Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Sebelum Kita Menikah


__ADS_3

Halo kesayanganku srmuanya jangan lupa mampir ke novelku yang baru "Sebelum kita menikah"



"Aah iya Tuan maaf" Rianti berjalan mengikuti Aditia dan duduk disebelah Aditia.


"Selamat datang tuan" sapa seorang yang membagikan proposal.


"Bili kami tolong bagikan ini ke semua"


"Baik tuan"


sementara Tomi terus menatap Dia. Tomi sudah menampilkan wajah kesalnya karena yang Ia tau Rianti pramugari.


"Tomi itu Rianti pacar kamukan?" Tanya ibu Rima Tomi tak menjawab. Ia terus menatap tajam kepada Rianti.


Tuan Ando dan yang lainnya susah hadir


" presentasi akan segera dimulai diharapkan untuk semua yang ada di dalam ruangan ini untuk menyiapkan proposal dan presentasinya" kata salah satu moderator.


Aditya pun berbisik kepada Rianti untuk mencatat setiap apa yang ia dengar, Rianti mengerti dan mengerjakan apa yang diperintah oleh Aditia.


Hingga selesai meeting tersebut Aditia memenangkan proyek tersebut. hal tersebut tentu saja membuat Ibu Rima tambah membenci Aditya Ia pun langsung berjalan keluar dari ruangan itu tetapi tidak dengan Tommy ia masih ingin menghampiri Riyanti.


" Sejak kapan kamu jadi sekretaris?" ucap Tommy dengan sinis kepada Riyanti.


Aditya yang melihat Tommy menghampiri Riyanti Ia pun berpura-pura tidak tahu permasalahan diantara mereka berdua.


" Apa kalian berdua saling kenal?" tanya Aditya.


"Tuan, Dia mantan pacar saya" jawab Rianti dengan jujur.


"Rianti apa-apaan kamu"


"Maaf tapi saya berharap jangan bawa persoalan pribadimu di jam kerja Nona Rianti"


"Baik tuan" Tomy yang mendengarkan ucapan dari Aditya pun menjadi kesal dan sebelum pergi ia mengatakan kan kepada Riyanti kalau urusannya dengan Rianti belum selesai. lalu Tuan Ando dan yang lainnya datang menghampiri mereka.


"Kamu luar biasa sekali anak muda" kata beberapa petinggi perusahaan termasuk Auntienya.


"Auntie bangga sama kamu ternyata kepintaran mama sama papamu nurun ke kamu"


"Terima kasih Aunti tapi aku berharap pilihan tadi bukan karena aku ponakan kalian"


" Tentu saja tidak kamu lihat saja tadi begitu kamu selesai presentasi sama orang menepuk tangan untuk kamu dan para pemegang saham di perusahaan ini menyetujui kalau kamu yang berhak mendapatkan proyek tersebut"


" benar itu" sambung yang lainnya.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya saya permisi dulu" kata Rianti yang langsung pergi keluar dari ruangan.


" Auntie, paman Aku pamit dulu yah"


"Baiklah sayang hati-hati" lalu iapun keluar segera mencari keberadaan Riyanti.


" Billy Apakah punya nomor telepon si Keras kepala itu cepat hubungi dia Dia pikir ini sudah udah selesai jam kerja apa?"


" baik Tuan" beli pun segera mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Ranti.


" loudspeaker suaranya" kata Aditya Billy pun melakukan apa yang diperintahkan Aditya


" Nona anda berada di mana?"


" kak Billy Aku sudah di lobby" ucap Ranty dengan gaya bahasa yang santai dan manja. Aditya yang mendengarkan nada bicara Rianti pun menjadi panas telinganya.


"Apa Dia sama Billy Dia panggil kak sedangkan Dia ke Aku bicaranya saja formal"


"Bili ada hubungan apa kau dengan Dia? cepat jawab kalau tidak Aku akan potong gajimu"


"Tuan Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Nona Rianti"


"Lalu kenapa cara bicaranya seperti itu padamu?"


"Aku tidak tahu tuan"


tak lama mereka bersua sudah tiba di lift.


"Kau sedang apa disini?" Kata Aditia.


"Menunggu tuan dan kak Bili"


"Bili kau pulang pakai taksi dan Kau nona Rianti ikut Aku"


"kita mau kemana tuan?"


