Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
MALU PADA IBU MIRA


__ADS_3

''huhh, ya sudah'' ucapnya dengan keaal dan lansung berbalik dari meja resepsionis tersebut.


''sepertinya mereka sengaja menghindariku'' gumamnya.


''aku tidak akan Melepaskanmu Christian, Aku akan berusaha mencari dan bertemu denganmu, tetapi Besok aku harus kembali ke kotaku kalau tidak si om akan marah denganku, Aku harus apa ya? Cindy juga tidak bisa dihubungi, kemana anak itu?'' ucapnya sambil berjalan keluar dari kantor Christian.


******


Di rumah sakit Randi tengah di pusingkan dengan biaya Admistrasi yang hampir mencapai 50jt.


"Tika uang dari mana segini banyak di tabungan aku sisa 25 jt Tika'' kata Randi.


''Mas coba ngomong ke bagian adminnya kita Dp dulu, nanti baru sisanya kita cari mas''


''iya, coba aku tanya dulu kalau bisa aku, aku ke kantor supaya kantor mau memberikan aku pinjaman'' Tika pun menganngguk, Randi dan tika pun berjalan menuju bagian resepsionis.


''permisi, apa saya bisa Dp dulu? sisanya saya akan lunaskan''


''Bisa pak'' jawab salah satu staaf admin, setelah selesai mengurus biaya Admin. ''Tika kamu lebih baik kita pamit ke ibu trus aku anterin kamu pulang, dan aku lanjut ke kantor'' kata Randi.


''Iya, mas ayo '' mereka berdua pun akhirnya berjalan menemui ibu Maria, sesampai mereka di depan ruangan, ibu maria yang sedang duduk di kursi tunggu.


''Ibu, aku sudah mengurus admistrasi, tapi maaf Bu aku hanya mampu membayar Dp nya saja''


''total kekurangannya berapa biar ibu pakai tabungan ibu'' ucap Ibu Maria.


''masih segini bu'' kata Randi sambil menyerahkan kertas kwitansi yang diberikan tadi oleh bagian administrasi. ''Oh ya bu aku harus ke kantor karena ada hal penting yang bosku ingin sampaikan padaku.


''iya, Randi ibu lupa bawa ponsel ibu tolong kamu hubungi Nadia agar Dia bawakan ibu baju ayah''


''Aah... iya aku akan coba menghubungi Nadia lagi, karena tadi aku sudah berulangkali tapi ponselnya tidak aktiv'' Ibu Maria pun mengangguk


setelah beberapa menit Randy mencoba Hubungi Nadia ponselnya memang sudah aktif tapi dia tidak menjawab panggilan tersebut. "Bu aku sudah hubungi tapi Dia tidak menjawab''

__ADS_1


''Aah anak itu kemana ibu heran dengan anak itu''


''Begini saja bu, biar Tika disini, ibu pulang untuk mengambil baju ayah, Tika kamu nggak keberatan kan?'' kata Randi, Tika yang mendengar pun senyum dan menjawab ''Aku malah senang mas''


''ibu bagaimana?'' tanya Randi.


''huuuffft, aku harus mengalah, aku juga harus mengambil uang untuk sisa pembayaran administrasi'' batin ibu maria. ''Baiklah kalau begitu'' ucap Ibu Maria.


''Tika kamu tungguin ayah yah kalau ada apa-apa hubungi aku, nanti setelah dari kantor aku kesini'' ucap Randi.


''Ayo bu kita jalan'' kata Randi. Akhirnya Ibu Maria dan Randi pun berjalan keluar dari rumah sakit itu dan menuju mobil Randi di perjalan Ibu Maria pun berbincang kepada Randi.


''Randi ibu mau tanya sama kamu?''


''silahkan Bu''


''Kamu sejak kapan menikahi Wanita itu? apa kamu ini tidak sama sekali merasa berkabung atas meninggalnya anakMu apa kau tidak punya hati nurani sebagai ayah kandung mereka?''


