
Yuni dan Kris yang sedang di pesawat mereka berdua duduk bersebelahan mereka tidak menggunakan jet pribadi atau helikopter, mereka menggunakan pesawat komersial "sayang kalau kamu ngantuk tidur aja" kata Kris.
"iya" kursi yang diduduki pun diatur menjadi tempat tidur.
"Makasih sayang"
"Iya, ayo istirahat perjalanan kita masi lama" kata Kris. Yuni pun mulai menutup matanya Kris dengan setia menatap wajahnya, mengambil ponselnya tentunya yang sudah di buat mode penerbangan agar tidak membuat bahaya bagi nyawa mereka sendiri, lalu ia pun memotret Yuni yang sedang tertidur, dan menjadikannya sebagai walpaper.
******
sementara di rumah sakit keadaan tuan Tora yang semakin membaik.
"Dokter bagaimana kondisi suami saya ?, dan kapan kami bisa pulang Dok?" ibu Maria mengingat biaya rumah sakit jika lebih lama lagi suaminya menginap pasti biaya yang di butuhkan akan semakin besar.
"Suami anda sudah mulai pulih, hanya saja kita harus betul-betul memastikan kondisi jantung selama beberapa hari kedepan." ucap Dokter.
"Baiklah Dokter terima kasih"
"kalau begitu saya permisi dulu" dokter pun meninggalkan Ibu Maria dan Tuan Tora.
"Bu, jual saja mobil ayah jika kekurang dana" kata tuan Tora yang mengetahui kekuatiran istrinya.
"nanti ayah ingin kemana-kemana bagaimana, sudahlah ayah biar ibu jual perhiasan yang ibu punya masih bisa cukup"
"Terima kasih yah bu, sudah masih mau bersama dengan ayah"
"Ayah bicara apasih, kita sudah hidup bersama puluhan tahun ayah masa hanya karena ayah sudah tidak punya apa-apa ibu ninggalin ayah, yang sekarang lebih kuatir itu jika terjadi sesuatu sama Ayah gimana coba nanti sama ibu"
"aah ibu ada-ada aja ingat usia kita bu" kata tuan Tora sambil terkekeh."Bu ibu sudah hubungi Randi? apa dia sudah bertememu dengan Atika?" sambung tuan Tora lagi.
"ooo iya ibu hampir lupa, untung ayah ngingatin" ibu Maria pun mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Randi, namun ponselnya pun tak aktiv.
"Ayah nomor Randi nggak aktiv, apa myngkin dia sama Atika sudah kekampungnya"
"coba ibu hubungi nomor Atika atau Nadia atau ibu coba hubungi saja Nadia siapa tahu mereka masih di rumah"
"Iya ayah" Ibu Maria pun menghubungi nomor Nadia. setelah beberapa saat menghungi Nadia pun menjawab ponselnya.
"Halo Nad"
__ADS_1
"Iya bu"
"Kamu lagi apa?kenapa suara kamu seperti orang lagi menahan sakit?"
"Aaah itu tangan aku kejepit, ibu ada perlu apa bu?" tanya Nadia kepada ibunya Nadia sengaja agar orangtuanya jangan tahu dulu soal Atika dan Randi kakaknya.
"Ini Nad ibu mau tanya apa Atika sudah bertemu dengan Randi?"
"Su...sudah bu"
"Kamu kenapa sih Nadia jawab ibu kaya gugup gitu?"
"nggak apa-apa bu, sudah dulu yah bu aku ngantuk"
"Ya sudah kamu istirahat gih" ibu dan anak itupun mengakhiri percakapan mereka.
"Bagaimana Bu, apa kata Nadia?" tanya tuan Tora
"Kata Nadia sih Atika sudah bertemu dengan Randi ibu mau tanya lebih banyak lagi Nadia katanya udah ngantuk Ayah"
"Ya sudah, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka berdua sendiri kita nggak usah ikut campur kecuali mereka butuh bantuan kita"
"Iya ibu juga tuh, duduk di kursi sofa dan istirahat" kata tuan Tora dan istirnya pun menurut"
******
sementara di rumah tuan Tora, Nadia yang sedang di kompres wajahnya oleh James.
