
"Mereka kok tega sekali sama kamu Yun, ibu benar-benar nggak menyangka, ibu kira hanya Randi yang berselingku dan hanya Randy yang menyakiti kamu nyatanya seluruh keluarganya juga menyakitimu,Ibu benar-benar kecewa dengan keluarga mereka apa lagi ibu maria Dia punya anak perempuan bagaimana jika itu terjadi pada anaknya apa Dia mau''
"kau sudah menyadarikan betapa jahatnya mantan besan dan menantu kita, jadi jangan membela mereka lagi" sambung Tuan Andi.
" aku tidak membela mereka ayah, Aku Hanya mengingatkan kepadaMu saja"
" Sudahlah biarkan mereka menerima apa yang telah mereka perbuat"
" Terserah Ayah saja, Ibu tidak melarang kok yang penting Ayah dan anak-anak baik-baik saja"
****
sementara di tempat lain Tuan tora sedang kuatir karena tiba-tiba usahanya sedang di ambang kebangkrutan karena secara tiba-tiba orang yang bekerja sama dengan perusahaannya menarik diri dari kerja sama mereka.
''Ada apa ini kenapa bisa seperti ini?, aku harus apa?'' batinya bertanya. Dia pun menjadi bingung.
''Kenapa Ayahnya Yuni melakukan hal ini?, aku harus telpon Randi jangan-jangan Dia buat ulah lagi sehingga mereka menjadi marah'' Batin Andi dan Dia pun segerah merogoh ponselnya dan menelpon anaknya.
tut...
tut..
tut.. setelah beberapa saat Ia menunggu Randi pun menjawab telponnya.
''Halo Randi''
''Iya, ada apa ayah?''
''Apa yang kamu lakukan sampai Ayahnya Yuni menarik diri dari kerja sama antara ayah dan perusahaan mereka. Asal kamu tahu kini perusahaan ayah di ambang kehancuran''
''Apa ? aku benar-benar tidak tau ayah, aku tidak melakukan apa-apa hanya saja tadi aku ke rumah mereka karena aku ingin mempertanyakan kenapa mereka menyuruh orang untuk memukul ku semalam aku di keroyok ayah,oleh suruhan mereka''
''Apa kau yakin orang-orang itu adalah orang-orang suruhan mereka?"
" ya aku sangat yakin kalau orang-orang itu adalah orang-orang suruhan mereka, karena ketika tadi pagi aku ke rumah mereka rumah mereka sudah dikelilingi oleh para pengawal yang berjaga, itu berarti mereka tahu kalau aku akan ke situ, Jadi mereka menyuruh pengawal untuk berjaga-jaga jika aku kesana Mereka takut akan membuat keributan atau membalas perbuatan mereka, dan selama ini aku tidak pernah mempunyai musuh di luar ayah aku cuma berurusan dan bermasalah dengan keluarga mereka''
" tapi ayah tidak yakin mereka yang menyuruh orang untuk memukuliMu"
"terserah ayah mau percaya atau tidak yang jelas aku tidak terima cara mereka" ucap ucap Randy dan langsung menutup ponselnya.
" dimana otakmu Randy" kata tuan Andi dengan kesal atas tindakan bodoh anaknya itu.
''apa yang harus aku lakukan sekarang" Dia pun berjalan keluar dari kantornya dan pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Ibu apa yang terjadi kenapa ibu menangis?"
"Ayah, Ibu minta maaf"
"minta maaf kenapa ibu?"
"sebenanrnya ibu tahu siapa yang menabrak yuni dan anak-anaknya, dan tadi ketika ibu memberitahukan Yuni pelakunya dia sangat marah besar ayah"
"ibu Memangnya Ibu tahu dari mana dan siapa pelakunya?"
" Ibu tahu dari mulutnya sendiri yang berbicara, orang itu adalah Cindy wanita yang dipilih oleh anak kita, dan ibu sangat menyesal karena telah membantu Randy dan juga wanita itu bersatu, Ibu membantu Randy mengusir Yuni dari rumah itu yah''
" Astaga ibu, Ibu kenapa begitu teganya Bu, sekarang aku tahu mengapa sampai tiba-tiba Perusahaan kita mulai bangkrut, ayahnya Yuni telah menarik semua sahamnya, tidak ada lagi yang ingin bekerjasama, kita sudah hancur bu'' kata Tuan Tora.