''aku juga tidak tahu di mana hati nuraniku saat itu, yang ada di pikiranku adalah segera menikahi Tika, pernikahanku dan Tika di lakulan di kampung halaman Tika, hanya di hadiri keluarga dekat Tika saja bu,dan itu terjadi ketika Cindy datang kerumah ayah dan ibu''


'' iya Bu''


''terus ibu mau tanya sama kamu apa Cindy tau kau sudah menikah lagi?''


''belum bu, Dia belum tahu dan Dia juga sudah susah di hubungi bu, aku juga menyesal setelah tau kebenarannya kalau dia yang menyuruh orang untuk menabrak Yuni dan anak-anakku,bagaimana jika Yuni tahu kalau Cindy lah yang telah menabrak mereka, pasti dia juga akan marah terhadapku Karena dia sudah bilang yang jika dia tahu ada hubungannya denganku maka dia tidak akan pernah memaafkan ku''


'' Yuni Sudah mengetahuinya, Ibu sudah memberitahunya tadi pagi''


''Apa bu? Kenapa Ibu bisa sampai berbicara kepadanya''


'' terus maumu ibu harus diam terus menutupi semua kesalahan Cindy dan kamu?"


''ibu, kita sudah hancur Bu, Yuni tidak akan tinggal diam kemarin saja Dia menyuruh preman-preman untuk menghajarku, dan sekarang ibu lihatkan uhasa ayah hancur karena mereka menarik modalnya kembali"

__ADS_1


"ini salahMu coba dulu kau tidak selingkuh mungkin kita akan tetap hidup enak, ibu masih memperdaya ibu Mira untuk minta-minta uang dengan membawa nama Yuni dan anak-anak kalian, kau tahu tidak ibu Mira itu selalu mengirimkan Yuni uang tapi ibu yang selalu mengambilnya"


"Apa bu?, bagaimana bisa apa Yuni tidak pernah bertanya kepada ibunya? aku juga menyesal karena telah mengusirnya dari rumah dan hidupku jadi kacau seperti ini"


" sekarang kita harus apa?"


" Ibu tenang saja aku akan coba berbicara dengan Yuni secara baik-baik, dan aku akan meminta maaf atas tindakan ku tadi pagi''


'' semoga saja dia mau mendengarkan mu lagi, apalagi dia juga sudah punya calon suami''


'' Ibu tenang saja aku punya cara cara agar Yuni mau memaafkanku, dan mau mau memberikan kembali modal kepada usaha ayah''


'' Memangnya apa?''


'' nanti juga Ibu tahu''


''Kau jangan buat masalah lagi sudah cukup lihat Ayahmu terbaring akibat ulahmu kau mau buat ibu dan ayah meninggal apa, ibu benar-benar tidak habis pikir otak bejatmu ini, kalau kau sampai melakulan hal yang membuat hidup kita tambah menderita lebih baik kau jangan anggap kami orang tuamu. Lihat sekarang buka matamu ayah kena serangan jantung apa kamu mau ibu juga terkena serangan jantung karena ulahMu? ibu cape dengan tingkahMu, turunkan ibu sekarang'' Kata Ibu maria yang marah kepada Randi.


''Ibu aku minta maaf, ini masih jauh dari rumah ibu.''


''turunkan ibu sekarang, ibu malu punya anak seperti kamu''


''Ibu'' Ucap Randi dengan sedikit memelas. Namun ibu Maria tetap kekeh ingin turun.


''Berhenti Randi'' Randi pun akhirnya dengan berat hati menurunkan ibunya, di dekat pusat berbelanja setelah ibu Maria turun dari mobil. Randi pun berjalan menuju ke kantor meninggalkan ibu.


Ibu Maria yang sendirian, tak sengaja bertemu dengan Ibu Mira yang kebetulan lagi mau berbelanja untuk kebutuhan bulanannya.


''Aku malu pada ibu Mira lebih baik aku menghindar saja'' Ucapnya sambil memutar arah langkah kakinya. Sedangkan ibu Mira yang melihat ibu Maria menjadi sangat panas karena selama ini Ia di bohongi.


bersambung...


jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.

__ADS_1


Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.


love...love...love..... untuk kalian.


__ADS_2