"ibu dan Ayah kamu dimana?"
"Ayah masuk rumah sakit dan ibu sedang menjaga ayah disana, oh iya James tolong kamu jelaskan apa maksudmu tadi" kata Nadia yang mengingat apa yang tadi james sampaikan.
"Sebenarnya aku orang yang menabrak ponakan kamu"
"APA???" ucap Nadia dengan penuh tanda tanya seakan tidak percaya.
"Iya aku yang menabrak ponakanmu, itu juga karena aku di suruh oleh Cindy dan semua itu karena kakakmu dan sekarang kamu juga tahu kenapa aku melakukan itu padamu kemaren karena aku ingin membalas kepada kakakmu karena gegara kakakmu aku berada dalam masalah, awalnya aku ingin membalas saja tapi ternyata, aku suka denganmu dan kamu jangan coba-coba lari dariku dan macam-macam, Jika kamu turuti perkataanku maka kamu aman dari Cindi bahkan orang tuamu" kata James yang memegang gerahang Nadia dengan kuat sehingga membentuk mulutnya seperti mulut ikan.
Nadia yang sudah mengetahui kebenaran pun mengangguknya, "Dan satu lagi jika kamu menuruti semua kata-kataKu maka hidupmu akan terjamin" sambung James.
__ADS_1
"Ayo sayang aku sudah mengompres wajahmu sekarang giliranmu melayaniku,dan habis itu kau bersiap-siap karena besok kamu harus melayani pria-pria yang akan membanyarmu lebih banyak lagi" ucap James. Nadiapun hanya menuruti semua kata-kata James, dalam hatinya ingin menolak tapi Ia sudah tak bisa lagi berbuat apa-apa karena jika melawan Ia takut James akan mengurung dan mengikatnya lagi dan tidak bisa bertemu dengan ayah dan ibunya.
*****
sementara di Markas Atika yang sudah di pertemukan dengan Ibunya ia merasa sangat sedih karena akibat ulahnya Ibunya juga ikut disekap oleh Cindi.
"Atika kamu nggak apa-apa nak?" Tika pun mengangguk.
"Maafin Tika bu gara-gara Tika ibu juga ikut terkena imbasnya.
"Sudah nggak apa-apa Nak"
"Kalian siapkan ramuan untuk menggugurkan kandungannya." perintah Cindi yang masuk kedalam ruangan itu.
"Jangan mbak Aku mohon" Ucap Tika yang sudah menagis.
"Cindi kenapa kamu jadi seperti ini nak, kenapa kamu seperti iblis"
"Diam kamu perempuan tua, Anakmu yang kamu banggakan ini telah merebut laki-laki yang aku sayang sekarang dia harus menanggung akibat dari ini semua"
"Aku mohon aku akan lakukan apapun mbak"
"benarkah bagaimana kalau kamu melayani semua anak buahku disini mereka semua jarang bertemu dengan wanita"
"Cindi apa kau susah gila, Kami masih keluargamu"
"hahahahhahaha omong kosong dengan keluarga, kalian yang menyebabkan aku hidup sebatang kara, kalian yang membuat ayahku meninggal sehingga ibuku pergi, dan sekarang anakmu ini telah mengambil lelaki yang yang aku cintai jadi Dia harus bertanggung jawab"
"Cindi kamu salah paham, bibi juga tidak tahu kenapa sampai ayahmu dan paman bisa tenggelam di tengah laut, bibi juga kehilangan Nak, AyahMu saudara bibi, dan yang meninggal bersama ayahmu adalah suami bibi"
"Mbak, itu semua salah mbak kenapa mbak pergi meninggalkan mas Randi, sehingga mas Randi memintaku untuk menjadi istrinya"
"Aku tidak mau dengar apa-apa, terutama dari mulutmu Atika, tidak usah munafik kamu, kamu juga yang pasti menawarkan dirimu jadi lebih baik sekarang aku menawarkan kamu ke anak buahku mereka pasti akan memuaskan dirimu"
Bersambung....
jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.
Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.
__ADS_1
love...love...love..... untuk kalian.