"apa ayah? kita harus bertemu dengan mereka ayah" ucap bu Maria.
"percuma bu, ibu tau sendiri kalau tuan Andi marah Dia tidak akan memperdulikan apa yang kita bicara"
"lalu bagaimana sekarang ayah?"
"Kita tunggu sampai situasi tidak terlalu memanas baru kita kerumahnya"
"iya ayah,ibu dimana Nadia? dari semalam ayah tak melihatnya" ucap tuan Tora.
"anak itu kerjanya hanya menghambur-hambur uang saja lihat sekarang kita mau makan apa lagi, jika perusahaan tidak jalan ibu terlalu memanjakan dia "
"ayah pusing ayah ingin istirahat, ayo bu kita kekamar ibu jangan menangis lagi semua sudah terjadi." ucap tuan tora dan mengajak istri masuk kekamar mereka. "Ayah, ini semua gara-gara Randi kalau Dia tidak berulah dan bertemu dengan wanita ular itu mungkin ini tidak akan terjadi ayah"
"ibu sebenarnya dari kapan ibu mengetahui kalau Dia yang melakukan itu bu?"
"aya ingat yang waktu dia menginap di rumah kita ayah, sebenarnya ibu pergoki dia sedang mengobrol dengan temannya, Dia mengatakan anak yang dalam kandungannya itu bukan anak dari Randi tapi anak dari laki-laki lain ayah, tapi mungkin dia melihat ibu, saat ibu pergi dia mengejar ibu dan ketika ibu turun dari taksi online Dia menodong ibu menggunakan pisau, Dia bilang jika ibu tidak mau bernasib sama seperti dengan Yuni dan anak-anaknya ibu harus diam jangan mengatakan apapun, Dia mengancam akan membuat keluarga kita sama seperti anak-anak Yuni"
"aku nggak menyangka Bu cindy bisa setega itu, apa Randi sydah tahu ini semua bu?"
"belum ibu kasih tau, ibu takut nyawanya dalam bahaya"
"tidak bu sebaikanya kita bicarakan dengan Randi agar dia berhati-hati dengan permpuan itu''
''Terserah ayah saja'' ucap Ibu Maria, lalu Pak Tora mengambil ponselnya untuk menghubungi Randi.
tut...
tuut
__ADS_1
tuut
''halo Randi''
''iya ada apa lagi sih ayah?''
''kamu ayah ngomng baik-baik sama kamu, kamu bisa sopan tidak sama orang tua''
''Iya maaf ayah"
"kamu sedang Cindy tidak?"
"tidak, ayah memangnya kenapa?"
"asal kamu tahu yah anak-anakMu itu meninggal karena wanita pilihan kamu itu, di otak di balik kecelakaan anak kamu'' ucap Tuan Tora membuat Randi terdiam tak ada suara.
"apa cindy?" gumamnya dalam hati.
"Ayah aku sedikit lagi sampai kerumah ayah, kita ngobrol di rumah ayah" ucapnya dan ia pun langsung mematikan ponselnya dan segera menuju ke rumah ayahnya.
"b***** j***** jika benar kamu yang melakukannya aku tidak akan memaafkan kamu cindy'' batin Randy.
*****
sementara di kediaman Tuan Andi yang sedang serius mengobrol bersama Kris ,datang seorang pelayang yang memberitahukan kalau ada tamu yang sedang menunggu mereka di luar.
''Permisi Tuan ada tamu yang mencari anda''
''Siapa bi?''
''Namanya Ricart Lie asalnya dari kota S katanya Dia anak dari ibu Tamara.''
''benarkah suruh Dia masuk''
''Siapa dia Ayah?'' tanya Yuni.
''Dia saudara sepupu mu"
"saudara yang mana ayah? kok aku baru tahu" ucap Yuni.
"Ayah apakah Tamara istri sepupumu yang dulu kamu ceritakan itu?" tanya Ibu Mira.
beraambung....
__ADS_1