Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Atika masih Hidup


__ADS_3

"perkenalkan saya asisten tuan Kris dan Nyonya Yuni"


"ada perlu apa?" tanya tuan Tora dengan nada yang dingin.


"Begini tuan saya hanya ingin memberikan ini" kata Ando sambil menyerahkan sebuah cek.


"maksud anda apa?"


"begini tuan, tadi saya bertemu dengan putra anda dan Dia meminta tolong agar nyonya Yuni memberikan keringanan kepada anda"


"apa aku tidak salah dengar Randi meminta tolong kepada kalian? apa maksudnya?"


"saya tidak punya wewenang untuk menjawab pertanyaan anda tuan, saya permisi dulu masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan" Ando pun keluar dari ruangan itu dan pergi kebagian administrasi untuk mengurus semua biaya administrasi dan rawat di rumah sakit.


setelah urusannya selesai di rumah sakit ia pun kembali kekantornya.


"ibu kenapa sampai Randi meminta keringanan?"


"ibu juga tidak tahu, sudahlah Ayah lebih baik kita terima saja" tuan Tora pun tak menjawab ucapan ibu Maria.


"Ayah lebih baik ibu kebagian administrasi dulu aya ibu mau tanya biaya rawat selama ini sudah berapa agar kita bisa bayar dan segera keluar karena kalau berlama biayanya semakin membengkak"


"Iya Bu" ibu Maria pun akhirnya keluar dari ruangan itu dan menuju kebagian administrasi, sementara tuan Tora sedang berpikir tentang keadaan kedua anaknya semalam ia bermimpi buruk tentang ke dua anaknya.


"Aku harus segera keluar dan mencari kedua anakku" ucap tuan Tora pelan.


Ibu Maria yang sudah di bagian administrasi pun di kejutkan denhan biaya rumah sakit yang sudah lunas dan sudah di bayarkan untuk perawatan 1 minggu kedepan.


"maaf suster siapa yang membayar semua biaya administrasi"


"ini ibu silahkan lihat kuitansi pembayaran di situ tertera namanya" ibu Maria pun mengambil kuitansi tersebut dan melihat.


"Yuni yang membayar, berarti tadi asisten mereka yang melunasi, Yun ibu nggak menyangka kamu masih mau membantu kami" ucapnya dalam hati.


Ibu Maria pun segera keruangan dimana suaminya di rawat.


"Ayah, ayah"


"ada apa ibu?"


"Ayah biaya rumah sakit sudah di bayar semuanya bahkan biaya perawatan selama seminggu kedepan sudah di bayarkan oleh Yuni"


"Apa bu, sebenarnya kenapa mereka tiba-tiba membayar biaya rumah sakit dan memberikan uang kepada kita?" tanya tuan Tora uang masih belum tahu kejadian yang sebenarnya.


Namun belum sempat mereka menjawab kepolisian datang.


tok, tok, tok...


"permisi tuan Nyonya kami dari kepolisian ingin memberitahukan kalau putra kalian terlibat kasus pembunuhan"

__ADS_1


"APA?" ucap kedua pasangan parubaya itu pun terkejut. "Maaf pak putra saya m*mb*n*h siapa?"


"Putra Anda telah m*mb*n*h seorang wanita yang bernama Cindi"


"Apa Randi?"


"baiklah, kalau bisa kami mau minta keterangan ibu dan bapa bisa?"


"Bisa pak"


"Jadi ini sebabnya Randi meminta kepada Yuni"


"ibu tolong, bantu Ayah bersiap ayah mau menjenguk Randi"


"Tidak bisa Ayah, biar ibu saja"


"Tidak bu, Ayah harus melihat Randi, terus Nadia dimana apa Dia sudah tahu soal kakaknya?"


ibu Maria yang mendengar perkataan suaminya pun mendadak diam tak bersuara.


"ibu kenapa diam sebenanrnya apa yang ibu sembunyikan dari Ayah?"


ibu Maria pun menarik napas panjang, "Ayah sebenarnya"


"sebenarnya apa ibu?


"Na---Nadia juga terlibat kasus p*mb*n*h*n"


Polisi yang berada di tempat itu pun segera memamggil dokter untuk memeriksa keadaan tuan Tora.


