
Nak sepertinya taksi yang orang itu pesan sudah datang"
Sopir taksi yang melihat Atika yang agak kusam dan kotorpun akhirnya bertanya." maaf kalau saya lancang bu sedang apa kalian di tengah hutan seperti ini? apa terjadi sesuatu pada kalian?"
"tidak kami tidak apa-apa hanya saja tadi tersesat dan putriku terjatuh"
"baiklah kalau begitu ini kita mau kemana apa kita ke rumah sakit untuk mengobati luka pada tubuh putriMu?"
"tidak usah pak, tolong antarkan kami ke alamat ini" kata Atika yang memberikan kertas kecil kepada sopir.
"baiklah kalau begitu" merekapun akhirnya di bawa ke alamat yang berada di dalam kertas tersebut.
*******
sementara Kris dan Yuni yang baru tiba dirumah perjalanan yang memakan waktu berjam-jam itu cukup melelahkan buat mereka berdua.
"selamat datang Tuan dan Nyonya" sapa seorang pelayan yang datang menghampiri mereka.
"terima kasih bi"
"Sayang ini bibi Lili di asisten dirumah ini"
"Halo Bi salam kenal"
"salam kenal juga nyonya jika anda memerlukan sesuatu beritahu saja"
"terima kasih bi"
"Bi Lili tolong bawakan koper ini kekamarku" kata Kris.
"Baik Tuan"
Terima kasih bi" sambung Yuni. Bi Lili pun terseyum kepada Yuni.
"sayang kalau begitu ayo kita kekamar juga" ajak Kris Yuni pun mengangguk mereka pun berjalan menuju kamar.
"lebih baik kita menghubungi orang tua kita dulu sayang"
"ooh, yah betul aku lupa sayang" kata Kris dan mereka pun mulai menghubungi kedua orang tua mereka namun karena perbedaan waktu mereka cuma mengirimkan pesan setelah selesai mengabari orang tua mereka Kris mendapat laporan dari Ando dan mendapatkan Vidio dari tuan Andi yang di kirim dari email
"sayang kamu lihat ini" kata Kris sambil menunjukan Vidio.
"Vidio apa?" kata Yuni sambil melihat ke ponsel kris yang sudah menonton.
"ando mengirimkan aku email katanya Nadia telah membunuh seseorang dan menurut kepolisian orang yang dibunuh adalah pelaku penabrakan kamu dan anak-anak dan sekarang pihak kepolisian sedang mencari keberadaan Cindi"
"Tapi apa hubungannya pria itu dengan Nadia?"
"entahlah sayang, yang jelas itu karma buat mereka"
__ADS_1
"aku berharap semoga wanita itu cepat di temukan"
"ya semoga saja Dia cepat di temukan"
"sayang, aku berjanji kepadamu aku akan memperlakukanmu dengan baik dan aku akan menjagamu seumur hidupku"
"Terima kasih sayang, aku mencintaimu"
"Aku juga sangat mencintaimu dan semoga di dalam sini bisa tumbuh penerus-penerus kita" kata kris yang mengelus dengan lembut perut Yuni mereka berdua pun berpelukan.
"Yank, lebih baik kita istirahat terus kita pergi dokter untuk pengobatan kamu sayang"
"Iya"
*****
sementara di dalam ruang ugd klinik Ibu Maria yang sudah sadar melihat jam di tangannya sudah hampir pagi "Ayah bagaimana dengan ayah tidak ada yang menjaga ayah, aku harus segera kerumah sakit"
"ibu sudah bangun?" tanya seorang perawat
"suster tolong saya harus segera kerumah sakit tempat suamiku di rawat"
"ibu tenang dulu, ini baru pukul 3 pagi bu bahaya kalau ibu nekat jalan"
" tapi suami saya sendirian di rumah sakit tidak ada yang menemaninya"
"ibu tunggu sebentar saya akan menelpon" kata perawat tersebut
"terima kasih atas bantuan anda suster" kata Maria. Suster pun tersenyum kepada Bu Maria
"Ayah pasti kuatir semoga saja ayah dalam keadaan baik-baik saja" kata ibu Maria yang gelisah setelah dua jam menunggu akhirnya Ia pun memutuskan untuk segera menuju kerumah sakit tempat suaminya di rawat.
sesampainya disana tuan Tora masih tertidur" syukurlah Ayah masih tertidur" katanya sambil duduk di kursi yang berada di sebelah suaminya.
