Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
MELAKUKAN SESUATU


__ADS_3

"Mbak, itu semua salah mbak kenapa mbak pergi meninggalkan mas Randi, sehingga mas Randi memintaku untuk menjadi istrinya"


"Aku tidak mau dengar apa-apa, terutama dari mulutmu Atika, tidak usah munafik kamu, kamu juga yang pasti menawarkan dirimu jadi lebih baik sekarang aku menawarkan kamu ke anak buahku mereka pasti akan memuaskan dirimu"


"kumohon mbak jangan lakukan itu mbak minta maaf"


"biar kau menangis memohon aku tidak peduli"


"Nona" panggil seorang anak buahnya.


"ada apa"


"Nona laki-laki itu ingin bicara dengan Nona"


"baiklah kalian silahkan nikmati wanita itu" kata Cindi sambil menunjuk ke arah Atika, dan Ia pun pergi ke tempat Randi di sekap.


setelah Ia berada diruangan Randi. "apa yang ingin kau bicarakan?"


"Cindi kumohon kau hukum saja aku, jangan kepada Atika"


"sudah terlambat mungkin sekarang tubuhnya sedang nikmati oleh anak buahku"


"Kau benar-benar sudah tidak waras Cindi, apa yang kau dapat dari berbuat seperti ini?"


"aku begini juga karena kamu, kalau kamu gidak menghkianati aku pasti tidak akan seperti ini" ucapnya kepada Randi dan Cindi berbisik kepada salah satu anak buahnya. "Kalian bawa Dia kepertunjukan di ruangan sebelah aku yakin pasti Dia ingin melihat wanita itu"


lalu pria berbadan kekar itu membawa Randi menuju ruangan dimana Atika dan Ibunya di sekap Randi yang diikat kedua tangannya.


sesampai disana Randi di suruh untuk menyaksikan Atika yang sedang di cumbu oleh anak buah Randi.


"Cindi kenapa kamu seperti ini kamu benar-benar wanita berhati iblis, dimana nurani kamu?"


"hahahaha, Itu balasan buat Dia karena sudah berani mengambil milikku"


"aaagghhhh" Randi berusaha memberontak dan ingin menyelamatkan Atika namun percuma setiap Dia ingin memberontak Ia malah di hajar oleh anak buah Atika.


"Atika maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa" katanya dalam tangis.


"Cindi cukup apa maumu sebenarnya kalau kamu ingin aku mati silahkan lakukan"


"Jadi kamu ingin mati mas hanya karena wanita itu? ciiihhh, aku tidak akan membuatmu mati, namun ada satu syarat jika kamu ingin aku menyudahi ini semua."


"apapun itu aku akan lakukan"


"kalian bawa Dia kekamarku" perintah Cindy, anak buahnya pun mengikuti perintah Cindy mereka, setibanya di kamar Cindy menyuruh anak buahnya keluar.

__ADS_1


"kalau kamu mau aku melepaskan wanita itu ayo mas kita kembali seperti dulu, aku masih sangat mencintaimu"


"ooh jadi Dia masih mencintaiku, aku akan memanfaatkan ini, jika siatuasi aman aku akan membalasmu Cindi" kata Randi dalam hati.


"Baiklah jika itu maumu, lepaskan tali ini dulu" ucap Randi. Cindi pun mulai membuka ikatan di tangan Randi.Randi mulai mengangkat tubuh Cindi ketempat tidur.


*****


Dirumah sakit ibu Maria yang sedang menunggui suaminya pun duduk sambil melihat media sosial


"Ini ibu Mira kenikahannya siapa?kok yang pengantennya kaya Yuni deh apa Dia sudah menikah,Dia sama aja kaya Randi, katanya sedih di tinggal anak-anak nyatanya belum juga lewat 40 hari kematian anak-anaknya Dia sudah nikah lagi" kata ibu Maria.


"ibu lihatun apa sih ko serius banget?" tanya tuan Tora kepada istrinya.


