" kata Tuan Andi. Kedua orang itu pun menurut.
Tuan Andi lalu memerintahkan asistennya untuk memberikan rekaman suara Randi.
"Silahkan dengar ini orang yang berbicara itu sekarang berada dalam tahanan" tuan Dion pun mengambil dan mendengarkan rekaman suara Randi.
seketika wajahnya memerah menahan amarah. Dia pun segera mengambil ponselnya dan menelpon anak buahnya untuk mencari keberadaan Sandro.
"Untuk apa Sandro melakukan hal ini?"
"Tentu saja untuk semua hartamu, Dion Aku dan anakku tak butuh harta asalkan kami hidup bahagia,sudah dari dulu aku mrminta berpisah darimu tapi kau tidak mau, Aku hanya mengingunkan ketenangan"
"Tidak bisa Tamara kamu dan Ricard adalah orang yang paling kucintai"
"kalau kau mencintai kami kenapa kamu tak pernah mrnganggap kami ada sudah jangan omong kosong lagi kamu berpura-pura agar aku dan Ricart kembali kerumahmukan"
"Jadi wanita ular itu telah menduakanmu baru kamu mau kembali padaku? bagaimana rasanya Dion?"
"Ibu sudah ibu tenang dulu" sambung Ricard.
"Ricard Ayah minta maaf karena kebodohan Ayah nyawa anakmu dalam bahaya"
"Aku tidak marah kepada Ayah"
"apa itu benar nak? lalu dimana Aliandro?"
"Dia sedang di kamarnya"
"Bisakah Ayah bertemu dengan cucu Ayah"
"tentu saja bisa"
"Pelayan tolong bawa Aliandro kemari"
"Baik tuan"
"Kalian berdua ini masih mau ribut?" tanya tuan Andi.
" Andi aku minta maaf sudah membuat kekacauan di rumahmu"
"Kau selalu saja menggunakan emosimu Dion, ingat kita ini sudah berusia"
__ADS_1
"Yah kau benar"
Aliandro pun di bawa oleh susternya dan untuk bertemu dengan kakeknya.
"Sini anak papi"
"Papi"
" Apa kau tidak merindukan kakek?" kata tuan Dion
"Kakek" Aliando pun turun dan berlari menuju kakeknya lalu berpelukan dengan kakeknya.
"Andi dimana anakmu yang menyelamatkan cucuku"
" Dia sedang berada di luar negeri bersama dengan suaminya"
" aku sangat mengucapkan banyak terima kasih karena kamu telah membantu anakku"
" kita ini bersaudara dan tidak usah sungkan, Yuni juga tidak sengaja bertemu dengan Aliandro di panti asuhan kondisinya waktu itu sangat memperihatukan Dia sampai trauma"
"Aku benar menyesal karena lebih mempercayai Karina dan Sandro"
"Aku juga minta maaf kepadamu Dion mungkin dulu aku terlalu membencimu hingga akhirnya halm yang di alami dalam rumah tanggamu terjadi kepada putriku Yuni dan mantan suaminya"
"sudah lah kita tidak usah membahas masalalu kita oh yah ini sebenarnya ada acara apa kenapa ramai sekali kalian semua berkumpul disini?"
"Ini ulang tahunku dan kau datang memberiku kejutan" ucap tuan Andi sambil berdecak.
"Maaf kalau begitu"
"Sudah-sudah lebih baik kita makan dulu" lalu mereka semua pun tertawa dengan riang tapi tidak dengan ibu Tamara yang masih kesal dengan suaminya.
"Tamara, apa kau masih marah padaku?"
"menurutmu?"
"Kau jangan marah-mara terus Tamara, nanti cantikmu berkurang"
"Dion kamu ini"
"jadi maukan kamu memaafkanku"
" aku pasti memaafkanmu, tapi aku ingin bertemu dengan Karina"
" Untuk Apa lagi kamu ingin bertemu dengan Dia?"
"Ada yang harus Aku bicarakan dengannya"
"Baikkah besok kita kembali" Ibu Tamara pun mengangguk menyetujui dan mereka pun bergabung bersama yang lainnya untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan oleh Tuan Andi bersama istrinya.
sementara Ando yang baru saja tiba ikut serta bergabung dengan yang lainnya, setelah selesai mereka makan bersama Ia pun meminta izun untuk membawa Fani keluar sebentar.
"Fani aku ingin mengajak kamu kesuatu tempat" katanya kepada Fani setelah selesai meminta izin kepada orangtua Fani
"Mau kemana?"
"Ikut saja nanti juga kamu tahu"
__ADS_1
"Jangan bilang kamu mau bawa Aku ke wanita yang kamu bicarakan tadi siang"
Ando yang mendengar ucapan dari Fani pun hanya tersenyum.