"ayah, andaikan waktu bisa di putar kembali ibu tidak akan menyia-yiakan itu untuk berlaku baik kepada Yuni" kata ibu Maria dalam hati tak terasa airmata ibu Maria pun keluar membasahi waja wanita paru baya itu.
"Ibu, ibu kenapa menangis? bagaimana dengan anak-anak apa mereka baik-baik saja?"
"Ayah maafkan ibu sudah mengganggu tidur ayah"
"tidak bu, sini naik ketempat tidur ini tidur bersama dengan ayah ini masi pagi sekali"
"Kau ini, ingat ini di rumah sakit"
"Bu, apa ada masalah?"
lebih baik ayah jangan tahu dulu soal Nadia" batin ibu Maria.
"tidak ada ayah, jangan pikirkan yang lain ayah lebih baik ayah beristirahat"
__ADS_1
"Bu bagaimana apa tuan Andi mau membantu kita?"
"tuan Andi tidak mau ikut campur masalah keluarga kita lagi ayah"
"yah bu, ayah sudah menduganya, sudah tidak apa-apa bu yang penting masalah kita dengan keluarganya sudah selesai, sekarang kita harus menata kembali kehidupan kita, jika Ayah sembuh lebih baik kita kota kelahiran ayah saja bu di sana masih ada rumah peninggalan orang tuaku"
"Iya ayah ibu ikut ayah saja"
"terus Nadia kemana bu kenapa Dia tidak kemari?"
"Nadia sibuk ayah, Dia mungkin tidak bisa ikut kita keluar kota Dia sudah mulai bekerja"
"lalu bagaimana kabar Randi dan Istrinya?"
"ibu tidak tahu, polisi sedang mencari keberaadaan mereka dan Cindi"
"bagus kalau polisi sudah turun tangan lebih baik kita serahkan saja kepada pihak kepolisian"
"iya" jawab Ibu Maria namun Ibu Maria kembali melamun.
"Bu, Ibu sebenarnya kenapa? kok ibu melamun terus?" tanya tuan Tora yang melihat istrinya sedang melamun.
"Tidak apa-apa Ayah, ibu hanya memikirkan kenapa cobaan yang Tuhan kasih buat kita ini terlalu berat"
"sudahlah Bu ambil hikmahnya saja, jangan terlalu di pikirkan memangnya ibu mau sama kaya ayah begini?" kata tuan Tora dan tak lama Dokter masuk untuk memeriksa keadaan Tuan Tora.
"selamat pagi pak dan ibu bagaimana kabar kalian hari ini?"
"kalau saya sudah merasa sehat dokter kalau bisa saya di pulangkan sudah karena saya sudah malas hanya tidur-tiduran saja disini"
"Kalau begitu saya cek dulu yah kalau memang kondisi jantung bapak sudah stabil berarti susah bisa pulang pak"
"benarkah dokter? saya sangat senang mendengar berita tersebut"
"yah.. ayo pak silahkan rebahkan kepalanya dan rileks ya pak" dokter pun mulai memetiksa kondisi tuan Tora, setelah beberapa saat di periksa.
"Dok, bagaimana kondisi suami saya?"
"hasilnya bagus bu, siang ini kita lakukan periksaan lab yah jika semunya sudah normal maka suami ibu boleh pulang"
"baik dok terima kasih"
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu"
"silahkan Dokter"
"bagaimana ini jika ayah sudah di bolehkan pulang rumah sedang di pasang polici line jika ayah tau yang sebenarnya, jantung ayah bisa drop lagi" batin ibu Maria.
bersambung
__ADS_1