Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
UDAH NGGAK WARAS


__ADS_3

"bawa Dia ke markas kumpul bersama dengan wanita tua itu." kata Cindy.


"Tunggu kalian jangan bawa kakakKu aku tahu dimana Atika berada" ucap Nadia.


"Tidak Nadia jangan kau beritahukan, dimana Atika Dia sedang mengandung aku tidak mau terjadi sesuatu pada anakKu, hanya karena wanita ular ini lagi"


Cindy yang mendengar ucapan Randai kalo Atika sedang mengandung Cindy pun menjadi tambah marah hingga menyuruh anak buahnya memukul Randi lagi.


"buat mulut kedua orang ini bicara dimana jalang kecil itu berada" Nadia yang mulai di tampar berulangkali akhirnya buka mulutnya.


"Cukup aku akan memberitahu Dia dimana asal kamu jangan ganggu kami lagi"


"Nadia kakak mohon jangan" ucap Randi dengan terbata-bata dengan sisa tenanga yang Dia miliki, namun Nadia lebih mementingkan keadaannya. Namu sebelum Nadia mengatakan James tiba di rumah Tuan Tora.


"CINDY APA YANG KAU LAKUKAN PADA MAINANKU LEPASKAN DIA" ucap James dengan suara yang agak keras,James datang kerumah Nadia karena Nadia tidak ada kabar.


"Apa kamu bilang Mainanmu? Sejak kapan kamu bersama Dia?"


"Kamu tidak perlu tahu itu yang jelas sekarang kamu lepaskan Dia"


"TIDAK BISA DIA HARUS MENGATAKAN DIMANA ATIKA BARU AKU LEPASKAN"


"Katakan Nadia biar kamu dilepaskan" namun sebelum Nadia mengucapkan, Suara Atika terdengar dari gerbang.


Ia sebenarnya harus di rumah sakit namun ia mendapat pesan dari pak kades karena mendapat laporan kalau rimah Atika di datangi oleh pria-pria berbadan kekar dan langsung membawa ibunya pergi.


"Aku di sini" Ucap Atika yang datang dan berlari memeluk Randi. Cindy pun mendekat ke Atika dan menjambak rambut Atika.


"aaaauuuh,sakit mbak lepasin" pekik Atika kesakitan.


"Cindy aku mohon jangan dia sedang hamil"


"Ketika Dia hamil kamu peduli sekali dengan Dia bahkan kamu nikahi tapi ketika aku yang hamil kamu nggak peduli, Aku nggak akan lepasin Dia asal kamu tahu"


Cindy aku akan ngelakuin apapun asal kamu lepasin Atika"


"sudah terlambat, Aku nggak bakal lepasin Atika aku akan buat anak yang ada dalam perutnya itu ikut anak-anakmu yang lain"


"Kamu udah nggak waras Cindy"

__ADS_1


"Bawa perempuan ini berkumpul dengan ibunya" anak buah Cindy pun membawa Atika pergi menuju ke dalam mobil mereka sementara Randy memohon untuk tidak membawa Atikah pergi


"Cindy otakmu sudah benar-benar sudah tidak waras lagi Di mana hati nurani kamu!"


"CUKUP RANDI JIKA KAMU TERUS MEBELANYA MAKA AKU AKAN BUAT DIA TAMBAH MENDERITA" kata Cindy.


Randipun memilih diam, Dia tidak ingin menyakiti Atika lagi. "Bawa Dia ke markas juga" perintah Cindi lagi. Sementara Nadia hanya bisa melihat kakaknya di bawa pergi oleh orang-orang itu, games yang masih bersama Cindy pun membantu Cindy duduk di kursi teras rumahnya.


" Apa kamu kenal dengan Cindy, James?" tanya Nadia.


" tentu aku sangat mengenalnya dia, Dia juga yang membuat aku merubah wajahku seperti ini dan karena dia Juga aku menjadi seorang pembunuh dan menjadi buronan"


" pembunuh maksud kamu"


" Ayo kita masuk ke dalam rumahmu dulu nanti baru aku ceritakan di dalam" Nadia dan James pun masuk ke dalam rumah.


" dimana kompresannya biar aku mengompres wajahmu dulu" kata James.


*******


Sentara di rumah tuan Andi kini tengah ramai karena kedatangan Ricard bersama istri dan Ibunya.


"sama-sama, untuk sementara waktu kalian tinggl disini dulu sampai kalian mendapatkan rumah yang cocok" kata Tuan Andi.


"Ya benar, kalau ada kalian pasti rumah ini jadi ramai" sambung bu Mira.


"Paman, bibi terima kasih, Mbak Yuni memangnya kemana?"


"sebenarnya Yuni kemarin sudah menikah hanya karena kami masih dalam keadaan berduka, kami tidak membuat acara apa-apa, dan sekarang Yuni Sudah berangkat ke luar negeri bersama suaminya Mungkin setelah nanti Yuni kembali dari luar negeri"


"memangnya berapa lama mereka ke luar negeri?"


"Tiga bulan dan bisa lebih"


"Wah lama sekali paman, berarti paman dan bibi sendirian disini?"


"Iya, anak paman yang satunya juga di luar negeri jadi pamam dan bibi kesepian disini, untung kalian datang"


"Maaf paman tapi kenapa mbak Yuni pergi luar negerinya lama sekali?"

__ADS_1


"sebenarnya suaminya itu harus pergi mengurus perusahaannya disana dan Dia ingin Yuni ikut makanya pernikahan mereka di percepat."


"Begitu yah paman."


"Oh ya Ricard paman lupa bilang sama kamu dari CCTV yang paman punya ada orang yang mengintai rumah paman beberapa hari ini, jika ada orang yang kamu tidak kenal berpura-pura menyakan sesuatu lebih baik kamu tidak usah menanggapi"


"Iya paman, aku curiga itu orang-orangnya sandro, kita harus menyusun rencana paman"


"benar paman setuju"


"Ricard lebih baik kamu bawa istri kamu istirahat dulu kasihan pasti Dia kecapean" sambung Bu Mira.


"Iya bi" Ricard pun membawa istrinya menuju kamar.


"Aliandro kamu bobo sama mama ya" ajak Rosa yang sedang memangku anaknya.


"Rosa biar aku yang bawa Aliandro" kata Ricard. lalu ia pun menggendong aliandro membawa ke kamar tamu.


"Tamara bagaimana dengan Dion apa Dia tahu kalian kesini?"


"Aku tidak tahu, Aku sudah tidak kuat hidup beraama dengan Dia, Dimatanya kami selalu salah, dan dia selalu membela perempuan itu"


" Sampai kapan rumah tangga kalian akan seperti ini terus?"


" aku juga tidak tahu, aku sudah mencoba berulang kali untuk mengajukan perceraian tapi dia selalu menolaknya bahkan surat-surat yang aku masukkan ke pengadilan pun ditarik olehnya"


"Yang sabar, pasti ada hikmah dibalik semua ini" sambung Bu Mira. Ibu Tamara pun mengangguk.


******


Yuni dan Kris yang sesang di pesawat mereka berdua duduk bersebelahan mereka tidak menggunakan jet pribadi atau helikopter, mereka menggunakan pesawat komersial "sayang kalau kamu ngantuk tidur aja" kata Kris.


"iya" kursi yang diduduki pun diatur menjadi tempat tidur.


Bersambung....


jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.


Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.

__ADS_1


love...love...love..... untuk kalian.


__ADS_2