"ini pak ibu lihatin akun sosmednya ibu Mira ternyata si Yuni sudah nikah lagi, terus ini kayanya mereka ngadain resepsi deh, ternyata Dia sama aja kaya anak kita Randi"


"bu sudah nggak usah ngurusin urusannya orang mending sekarang pijitin tangan ayah"


"iya, ayah kan ibu cuma heran aja keluarga merekakan sudah banyak menghina keluarga kita jadi ibukan cuma bicara sesuai fakta ayah".


"biarkan saja bu anak kita yang salah, andai saja dulu kita tidak menyia-nyiakan Yuni pasti kita tidak akan begini bu"


"iya juga, ini semua juga karena salah ibu"


"iya" ibu Maria pun mengambil ponselnya dan menghubungi Randi, setelah menghungi beberapa kali namun Randi tak menjawab.


"nggak ada jawaban Ayah"


"Coba hubungi nomor Atika saja bu"


"iya ibu coba hubungi Atika" ibu Maria pun menghubungi Atika namun hasilnya tetap sama. "apa sesuatu terjadi kepada mereka berdua?" kata Ibu Maria dalam hati.


"bagaimana bu apa ada jawaban?"


"tidak ada, ibu takut mereka berdua kenapa-kenapa, apa mereka bertemu dengan Cindi?"


"jangan berpikir yang buruk"


"ibu lupa tadi pas ibu mau kesini taksi online yang ibu tumpungi berpapasan dengan sebuah mobil dan didalam mobil itu seperti ada Cindi hanya ibu pikir ibu salah lihat"


"apa bu coba ibu hubungi Nadia lagi bu tanya kepastiannya" ibu Maria pun mengangguk dan segera menghubungi Nadia. setelah menghubungi Nadia beberapa kali namun tak ada jawaban.


"Ayah,ibu sepertinya harus berbuat sesuatu perasaan ibu tidak enak dengan anak-anak ibu"


"ibu mau melakukan apa"

__ADS_1


"ibu akan pergi ke kantor polisi dan meminta bantuan tua Andi."


"apa ibu tidak apa jika bertemu dengan kekuarga Yuni?"


"Demi anak-anak ibu"


"Ya sudah, ibu hati-hati ayah minta maaf tidak bisa temani ibu"


"sudah tidak apa-apa ayah istirahat saja" Tuan Tora pun mengangguk lalu ibu Maria bergegas keluar dari rumah sakit itu menuju ke rumah Tuan Andi.


setelah beberapa menit perjalanan akhirnya ibu Maria tiba dirumah dirumah tuan Andi.


"permisi pak saya mau bertemu dengan tuan Andi dan ibu Maria apa mereka ada di rumah?"


"Maaf ibu siapa biar saya tanya dulu"


"bilang saja Maria Hartono,tolong katakan kalau ada masalh oenting yang saya harus bicarakan dengan mereka."


"baiklah bu kalau begitu, ibu tungu disini dulu" kata satpam sambil menunjukan sebuah kursi.


"terima kasih pak" lalu satpampun segera menelpon memberitahukan.


"pengawal di rumah ini banyak juga, sepertunya mereka juga berjaga-jaga tidak seperti dulu lagi" kata ibu Maria dalam hatnya sambil melihat beberapa orang yang berjaga. setelah beberapa menit menunggu akhirnya satpam keluar dari dalam post satpam.


"bagaimana pak apa saya boleh bertemu?"


"iya bu, ayo ibu tuan dan nyonya sudah menunggu di dalam" kata satpan dan ibu Maria pun mengikuti satpam berjalan.


"ada anak kecil siapa Dia? kenapa banyak orang yang berjaga disekitarnya." kata ibu Maria dalam hati.


"Pak satpam itu anak siapa yang di taman?"


"itu cucu dari tuan nyonya, anak angkat nyonya Yuni"


"Jadi Yuni mengasuh anak" batin ibu Maria.


"Nona Dian tolong antarkan ibu ini bertemu dengan tuan dan nyonya."


"baik pak"


"baiklah silahkan dengan pelayan nanti pelayan yang akan mengantarkan ke tuan dan nyonya"


"terima kasih pak"


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2