
"saudara yang mana ayah? kok aku baru tahu" ucap Yuni.
"Ayah apakah Tamara istri sepupumu yang dulu kamu ceritakan itu?" tanya Ibu Mira.
''Iya bu, Dia istrinya Dion" ucap Tuan Andy.
''mari silahkan masuk Tuan'' kata pelayan mempersilahkan Ricart masuk kedalam rumah.
Ricart pun masuk kedalam " Silahkan duduk" kata tuan Andi
"Perkenalkan saya Ricart anak dari Dion Alexander Lie dan Tamara Sutyio''
''Ya, bagaimana kabar ayah dan ibuMu?'' tanya Tuan Andi.
''Ayah baik-baik saja ibu juga baik-baik saja, ibu menyampaikan salam pada paman, dan kalau boleh aku ingin menginap beberapa hari disini paman"
"terima kasih nak, silahkan nak jangan sungkan, kenalkan ini anak Yuni paman dan ini Kris calon menantu paman, dan wanita yang sedang yang di samping paman ini adalah istri paman" kata tuan Andi, Richard pun berdiri dan memberikan salam kepada mereka semua.
"halo semuanya" Yuni dan yang lainnya pun tersenyum hangat menyambut Ricard.
"Apa kamu ada urusan kerjaan di sini nak?"
"Tidak paman sebenarnya, begini paman anakKu di culik, aku sudah melaporkan di pihak yang berwajib dan aku kira selama ini mereka melakukan pencarian, tapi ternyata aku salah, saudara tiriku melaporkan kalau anakku sudah di temukan''
" kenapa bisa seperti itu apa kalian tidak akur?"
__ADS_1
" entahlah paman dia sepertinya tidak suka dengan kehadiran anakku"
"coba mana foto anakmu biar kita menyebarkan fotonya" kata tuan Andi dan Richard pun mengambil ponselnya dan melihat di galeri gambar foto anaknya ketika ia tunjukan kepada tuan Andi Tuan Andi pun terdiam sejenak.
'' Ini paman''
" Bagaimana bisa kamu bisa kehilangan anakmu?" tanya Tuan Andi yang penasaran kenapa bisa sampai Richard kehilangan anaknya.
" jadi waktu itu aku dan istriku mengajak anakku bermain di salah satu taman di kota kami terus ketika anakku berlarian mengejar bola, tiba-tiba dia tidak kembali lagi waktunya tidak lebih dari 5 menit, dan ketika aku mengikutinya, aku sudah tidak melihat anakku di tempat itu lagi'' Tuan Andi yang mendengar cerita dari Richard pun lalu memanggil salah satu pelayan untuk membawa Rein ke mereka.
''pelayan tolong bawakan Rein kemari"
"Baik Tuan"
"Yuni, Kris kalian lihat foto ini" ucap tuan Andi sambil menyerahkan ponsel milik Richard ke mereka. Yuni dan Kris pun mengambil ponsel itu dan melihat gambar yang ada di dalam ponsel itu mereka berdua pun saling menatap Kris tahu kalau Yuni akan sedih.
"Aliandro" panggil Ricard.Rein pun melihat ke arah sumber suara yang memanggilnya.
"papa" ucap Rein yang langsung berlari ke pelukan papanya dengan tangis. ayah adan anak itu berpelukan dan saling tangis.
"Maafkan papa sayang apa kamu baik-baik saja? sayang?" ucap Ricard yang mencium anaknya dan dan terus memeluk.
Yuni pun mulai menangis tersedu, "aku harus kehilangan anak lagi, walaupun dia baru beberapa hati bersamaku tapi aku sangat menyayanginya"ucapnya sambil memeluk Kris.
"ssssttt, sayang jangan nangis" ucap Kris yang menenagkan Yuni.
__ADS_1
"Paman bagaimana bisa anakku berada dengan kalian disini?" tanya Ricard.
"untuk itu tanya pada Yuni dan Kris, yang paman tahu mereka mengadopsi Rein di panti asuhan"
" Benarkah kalian berdua yang mengadopsi anakku?" Kris pun mengangguk.
