Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Kehadiran Sovia


__ADS_3

"Sudah lah Nak, tadi Asisten Yuni dan suaminya datang kerumah sakit Dia membayar semua biaya pengobatan ayahmu dan memberikan cek untuk modal usaha ayahmu"


"Jadi Yuni mau menolong ayah bu? syukurlah aku tidak menyangka bisa menyia-nyiakan istri sebaik Yuni"


"Iya ibu juga andai saja waktu bisa di putar"


"iya, bu aku benar-benar menyesal memperlakukan Yuni dengan buruk, hidupku hancur sekarang aku benar-benar menyesal"


"sudah kamu jangan seperti terus menurus, Ibu harus pergi melihat adikmu"


"Iya bu hati-hati aku titip Atika ke ibu"


"kamu tenang saja ibu pasti akan melihat istrimu"


"terima kasih bu, maaf merepotkan ibu, seharusnya aku yang menjaga ibu tapi sekarang"


"sudah kamu jangan bicara lagi, kamu dan Nadia adalah darah daging ibu dan ayah jadi tidak mungkin kami bisa tega kepada kalian nak, ya sudah sekarang ibu pergi yah" Randi pun mengangguk.


Ibu Maria pun pergi meninggalkan putranya dan segera mengunjungi putrinya.


****


Ditempat lain tepatnya disebuah rumah sakit Yuni dan Kris sedang berbicara dengan dokter dan segera melakukan untuk pengobatan Kris.


"Yank terima kasih" kata Kris


"Untuk apa?"


"Kamu mau menemaniku dan mau menerimaku dengan kekuranganku ini"


"jangan ngomong kaya gitu sayang" ucap Yuni sambil memeluk Kristian.


"ehem- ehem" seorang Dokter pria paru baya yang sengaja berdehem.


"joesonghabnida bagsanim"( Maaf Dokter) kata Yuni yang malu.


"gwaenchanh-a yobeob "(tidak apa-apa ayo kita lakukan terapi). Kris dan Yuni pun mengangguk.


lalu mereka pun berjalan menuju ke sebuah ruangan.


"bagsanim, je anaega deul-eogado doelkkayo?" (Dokter apa istri saya boleh ikut masuk didalam?)


"mullon ginjang-eul pulgi wihae pil-yohal su issseubnida."(tentu saja boleh justru itu diperlukan agar anda rileks) dan mereka pun segera masuk kedalam.


setelah beberapa jam mereka melakukan terapi akhirnya selesai juga.


Mereka berdua pun pulang, sebelum pulang Kris mengajak Yuni untuk ke sebuah restoran cepat saji, mereka berdua masuk kedalam sambil bergandengan dan karena sedang asyik bercerita tiba-tiba ada seorang yang menabrak Yuni.


Brukk "Ahhg" pekik Yuni yang kesakitan


"Yank kamu nggak apa-apa?"


"Tian?" sapa seorang permpuan "Tian kamu lupa sama Aku ini Aku sovia"

__ADS_1


"oooh iya, perkenalkan ini istriku Yuni"


"Ohh kamu sudah menikah"


"hai, salam kenal" sambung Yuni yang dambil menyodorkan tangannya.


Akan tetapi Sovia tak membalas Ia malah tersenyum sinis dan berkata "Kamu dibayar berapa untuk menikah dengan Tian asal kamu tahu Tian cuma mencintai Aku dan takan benar-benar mencintai wanita lain"


"Bicara apa Kamu Sovia?" Kata Kris dengan nada yang sudah mulai meninggi.


"Memang benarkan, cepat jawab Kamu di bayar berapa?" Yuni yang sudah tak tahan dengan ucapan Sovia pun alhirnya membuka mulutnya.


"Maaf Nyonya Sovia, apa yang anda katakan tentang Aku dan suamiku itu tidak benar, Kami berdua menikah memang karena kami saling mencintai, dan menerima kekurangan kami masing-masing, bukan seperti Anda yang begitu tahu kekurangan pasanganmu langsung pergi meninggalkannya." kata Yuni yang berhasil membuat Sovia menjadi geram.


"Kamu" ucapnya sambil ingin menampar Yuni, akan tetapi Kris dengan sigap menangkap tangannya.


"Jangan pernah tangan kotormu ini menyentuh istriku" ucap Kris sambil mendorong kuat tangan Sovia.


