Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
PERGI KAMU BAWA PEREMPUAN ITU


__ADS_3

''Halo kak'' sapa Nadia.


''Halo dek, kenapa pagi-pagi udah telpon?'' tanya randi.


''kakak tau nggak istri kakak sekarang dimana?'' tanya Nadia.


''Enggak, dek paling dia di kost nya soalnya kakak sama dia lagi berantem.


''Enggak kak, Dia nggak di kost Dia lagi di rumah kita, Dan semalam ibu nggak tahu penyebabnya apa, kata ayah ibu pulang berbarengan sama Cindy, dan ketika tadi aku tanya ke Cindy dia bilang dia cuman ketemu ibu di depan pintu pagar dan dia minta ibu untuk menginap di rumah'' kata Nadia menjelaskan kepada kakaknya.


'' apa Dek Cindy disitu Bagaimana bisa, dan Kenapa Ibu bisa sampai pingsan?'' tanya Randy lagi.


'' nggak tahu pokoknya sekarang kakak cepat kesini bawa pulang calon istri Kakak ini, kalau dia lama-lama terus disini bisa-bisa kita semua mati karena sikapnya yang seperti tak mau tahu persoalan di dalam rumah dan malas tahu'' ucap Nadia.


''Ya sudah kakak kesana sekarang'' ucapan Randi dan ia pun langsung menutup teleponnya. Dan Nadia pun pergi kemar ayahNya untuk mengecek kondisi ibunya.


Tok


Tok


Tok...


''masuk'' suara Ayah Tora.


''Ayah, bagaimana kondisi ibu?'' tanya Nadia. Nadia yang melihat ibunya masih lemas.


''Ibu Mu sudah mendingan, kamu tolong buatkan ibu teh hangat biar ibu minum'' ucap Pak Tora kepada putrinya. dan Nadia pun mengangguk lalu pergi menuju dapur untuk membuatkan teh untuk ibunya.


''Lebih baik aku siapkan sarapan sekalian untuk ayah dan ibu'' Gumamnya dalam hati. Setelah beberapa saat Dia membawa sekalian sarapan untuk ayah dan ibunya ke kamar.


''Loh Nak kamu buatkan sarapan sekalian buat kita?'' tanya Tuan Tora.


''Iya, aku buat sekalian, biar ayah dan ibu isi perutnya dulu, kalau kalian sakit siapa yang mau lihat Nadia?, Nadia takut kehilangan kalian berdua'' ucap yang tampa sadar meneteskan airmatanya.


''Sudah,sudah kamu jangan berbicara begitu, Ayah dan ibu masih ada buat kamu, lagian kalau ayah dan ibu tidak ada kan ada kakak kamu'' ucap Tuan Tora.


''Nadia tidak mau dengan kakak, Kak Cindy tidak baik Dia jahat'' ucap Nadia. ''Ibu'' Panggil Randi yang telah di depan pintu kamarnya.


''Randi?, siapa yang memberirahuMu? Tanya ibu Maria.

__ADS_1


''Tadi aku yang menelpon kakak Bu'' ucap Nadia.


''Ibu, bagaimana kondisi ibu'' tanya Randi.


''Ibu sudah mendingan, kamu lebih baik bawah pulang istrimu, dan lebih baik kamu cepat nikahi Dia, dan setelah kamu nikahi Dia jangan pernah kamu injakan kakimu bersama wanita itu di rumah ayah dan ibu lagi'' Ucap Ibu maria dengan Nada dingin.


deeeeekkkk


semua yang ada dalam ruangan itu terkejut dengan apa yang di bicarakan oleh wanita paru baya ini.


''Ibu, ibu bicara apa?'' tanya Tuan Tora.


''Suru anak ini pergi dari Ruamh kita ayah, ibu tidak mau lagi melihat rupanya'' ucap ibu Maria.


''PERGI KAMU BAWA PEREMPUAN ITU'' teriak ibu Maria.


''Tapi Bu'' ucap Randy terpotong dengan ajakan Nadia.


''Ibu, ada apa sebenarnya kenapa ibu bicara seperti itu kepada Randi?'' tanya Tuan Tora kepada istrinya.


''kak, tolong kakak keluar dari kamar ibu'' Nadia pun membawa kakaknya keluar dari kamar.