"Diam dan ikut saja" katanya samabil menarik tangan Rianti.


"Huuh dasar pecemburu" kesal Bili.


"Bili" sapa Ando dan mereka pun pergi meninggalkan perusahaan Group Lie tersebut.


Rianti merasa takut karena raut wajah Aditya seperti sedang marah Ia pun mencoba untuk berbicara dengan Aditia.


"Tuan kita mau kemana sekarang?" Aditia pun hanya diam tak menjawab pertanyaan Rianti.


"Tuan jawab Aku kita mau kemana" ucp Rianti dengan suara yang sudah mulai bergetar.

__ADS_1


Namun tetap saja membuat Aditia tak membuka mulutnya dan seketika rengekan dari Rianti pun mulai keluar dari mulutnya.


"Huaaa,, hikss hiks, hiks, Tuan jangan seperti ini jangan culik Aku kalau Aku ada salah Aku minta maaf Hiks"


Rianti yang menangis membuat Aditia panik dan memarkirkan monilnya dan segera menjawab pertanyaan dari Ranti.


"Cup... cup jangan nangis Aku hanya ingin ajak kamu makan siang buat apa Aku menculikmu?" kata Aditia sambil mengelus kepala Ranti.


"Benarkah, Aku juga sudah lapar tuan"


" Jadi kalau cuman berpura-pura menangis ya?" kata Aditya dengan kesal.


" aku tidak berpura-pura Tuan tadi aku pikir Tuhan ingin menculik Aku"


" hah kamu kira otakku ini ini sudah tidak waras apa" kata Aditya dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka kembali.


*******


sementara di tempat lain tepatnya di perusahaan milik Ibu Rima, Tommy terlihat kesal karena ternyata Riyanti sudah berhenti dari pekerjaannya yaitu pramugari dan kini telah menjadi sekretaris dari saingan nya.


"Nggak bisa Aku harus bicara lagi sama Rianti, ini pasti akal-akalnya agar Aku putus sama Dia dan Dia bisa bersama dengan Aditia" batinnya.


"Tommi kamu sudah lihatkan tadi Aditia itu selalu saja memenangkan setiap proyek yang besar, dan kamu bilang pacar kamu pramugari mana nyatanya Dia sekertaris dari Aditia"


"Entalah Mi, Tomi juga nggak tahu Sudahlah mih jangan bahas soal Rianti dulu"


" Ya sudah kalau begitu sekarang Mami mau pulang dulu kamu di kantor lanjut bekerja" Tommy pun mengangguk dan Ibu Rima pun pergi meninggalkan perusahaannya selang beberapa saat setelah Ibu Rima pergi Tommy mendapat pesan bergambar dari Sherly, Iya mengirimkan foto Aditya dan Riyanti yang sedang makan siang bersama di salah satu restoran.


Tommy yang mendapatkan pesan tersebut langsung menelpon Sherly.


" kamu di restoran mana Biar Aku susul kamu kesana" Sherly pun memberikan alamat restoran yang dimaksud. dengan cepat Tommy langsung menuju ke restoran tersebut, karena jaraknya tidak terlalu jauh dari perusahaannya Tommy ya cepat sampai.


Setibanya di sana Sherly sudah menunggu di kursi bagian Teras Cafe.


" Dimana mereka Sherly?"


" mereka berdua lagi asik-asikan di sana, Aku kan sudah bilang kalau dia cuman mengada-ngada bawa nama orang tuanya karena ia sudah punya kekasih lain"


" aku nggak nyangka Rianti bisa setega ini sama aku Aku kira aku yang jahat tapi ternyata Riyanti juga melakukan hal yang sama" batin Tommy.


Ia pun segera menuju ke meja tempat dimana Aditya dan Ranti sedang menikmati makan siangnya.


" Hebat kamu aku nggak nyangka ternyata kamu bukan cewek baik-baik" ucap Tommy. Rianti yang mendengarkan perkataan Tommy pun langsung berbalik dan bertanya kepada Tommy.


" Apa maksud ucapanmu itu?"


" nggak usah pura-pura munafik kamu"

__ADS_1


" benarkan Tom Aku kan sudah bilang sama kamu dia itu cuman mengada-ngada bawa-bawa nama orang tuanya ternyata dia sendiri yang sudah punya kekasih"


__ADS_2