
setelah beberapa saat Atika menghubungi namun ponsel ibunya tak aktif juga " Bagaimana Apakah sudah bisa terhubung?" tanya Randy kepada Atika.
" belum mas ponsel ibu belum juga aktif, aku takut terjadi sesuatu sama ibu"
"Tika mungkin ada nomor tetangga yang kamu tahu" sambung ibu Maria.
"Nggak ada bu hanya ada nomor pak kades"
"ya sudah kamu coba hubungi, minta tolong lihat ibu kamu"
"Aku nggak enak hati bu"
"Tika kalau kamu ragu ya sudah nanti aku ke kampung ngecek ibu kamu"
"Terima kasih mas, ya sudah kalau begitu aku harus balik sekarang soalnya aku harus kerja."
"Iya ya sudah kalian hati-hatinya, terutama kamu Tika banyak istirahat di rumah"
"Iya bu"
"Nadia kamu hari ini nggak kemana-manakan?"
"Aku lagi ada urusan bu"
__ADS_1
"Tika atau lebih baik kamu sama ibu saja kalau kamu di rumah pasti kamu sendirian, Randy yang mengecek Keadaan ibu kamu"
"Iya, Tika kamu disini saja" ucap tua Tora dengan suara seraknya.
"Ayah, maaf kita ribut ya sampai membangunkan ayah?" kata Ibu Maria.
" Ya sudah baiklah Bu aku tetap di sini saja menemani Ibu dan Ayah"
" nanti kan kamu bisa baring-baring di situ" ucap Ibu Maria sambil menunjukkan kursi sofa. 3 pun mengangguk setuju.
'' Ya sudah kalau begitu kami jalan ya Ibu, Ayah, Tika kamu benaran nggak apa-apa aku tinggal disini?"
"Iya mas aku nggak apa-apa" kata Tika Randi pun akhirnya pamit bersama Nadia mereka berdua pergi.
Diperjalanan mereka membicarakan rencana mereka untyk menculik Rein, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah.
"Iya siapa yah" lalu mereka berdua pun turun dari kendaraan itu, ketika mereka telah turun dan menuju mobil yang tengah diparkir di depan rumah mereka Cindy pun turun dari mobil, dan beberapa anak buah Cindy yang mulai masuk ke halaman rumah tuan Tora..
"Cindy?" ucap kedua kakak adik itu yang bingung dengan kehadiran Cindy yang tiba-tiba di rumah mereka.
" mau apa kau kesini wanita pembunuh" Ucap Randi yang marah.
"hahahahahhaha, ooh jadi kamu sudah mengetahuinya bagus itu berarti aku tidak perlu menutupnya dariMu lagi." ucap Cindy, yang memancing Randy semakin marah sehingga ia pun ingin maju mendekat ke arah Cindy namun anak buah Cindy datang langsung memegang kedua tangan Randy.
__ADS_1
"siapa kalian, lepaskaan aku" ucap Randy dan ia melihat salah satu anak buah dari Cindy yang pernah memukulnya, bahkan Nadia pun juga di tahan.
" jadi orang-orang ini adalah orang-orang suruhan kamu?" Cindy yang mendengar perkataan dari Randi pun tersenyum sinis.
"shiiit, berarti bukan Yuni dan ayahnya yang menyuruh orang-orang ini memukulku" ucapnya dalam hati.
"aku menyesal pernah kenal dengan wanita seperti kamu" Ucap Randi lagi.
"Dimana Atika? kalian berdua beraninya bermain-main denganKu" tanya Cindy
"Aku tudak akan memberitahukan dimana Dia"
"beri dia pelajaran agar Dia buka mulutnya" Randi pun dihajar abis-abisan.
"bawa Dia ke markas kumpul bersama dengan wanita tua itu." kata Cindy.
"Tunggu kalian jangan bawa kakakKu aku tahu dimana Atika berada" ucap Nadia.
"Tidak Nadia jangan kau beritahukan, dimana Atika Dia sedang mengandung aku tidak mau terjadi sesuatu pada anakKu, hanya karena wanita ular ini lagi"
bersambung..
MOHON MAAF SEKALI, CERITA DI EPISODE INI SINGKAT SAJA.
__ADS_1
AKU MAU SHARING SEDIKIT KONDISI KU BEBERAPA HARI INI KONDISIKU KURANG BAIK, MERIANG,DEMAM BATUK DAN FLU, BAHKAN PERPENGARUH SAMPAI PADA LAMBUNGKU KARENA KURANG NAFSU MAKAN.
JADI BUAT TEMAN-TEMAN MOHON MAAF KARENA MEMBUAT KALIAN SEMUA KECEWA.