
''bu tolong siapkan makan malam kami, yah Bu selama beberapa hari kedepan Aku dan Yuni akan menginap di sini,ibu tolong bantu Yuni yah Dia baru pulih dan baru kehilangan anaknya, jangan biarkan Dia sendirian bu'' kata Cristian menjelaskan kepada Bu Darmi.
''Baik Tuan''
''Terimakasih bu, baiklah kalau begitu silahkan mengerjakannya'' ucap Cristian dan pergi menuju kamar Yuni.
sesampai di kamar Yuni, Cristian melihat Yuni sedang duduk menonton vidio pemakaman kedua anaknya, dengan air mata yang sudah berlinang di pipinya.
''Yun, Kamu nggak apa-apakan Yun?'' tanya Christian. Yuni yang mendengar suara Christian hanya terdiam dan mengangguk, dalam hatinya Ia sangat sedih separuh jiwanya hilang.
''Kak aku mau istirahat kak bisa tolong pindahin aku ke Ranjang tidak?'' pinta Yuni dengan lembut.
''Oh, Ya sudah, kalau mau istirahat sini aku pindahin kamu'' kata Cristian yang berjalan menuju Yuni mengangkat tubuh Yuni lalu memindahkan ke ranjang.
''Oke sudah sekarang kamu istirahat, Nanti pada saat makan malam aku akan mengantarkan makanan ke sini, dan aku aku akan berada ada di ruang kerjaku, Jika kamu membutuhkan sesuatu gunakan ponselmu untuk menghubungi ku saja aku akan datang ke sini'' kata Christian sambil memperbaiki tubuh Yuni dan menutupnya dengan selimut.
'' Terima kasih ya kak'' kata Yuni kepada Christian dan Kristianpun hanya mengangguk lalu meninggalkan ini sendirian di kamar.
''Roni Rani maafkan Ibu, gara-gara ibu kalian pergi untuk selama-lamanya, Ibu memang bukan ibu yang baik buat kalian berdua Nak... Tuhan kenapa harus anak-anakku, Kenapa kau menghukumku dengan cara seperti ini?.
ibu benar-benar hancur melihat jenazah kalian seperti itu, Tuhan kenapa Engkau mengambil mereka dengan secepat itu Tuhan? Apakah Aku tidak pantas menjadi seorang ibu? kenapa Tuhan?''
Yuni semakin larut dalam kesedihannya.
sementara di ruang kerja Christian Dia sedang menelpon dengan asistennya, menanyakan pekerjaannya Di kantor Bagaimana dan perkembangan penyelidikan penabrakan yang terjadi pada Yuni, Roni dan Rani.
__ADS_1
'' Ando Bagaimana Apakah kamu sudah mendapatkan siapa pelaku penabrakan itu?''
'' begini tuan, polisi telah menemukan sebuah mobil box yang ciri-cirinya sama seperti mobil yang menabrak Ibu Yuni bersama anak-anaknya, Namun sayang mobil itu terjatuh ke dalam jurang tapi tidak ada pengendara nya, sepertinya penabrakan ini benar-benar direncanakan agar tidak bisa menemukan pelakunya''
''shiiit, Apakah sudah mencari di sekitar tempat jatuhnya mobil tersebut? Siapa tahu u warga sekitar ada yang melihat atau menolong orang tersebut''
'' sudah Tuan tapi tidak ada yang melihatnya, bahkan mobil itu pun terjatuh ke jurang pada tengah malam hari, sehingga warga di sekitar tidak ada yang tahu mereka hanya mendengar bunyi ledakan saja''
''Brengsek,Ando aku minta kamu selidiki orang- orang yang berada di sekitar Yuni yang mencurigakan,aku sangat yakin, kalau pelakunya itu berada di sekitar Yuni''
'' baik Tuan''
'' Bagaimana dengan kantor Apakah semuanya baik-baik saja?'' tanya Christian karena akhir-akhir ini Iya sangat sibuk dengan Yuni sehingga pekerjaan kantornya ia menyerahkan kepada Ando
''semuanya aman Tuan'' jawab Ando
''Baiklah kalau begitu'' Kata Cristian dan mereka berdua mengakhiri percakapan mereka.Cris memijat pelan keningnya kepalaNya pusing memikirkan pelaku penabrakan yang belum ketemu itu.
terdengar suara ketukan pintu.