"nyonya kami permisi dulu, jika ibu ada waktu kami mohon agar ibu segera ke kantor polisi"


"Iya pak terima kasih atas pengertiannya" polisi pun pergi meninggalkan rumah sakit.


Ibu Maria gelisah akan keadaan suaminya.


"Ayah, ayah harus kuat" ucap ibu Maria tang melihat suaminya dari jendela.


tak lama dokter keluar dari ruangan "Dokter bagaimana keadaan suami saya?"


"ibu tenangnya suami ibu sudah mulai stabil, harap jangan berbicara dengan beliau berita-berita yang bisa membuat jantungnya kembali drop"


"Baik Dokter apa saya bisa bertemu dengan suami saya?"


"Ya silahkan"


Ibu Maria pun akhirnya masuk kedalam ruangan untuk menemui suaminya.


"Ayah, maafkan ibu ini yang ibi takutkan jika bicara kepada ayah" kata ibu Maria dengam lembut dan pelan.

__ADS_1


"Ibu lebih baik tidak usah pikirkan ayah, lebih baik ibu sekarang ke kantor polisi bantu Randi dan Nadia agar hukuman mereka tidak terlalu berat bu"


"Tapi nanti ayah sendirian di sini"


"Ibu tidak usah kuatir di sini ada suster nanti ibu minta tolong agar mereka menemani ayah"


"jika itu mau Ayah baiklah ibu akan segera kesana"


"Bu, ayah minta maaf karena tidak bisa menemani ibu"


"Ayah jangan bicara apa-apa, Ayah masih ada saja ibu sudah sangat senang ayah harus jaga kondisi jantung ayah agar cepat pulih dan keluar dari rumah sakit"


"terima kasih Maria kamu memang istri yang baik untukku" kata Tuan Tora dan mereka berdua berpelukan.


Lalu ibu Maria pun pergi dari rumah sakit menuju ke kantor polisi untuk menemui Randi.


Setibanya dikantor polisi ibu Maria dimintai keterangan terkait hubungan mereka dengan Cindy, Ibu Maria pun menjawab seadanya dari awal mereka bertemu sampai terjadi kejadian seperti ini.


lalu ia pun meminta untuk bertemu dengan putranya yang berada di dalam jeruji besi.


setelah beberapa menit menunggu akhirnya Randy dibawa oleh petugas untuk bertemu dengan ibunya.


"Randi Bagaimana keadaan kamu?"


" aku baik-baik saja Bu"


"Syukurlah, kenapa kamu aampai melakukan hal ini?"


"Cindi mengatakan kepadaku kalau Ia telah m*mb*n*h Tika dan ibunya itu yang membuat aku marah bu makanya aku sampai melakukan itu kepadanya"


"Yah pihak kepolisian sudah menanyakan kepada anak buah Cindi yang lain, salah satu anak buahnya mengatakan kalau Dia belum melakukan itu kepada Atika dan Atika sekarang sedang di kampung orang tersebut, dari kepolisian akan menjemput Atika dan inunya juga sebagai saksi"


"Apakah itu benar bu?"


"Iya nak itu betul"


"Ibu tolong bantu aku jaga Atika kasihan Dia bu Dia jadi seperyi itu karena aku"


"Kamu tenang saja, habis ini kita jalani semua dari awal lagi"


"Terima kasih bu, lalu bagaimana dengan Nadia bu sejak tadi aku gelisah memikirkan Dia aoa Dia sanggup hidup seoerti ini?"


"ibu belum tahu kondisinya bagaimana sekarang karena ibu harus jaga ayah kamu"


"Bu maafkan aku ini semua gara-gara aku kalian hidup menderita"


"Sudah lah Nak, tadi Asisten Yuni dan suaminya datang kerumah sakit Dia membayar semua biaya pengobatan ayahmu dan memberikan cek untuk modal usaha ayahmu"


"Jadi Yuni mau menolong ayah bu? syukurlah aku tidak menyangka bisa menyia-nyiakan istri sebaik Yuni"

__ADS_1


"Iya ibu juga andai saja waktu bisa di putar"


bersambung....


__ADS_2