"Ayo sayang kita pulang saja aku ingin beristirahat" sambung Yuni.


Kristian pun menyetujui dan mereka segera pergi dari tempat itu.


Sementara Sovia merasa dirinya tak dianggap lagi oleh Krispun menjadi sangat marah.


"awas kamu aku akan mengambil kembali kamu Tian"


*****


sementara Yuni dan Kris yang dijalan Kris memperhatikan wajah Yuni yang tak seceria biasanya.


"Aku nggak kenapa-kenapa cuma kecapean aja" Kris pun mempercepat laju mobil agar mereka cepat tiba di rumah.


setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah.


Kris yang menyadari kalau istrinya ini terganggu dengan kehadiran Sovia.


Ia membukakan pintu untuk Yuni dan ketika Yuni turun dari mobil Ia langsung memeluk istrinya.


"Jangan diamin Aku, Aku nggak bisa kalau kamu kaya gitu Aku minta maaf kalau tadi perkataannya menyakitimu, Aku juga nggak tahu kalau Dia berada di negara ini"


Yuni pun menghela nafas panjang.


"Aku yang minta maaf sayang, mungkin Aku yang cemburuan mendengar ucapannya"


"Kamu dengar Aku sayang, di hati ini cuma ada kamu nggak ada yang lain dan Aku berjanji nggak akan pernah menghianati kamu"


"Kamu janji nggak akan menghianati Aku?"


"Ia Aku janji" lalu mereka berdua pun melepaskan pelukannya lalu masuk kedalam rumah.


*****


Seminggu berlalu dinegara lain Ando yang sedang serius bekerja, terganggu dengan bunyi posnselnya.

__ADS_1


"Siap yang terus-terus menelpon apa Dia tidak tahu kalau ini jam kerjaku yang paling sibuk" Batinnya dengan tak melihat siapa yang nelpon Ando menjawab.


"Ya selamat pagi"


"Ando apa kamu sedang sibuk?"


"Nona Fani?" ucap Ando yang kaget karena Ia tidak pernah ada komikasi.


"Ia, apa kamu sibuk?"


"Iya Nona bagaimana apa ada yang bisa Aku bantu?"


"Begini Aku baru saja sampai dibandara Aku mau memnita bantuanmu untuk menjemputku karena Aku ingin memberikan kejutan kepada Ayah karena hari ini ulangtahunnya. Apakah kamu bisa?"


"Bisa Aku bisa"


"Ahh baiklah Aku menunggmu"


"Baiklah" mereka berdua pun mengakhiri percakapan mereka dan Ando segera membereskan pekerjaannya lalu ia pergi menjemput Fani.


"untung saja tidak ada rapat" katanya pelan.


"Tuan Kris maafkan Aku tidak bisa menolak permintaan adik ipar Anda" lirihnya pelan.


setelah beberapa menit perjalanan akhirnya ia pun tiba di bandara ia melihat Fani yang sudah menunggunya.


"Nona Fani" panggil Ando.


"Halo Ando, bisa kamu jangan menggunakan Nona lagi?"


"Ya no...Fani" ucap Ando yang canggung


"Ayo" Ando pun membantu Fani untuk membawa koper koper nya lalu masuk ke dalam mobil milik Ando.


"Ando kita mampir ke toko kue dulu yah Aku ingin membelikan Cake untuk Ayah"


"Baiklah"


Mereka berdua akhirnya meninggalkan bandara dan segera menuju ke toko kue langganannya.


sesampai disana Ia tak sengaja bertemu Andre yang sedang membeli cake kesukaannya.


Fani yang melihat Andre pun berpura-pura tak melihatnya dan asyik mengobrol dengan Ando.


"Fani bisa kita mengobrol sebentar" suara Andre yang tiba-tiba memanggil Fani.


"Maaf Aku sedang buru-buru, oh iya Aku lupa ucapkan selamat atas pernikahanmu"


"Fani Aku mohon" Fani pun melirik ke Ando dan Ando pun mengangguk.


"Aku tunggu di sana" ucap Ando yang menujuk sebuah kursi yang jaraknya kira-kira 10 meter. Setelah Ando pergi menjauh mereka berdua pun mulai berbincang.


"Mau ngobrol soal apa? Apa kamu mau kasih tahu kalau kamu sudah hidup bahagia?" ucap Fani dengan dingin.

__ADS_1


"Bukan"


bersambung...


__ADS_2