
"Jadi Yuni mengasuh anak" batin ibu Maria.
"Nona Dian tolong antarkan ibu ini bertemu dengan tuan dan nyonya."
"baik pak"
"baiklah silahkan dengan pelayan nanti pelayan yang akan mengantarkan ke tuan dan nyonya"
"terima kasih pak"
"mari nyonya ikut saya" kata pelayan Dian. ibu Maria pun mengikuti langkah kaki pelayan Dian, dan tibalah mereka di sebuah taman belakang dimana ada ibu Mira dan tuan Andi yang sudah menunggunya.
"permisi tuan dan nyonya." kata pelayan Dian.
"terima kasih Dian, kamu kembali ke belakang" kata ibu Mira.
"Baik nyonya"
"silahkan duduk" kata ibu Mira.
"langsung saja ibu Maria ada apa perlu penting apa" kata tuan Andi.
"sebelumnya saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu kalian, saya kesini karena ingin meminta bantuan kalian"
"apa Dia ini tidak punya malu" kata ibu Mira dalam hatinya sambil melirik ibu Maria dengan sinis.
"ibu rumah kami ini bukan panti sosial uang selalu didatangi jika ingin membutuhkan bantuan jawab ibu Mira dengan kesal.
"maafkan saya Bu, saya dulu memang salah sudah memanfaatkan kalian"
"sudah bu biarkan Dia berbicara dulu" kata tuan Andi. ibu Mira yang mendengarkan omongan suaminya pun akhirya diam.
"begini tuan nyonya, anak saya Randi dan menantu saya sedang dalam masalah"
"hahahha maksud apa bu Maria? kamu ini benar-benar tidak punya malu yah bu bagaimana bisa kamu datang kesini meminta bantuan kami menolong mantan menantu kami yang tidak tahu diri itu bersama dengan istrinya,dengar yah bu Maria anakmu dan kalian semua sudah memperlakukan anakku dengan buruk aku tidak akan memaafkan kalian atas perbuatan kalian itu" ucap ibu Mira.
"tuan nyonya saya mohon jika kalian tidak mau melakukannya untuk daya paling tidak untuk cucu-cucu kalian yang sudah meninggal"
saat ibu Mira ingin membalas tuan Andi menahan agar ibu Mira tidak menjawab.
"Maksudnya apa kenapa membawa cucu-cucu saya?"
"begini tuan,orang yang menabrak cucu-cucu kita sepertinya sudah menyekap anak dan menantuku karena ketika aku ingin menuju ke rumah sakit ingin menjenguk suamiku aku melihat dia menuju rumahku"
"jadi tuan Tora sedang di rawat di rumah sakit"
__ADS_1
"iya tuan, suamiku baru selesai mengoprasi jantungnya"
"kami turut prihatin" kata tuan tora.
"jadi bagaimana tuan apa kalian ingin membantuku?"
"maaf ibu sepertinya ibu harus melapor ke kepolisian dulu, karena terus terang saja aku tidak bisa menolong putramu"
"tuan aku mohon"
"pelayan Dian" panggil ibu Maria.
pelayan Dia yang mendengarkan suara majikannya pun segera menghadap "iya nyonya"
"tolong bawah ibu ini keluar dari sini"
"ku mohon pada kalian aku tahu aku dan keluargaku banyak salah pada kalian,tapi tolong bantu aku untuk menangkap Cindi"
"bawa Dia" kata tuan Andi. Ibu Maria pun di bawa keluar dari rumah tuan Andi.
"Ayah, kenapa ayah tidak mau membantu mereka tadi ibu pikir ayah maua membantu mereka"
"bu Ayah sudah tahu sebenarnya Randi di culik bersama dengan istrinya itu, Ayah memang ingin Randi merasakan sakit yang putri kita rasakan."
"jadi anak buah ayah ada yang mengikuti Randi yah?"
"Dari mana ayah tau semua ini?"
