
"Iss kamu tuh, sudah ketularan sama Kris yah suka buat segala sesuatu dengan dadakan"
"Namanya juga sehati, makanya cepat cari pasangan biar balas ke mereka berdua" ucap mama Bela.
" sama siapa coba Mama nggak ada yang mau sama aku"
" banyak yang suka sama kamu tapi kamunya sendiri yang nggak mau" kata Mama Bella.
" iya Elsa Coba dong buka hati kamu tuh sama pak Joe Dia baik aku" sambung Yuni.
"kalau sama Dia aku malas Yun"
"jangan gitu entar kalau kamu jatuh cinta benaran sama Dia baru tahu rasa kamu"
"Yun, Kris, Ayah sama ibu Balik lebih awal yah Yun soalnya, ada beberapa kerjaan kantor ayah yang harus menangani sendiri"
"Iya, Ayah Ibu terima kasih"
"ya sudah ayah ibu pamit yah, selamat berbahagia buat kalian berdua."
"Iya Ayah, terima kasih dan hati-hati di jalan"
"Rein biar ayah dan ibu bawa pulang, karena besok orang tuanya tiba"
"baik Ayah" lalu Tuan Andi bersama istrinya dan Rein pergi meninggalkan tempat itu.
sementara Mama Bela dan Tuan Rudi dan Ando mereka masih duduk saling menceritakan soal pekerjaan. Sedangkan Joe sedang berusaha mendekati Elsa.
Elsa yang kesal akhirnya berpamitan pulang, dan tak lama pun yang lainnya juga ikut pamit sesangkan Kris dan Yuni tetap di hotel.
*****
Di rumah sakit Ibu Maria dan Tika yang baru saja tiba. "Randi kamu lrbih baik pulang istirahat di rumah nak, biar ibu dan Atika yang gantian jagain ayah" kata Bu Maria
"Iya Bu dikit lagi, Tika kamu gimana semalam bisa tidur nggak?"
"Bisa kok Mas, Mas ini aku bawain sarapan mas makan dulu"
"Iya terima kasih, Oh iya bu Nadia sudah balik belum bu?"
"Belum Randi, ponselnya juga sudah tidak aktiv lagi"
"Ya sudah kalau begitu, sedikit lagi aku pulang sekalian cari Dia bu"
__ADS_1
"Iya, Nak kamu datang ke tempat biasa Dia bersama-sama dengan temannya"
"Iya bu"
"Ini mas sarapannya, kamu sarapan dulu"
"iya Tika" Randi pun mulai mengunyah makanan yang Tika siapkan buat Dia
"Ayah bagaimana Randi? apa dokter sudah datang?"
"Ayah sudah mulai siuman Bu, mungkin sedikit lagi dokter tiba"
"baiklah kalau begitu." setelah Randi menyelesaikan sarapannya, Ia pun berpamitan untuk pulang, setelah. "Tika, Ibu, Aku pulang yah, kalau ada apa-apa hubungi aku"
"Iya, kamu hati-hati di jalan" kata Bu Maria.
"Tika, sini duduk di sebelah ibu" panggil ibu Maria.
"Iya bu" Tika pun berjalan dan duduk di samping ibu Maria.
"Tika apa Cindy mengetahui kalian berdua sudah menikah?"
"Tidak, bu karena mbak Cindy hilang kabar ketika kami kembali dari kampung, hanya saja yang aku cemaskan jika mbak Cindy mengetahui Dia akan berbuat nekat bu."
"Ya sudah kita berdoa saja agar semua baik-baik saja.
"Iya bu"
Kini Randi berada tepatnya di halaman parkiran rumah sakit Randi sedang menemui Sandro.
"bagaimana apa kamu setuju?"
"Aku setuju dengan apa yang kau tawarkan?"
"Baiklah kalau begitu, berikan nomor rekeningMu" Randi pun memberikan nomor Rekeningnya dalam dalam hitungan menit saldo Randi bertambah.
"Oke, itu aku berikan lebih jika kamu berhasil aku akan berikan bonus untukmu lebih dari itu"
"Baiklah Senang bekerjasama dengan anda Tuan Sandro"
''Aku tidak mau mendengar yang namanya kegagagalan"
"baik Tuan" Randi pun akhirnya turun dari mobil milik Sandro.
__ADS_1
"Aku harus menyusun rencana agar bisa masuk ke rumah Yuni"
*****
Di kamar apartemen Cindy sedang kesal karena Dia baru mengetahui kalau Atika sudah menikah dengan Randi.
"Brengsek kalian berdua aku akan membuat pelajaran kepadaMu Tika, Aku harus segera bertindak" Ucap Cindy, Cindy pun menyuruh salah satu anak buah Nurdin yang juga sudah lama ingin menghancurkan Nurdin.
"pastikan Dia meminumnya sampai habis" ucap orang itu, kepada Cindy
"Baiklah"
"Aku harus menelpon si tua bangka itu agar datang sekarang" lalu Dia pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi Nurdin
*****
Di rumah Ibu Maria, Nadia yang baru saja tiba. "Rumah kok sepi ibu sama Ayah kemana?, ponselku juga mati lagi" ucapnya sambil duduk di kursi teras rumah.
Hampir dua jam Ia duduk di kursi teras depan masuklah mobil Randi. "Kak Randi mau ngapain kesini" ucapnya pelan.
"Kak mau ngapain kesini?, ibu sama ayah tahu bisa marah sama kakak"
PLAK...
"Kak benar-benar keterlaluan Kenapa datang-datang langsung menamparku, Apa salahku?"
kamu masih tanya apa salahmu? dari mana saja, kamu tu benar-benar keterlaluan, Ayah masuk rumah sakit perusahaan ayah sudah bangkrut, kita menghubungi kamu dari kemarin tapi tidak kamu jawab juga sama sekali"
"Apa kak Ayah masuk rumah sakit?, di rumah sakit mana kak Aku ingin melihat ayah sekarang?" Ucap Nadia.
"Tidak usah kau menampakan batang hidungMu ke rumah sakit, lihat dirimu kau mau buat ibu kena serangan jantung melihat dirimu itu" ucap Randy penuh selidik melihat bekas merah-merah di leher Nadia.
Nadia pun menjadi salah tingka mendengar apa yang di ucapkan kakaknya."Kenapa kamu mengikuti jejak kakak Nadia?, kakak pikir kamu lebih baik dari kakak, tapi nyatanya sekarang mau jadi apa kamu? apa kamu mau jadi wanita penghibur ? atau kau sudah jadi wanita penghibur di luar sana" ucap Randi yang membuat Nadia langsung berlari keluar dari gerbang rumah.
"Nadia berhenti" panggil Randi. sambil mengejar adiknya.
"Ahhh Apa yang harus aku lakukan?, aku harus mencari tahu soal Nadia setelah urusanku dengan keluarga Yuni selesai"
Nadia yang berlarian kearah jalanan, Ia duduk di tepian jalan duduk menangisi apa yang di bicarakan oleh kakaknya.
bersambung....
jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.
__ADS_1
Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.
love...love...love..... untuk kalian.