''Di kamar Tamu kak'' kata Nadia. dan mereka pun menuju ke kamar yang di maksud tersebut. ketika mereka sampai Randi tak lagi mengetuk Dia langsung membuka pintu kamar tersebut, dan melihat cindi yang sedang tiduran.


''Bangun kamu'' ucap Randi yang langsung menarik tangan Cindi.


''Apa sih, kamu lepasin sakit tau tangan aku'' ucap Cindi yang meringis kesakitan.


''Ikut aku pulang, kamu tuh benar-benarnya'' ucap Randi sambil terus menatik Cindi ke mobil.


***


sementara di Kamar Ibu Maria sedang menangis.


"Ibu sebanarnya ada apa kenapa ibu tidak mau Randi dan Cindi kerumah kita lagi?'' tanya tuan Tora.


tetapi Ibu Maria tidak ingin menjawab pertanyaan Tuan Tora.''Ya sudah jika ibu tidak ingin menjawab, ibu istiraharahat saja, Ayah mau kedepan dulu'' ucap Tuan Tora Dan Dia pun segera keluar untuk melihat keadaan di luar dan Dan juga ia harus melihat ke usaha mereka yang bergerak di bidang Mebel.


''Nadia kakakMu dimana?'' tanya Tuan tora.

__ADS_1


''Kakak sudah jalan ayah'' ucap Nadia.


''Ya sudah, kalau begitu kamu tolong jaga ibuMu, Ayah harus pergi sebentar'' ucap Tuan Tora.


''Baik, Ayah'' kata Nadia dan ia pun pergi menuju kamar ibunya.


****


Di kediaman Tuan Andi, Fani yang baru saja ingin berangkat di kejutkan dengan kedatangan tamu, Dia adalah Andre kekaksihnya.


''Andre'' ucap Fani


''Fani, bisa kita bicara sebentar'' Tanya Fani.


''Iya, mau bicara di dalam atau dimana?'' tanya Fani.


''ayo kita ke taman saja'' Ucap Andre sambil memegang tangan Fani. dan mereka pun pergi menggunakan mobil Andre.


setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai di taman. " Ayo, kita kesana'' ajak Andre menuju sebuah kursi taman.


"Fani, aku ingin bicara sama kamu, tapi kamu janji harus dengar dulu penjelasan aku Fan.''


''Apaan sih Ndre, jangan buat aku takut'' ucap Fani.


''Jadi begini Fani,Aku mau di jodohkan dengan wanita pilihan orang tuaku tapi aku nggak cinta sama perempuan itu, Perusahaan ayahku bangkrut, dan untuk menstabilkan, keuangan perusahaan aku harus berkorban untuk bertunangan dengan Putri'' Tutur Andre menjelaskan.


''Apa, Putri?kamu bilang perusahaan kamu mau bangkrut, kenapa cuma dengan perusahaan putri, kenapa kamu nggak datang keperusahaan Ayah aku, Kamu cuma alasan karena memang kamu sama putri yang merencanakan ini kan, sudahlah kalau kamu mau putus ya putus saja kenapa harus bawa perusahaan segala'' Ucap Fani yang sudah mulai emosi.


''aku benaran Fani, aku nggak bohong sama kamu, orang tua aku menginginkan perjodohan ini bukan aku'' ucap Andre menyakinkan Fani.


''tinggalin aku sendiri, Aku mau sendiri'' ucap Fani


''Fan, kamu dengarin aku, aku nggak cinta sama Dia aku terpaksa terima ini semua'' ucap Andre.


''Tinggalin aku Andre, Aku mau sendiri,Hikss Hiikss... Please tinggalin aku sendiri, Aku mau sendiri'' ucap Fani yang sudah tak bisa tahan tangisnya.


Andre pun pergi meninggalkan Fani sendirian. "Fani maafkan Aku, ini bukan kemauanKu aku juga sebenarnya tidak mau menerima perjodohan ini'' Gumamnya dalam hati sambil berjalan meninggalkan Fani.


''Aku benci kamu Andre, enam tahun hubungan kita kamu anggap apa?, Kenapa hanya karena perusahaan Putri menyuntikan Dana ke perusahaan kamu, kamu tega sama Aku, sekarang aku tau cinta kamu bisa di ukur dengan Uang" gumam Fani. di saat yang bersamaan Fani menrima pesan dari Putri Musuh bebuyutannya sejak jaman meraka sekolah.

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2