"ibu lihat vidio ini" kata tuan Andi sambil menyerahkan ponselnya. sebenarnya di rumah tuan tora ayah menyuruh orang untuk menaruh kamera tersembunyi,dan ayah juga sudah tahu tuan tora masuk rumah sakit.
"kenapa ayah bisa menaruh camera tersembunyi?"
"pertama ayah mengira kalau Rein ini Randi dan keluarganya yang ingin menculik terutama Nadia karena pertama kali melihat Rein adalah Nadia"
"terus tadi kenapa ayah berpura-pura tidak tahu soal kejadian ini"
"ayah ingin mendengar apa ada kebohongan di mulut wanita itu"
"ahhhg suamiku ini ternyata pintar bersandiwara juga"
"siapa suruh mereka mau menyakiti keluarga kita"
"iya ibu setuju"
Flasback On
__ADS_1
ketika Nadia selesai bercumbu dengan James, James yang merasa lelah pun akhirnya tertidur sedangkan Nadia menahan agar dirinya tidak terlelap dengan sisa-sisa tenaga yang Dia miliki Ia menuju dapur dan mengambil pisau dapur.
ssrrruuukk sruuuukkkk
"ka..uu" ucap James yang tidak bisa bergerak karena sudah diikat tangannya menggunakan syaal Nadia.
"hahahhahaha mampus kamu James ini untuk ponakan-ponakanku dan ini untuk kamu yang sudah menghancurkan hidupku" ucapnya sambil menusuk james berulang kali.
setelah selesai menikam James, Nadia duduk meraung menangis sejadi-jadinya.
Flasback off.
"ibu ngeri deh ayah, ibu melihat vidio ini" ucap ibu Mira yang bulukudunya merinding.
"tadi ayah suruh ibunya melapor ke kepolisian biar polisi yang tangani kasus mereka yang ini dulu, nanti perempuan itu biar ayah yang tangani jika belum ketangkap oleh kepolisian baru kita turun tangan, kalau untuk sekarang biar mereka yang tangani sendiri" kata tuan Andi kepada istrinya.
"aku berdoa semoga anak-anak kita jauh dari hal-hal seperti itu yah ayah"
"iya bu, aku juga begitu, oh yah bu apa ibu tidak kebaratan keluarga Ricard di rumah kita untuk sementara waktu"
"ibu tidak keberatan ayah, malah ibu senang karena rumah kita jadi ramai"
"ya sudah ayo kita temui mereka"
******
sementara di rumah tuan tora Nadia yang melihat darah yang semakjn banyak menjadi sangat ketakutan iya pun bergegas mengenakan bajunya dan segera melarikan diri dari tempat itu.
namun saat ia ingin kabur ibunya datang dengan dua orang polisi. "Nadia kamu kenapa?" tanya ibu Maria yang melihat putrinya ketakutan.
"ibu... ibu... tolong aku bu" polisi pun segera memeriksa ke dalam rumah. Dan ketika polisi memeriksa betapa terkejutnya mereka melihat darah dan segera menghubungi ambulance dan menahan Nadia.
"tunggu jangan bawah putriku" ucapnya kepada polisi, dan ia segera mendekat ke putrinya
"ada apa sebenarnya Nadia?"
"ibu tolong aku" ucap nadia yang sudah menangis.
"maaf bu nanti kita tanya-tanya di kantor saja ayo ibu ikut bersama kami, ibu Maria pun mengikuti kata para polisi.
"Tuhan ada apa ini apa yang sebenarnya terjadi" perasaan ibu Maria yang mulai cemas akan kehidupan keluarganya kini benar-benar hancur, anak-anaknya, suaminya yang tengah di rumah sakit.
"Inikah balasan yang harus keluargaku terima" batin ibu Maria.
"pak aku mohon jangan beritahukan kepada suamiku kejadian ini, ia saat ini sedang dirawat dirumah sakit aku takut kesahatanya semakin memburuk"
__ADS_1
Bersambung.....