''Permisi Tuan makan malamnya sudah siap'' kata Bu Darmi
''Baik bi terima kasih'' kata Cris dan Bu darmi pun kembali ke belakang.
setelah beberapa saat Cristian keluar dari ruang kerjanya dan mengambil makan untuk Yuni lalu membawakan untuk Yuni, saat di bukanya pintu kamar dan mendekat ke ranjang betapa terkejutnya Ia melihat Yuni yang sedang terisak dalam tidurnya di lihat mata Yuni yang sembab.
__ADS_1
''apa kamu menangis sedari tadi hum? sampai di tidurMu saja kamu terisak tangis seperti itu,Aku merindukan tawaMu dan candaMu'' Kata cris sambil memperbaiki selimut Yuni. ''Lebih baiik makananNya aku suruh bu Darmi simpan saja jadi Jika Ia bangun tinggal di panaskan'' gumam Cristian dalam hati lalu Ia keluar dan memberikan makanan itu kepada Bu Darmi.
Lalu Iya duduk untuk mengisi perutnya, setelah selesai ya menyantap makanan yang disediakan oleh Bu Darmi, Ia pun kembali ke kamar Yuni untuk memastikan keadaan Yuni lagi.
'' aku kuatir Jika ia tidur sendirian, lebih baik aku tidur disofa saja, agar Jika ia bangun dan membutuhkan sesuatu aku bisa membantunya'' kata Christian laut jalan menuju ke sofa yang ada di dekat jendela kamar tersebut dan membaringkan tubuhnya.
######
Di tempat lain tepatnya di rumah tuan Andi, Ibu Mira bersama dengan anaknya Fani dan juga Tuan Andi. yang masih merasa sedih atas Kehilangan anggota keluarga mereka,'' aku nggak nyangka akan Kehilangan ponakan ponakanku secepat ini'' kata Fani kepada ibunya.
'' Sudah Nak, kita tidak usah bahas lagi Roni dan Rani, kasihan mereka, lebih baik kita ikhlaskan saja agar Roni dan Rani tenang di sana dan hati kita disini pun menjadi tenang'' sambung Ibu Mira kepada putrinya.
'' Iya bu, tapi aku gak terima cara mereka pergi seperti itu. Ayah apa pelaku tabrakannya sudah di temukan? dan apa benar murni tabrak lari atau mereka sengaja ingin menabrak kak Yuni dengan anak-anak?'' tanya Fani yang tiba-tiba mengingat pelaku penabrakan itu.
''pelakunya belum di temukan yang jelas Ayah juga tidak tinggal Diam, Ayah akan mencari tahu dan akan menemukan pelakunya apapun caranya.'' Ucap Tuan Andi Yang menunjukan raut wajah yang penuh amarah.
''Iya ayah, tapi apa kak Yuni punya musuh? apa selama Ia menjalankan perusahaan Ayah ada yang tidak suka dengan kak Yuni?'' tanya Fani ongin memastikan ke Ayahnya.
''Sekertaris Ayah mengatakan kalau kakakMu sangat santun dan sopan setiap menghadapi klien Nya, jadi tidak mingkin jika ada yang ingin mencelakai kakaMu, Ayah yakin ini ada hubungan dengan rumah tangganya tapi ayah tidak mau menuduh sebelum ada bukti.'' Ucap Tuan Andi.
#####
Di tempat yang jauh dari keramaian yang ada hanya terdengar hebusan angin,dan pukulan ombak Randi mencoba menenangkan pikiranNya Ia mengingat kembali awal pertemuan dengan Yuni.
''Yuni tempat ini tempat dimana pertama kali kita bertemu, besok adalah hari terakhir kita menjalani rumah tangga kita, Aku tidak akan menahanMu lagi Aku tau aku tak pantas untukMu, Kamu terlalu berharga, Aku yang bodoh membawa petaka dalam Rumah tangga kita, andai saja Aku tidak tergiur dengan wanita lain pasti tidak akan seperti ini.'' Randi yang larut dalam kesedihannya, hingga waktu menunjukan pukul satu dinihari ponselnya terus berdering Ia tidak peduli.
__ADS_1
Bersambung.....