" jadi waktu itu ketika kami sedang berada di Panti Asuhan untuk bermain dengan anak-anak di Panti, tiba-tiba Yuni melihat seorang anak kecil yang duduk termenung tidak bergabung dengan teman-temannya yang lain, jadi ini bertanya kepada ibu panti tersebut, mereka menjelaskan bahwa anak ini kedua orang tuanya telah meninggal saat kecelakaan dan Baru beberapa hari Iya tinggal di Panti Asuhan tersebut, saat Yuni mendekati dia ingin mengajak dia ngobrol ternyata dia jatuh pingsan di pelukan Yuni, lalu aku dan Yuni membawanya ke klinik terdekat, Sesampainya di klinik terdekat ia segera ditangani oleh dokter dan para perawat, ketika ia sadar ia tidak mau dengan siapa siapa dia mau dengan Yuni dan memanggil Yuni dengan sebutan mama, Yuni pun menjadi sayang dengan anak ini dan kami memutuskan untuk mengadopsinya, dan baru saja kemarin dulu dari pihak Panti mau nelpon Yuni dan mengatakan kalau, ada yang mengaku sebagai nenek dari Rain, seketika membuat Yuni menjadi pingsan dari pihak Panti pun akhirnya menghubungi aku, dan aku bersama ibuku dan ayah segera pergi ke panti. ketika sampai di sana aku sempat bertemu dengan wanita itu, Aku meminta bukti Jika benar dia nenek dari Rein dia harus Tunjukkan salah satu bukti yang mengatakan kalau dia adalah benar-benar nenek kandung dari Rain, Tapi sampai hari ini belum ada kabar dari pihak panti'' ucap Christian menjelaskan kepada Richard.
'' Aku benar-benar tidak menyangka mereka setega ini dengan anakku, hanya karena harta, mbak yuni dan Kak Kris terima kasih kalau tidak ada kalian Aku tidak tahu bagaimana nasib anakku sekarang"
" aku juga tidak menyangka ternyata anak yang aku adopsi adalah anak dari saudaraku sendiri, semalam saat ia mau tidur ia mengatakan kalau wajahku sangat mirip denganmu''
'' Paman tidak menyangka, anak dari Karina sangat jahat, apa ayahmu tidak membagi yang ia miliki dengan sama rata, mengapa dia bisa jahat kepada kalian?''
'' aku juga tidak tahu paman, yang jelas ketika ia mengetahui istriku hamil dia sudah mulai berubah kepada aku, bahkan ia sering menjebak ku, tapi aku selalu membuang rasa curiga aku kepadamu dia, karena aku berpikir kami satu darah, sama-sama memiliki Ayah yang sama tapi nyatanya sepertinya ia tidak suka dengan kehadirannya anakku.'' ucap Ricart.
''Yuni, sekarang kamu ikhlaskan kalau Rein kembali bersama orang tuannya''
''Yuni sebenarnya sedih, tapi mau bagaimana lagi Rein lebih membutuhkan kasih sayang orang tua kandungnya, aku juga tidak mau egois'' Ucap Yuni.
''sekali lagi aku ucapkan terima kasih aku tidak tahu harus membalas dengan cara apa kepada kebaikan kalian ini"
"kita ini keluarga sudah seharusnya kita saling membantu, sudah lebih baik kau istirahat kan kamu baru tiba, di rumah ini aman, kamu lihat itu semua pengawal paman karena kita berjaga-jaga, jadi kau jangan kuatir jika Sandro berulah paman yang akan hadapi Dia, paman harus berbicara kepada Ayahmu Dia harus tau tingkah laku Sandro dan Karina"
"Tapi paman aku takut nanti ibu yang kena dampaknya, apa lagi aku tidak disana sekarang, istriku sedang mengandung anak kami yang kedua, aku takut ibu Karina pergi menemui mereka" Ucap Ricard.
__ADS_1
Bersambung....