Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
DRAMA


__ADS_3

''Nggak apa bu, mungkin Andre malu kalau ada kita, sepertinya biarkan mereka berdua saja yang jalan biar kita orang tua disini saja membicarakan pertunangan dan pernikahan mereka'' kata Bu lili.


''Yah benar itu'' sambung Ayahnya Andre.


''Yasudah kalian berdua jalan sana'' ucap Ibu Naomi.


Putri dan Andre pun akhirnya pergi bersama sedangkan Riki yang melihat Andre dan Naomi pergi pun ingin berpamitan.


''Bu kalau Andre sama Putri jalan, Ricky juga mau pamit ke Apartemen Ricky''


''Loh kenapa kamu mau balik Apertemen sayang? kamu nggak ikut makan dulu sama kita'' tanya ibu Naomi ke Putra sulungnya.


'' Ricky Ada urusan sedikit, nanti Ricky makan di apartemen aja''


'' Ya sudah kalau begitu Itu kamu hati-hati di jalan jangan ngebut, sanah pergi pamit sama Ayah kamu dan om Tirta.'' kata ibu Naomi.


''Iya Bu, Tante pamit yah'' ucap Ricky lalu ia pun pergi menuju ke ayahnya Untuk pamit.


****


sementara di rumah Tuan Andi Kris yang sudah pamit pulang.


''Aku mau ke kamar bisa tolong bantu aku bu?'' tanya Yuni.


''Mari ayah saja Nak yang bantu kamu'' sambung Tuan Andi.


''Iya, Terima kasih ayah maaf sudah merepotkan Ayah''


''Hei kamu bicara apa?, kamu itu putri ayah, ayah tidak merasa kerepotan mengurus kamu, dan juga adikmu kalian berdua itu tetap putri kecil ayah.'' ucap Tuan Andi.


''Terima kasih ayah, aku sayang sekali dengan ayah'' ucap Yuni sambil menyandarkan kepalanya di pundak sang ayah.


setelah Yuni sampai di kamar, "Yun, ayah akan menyuruh pelayan temani kamu di kamar, biar kalau kamu membutuhkan sesuatu bisa ada yang membantu kamu'' kata Tuan Andi.


''Terima kasih ayah''


"Ya sudah, kamu istitahat'' kata Tuan Andi, lalu Tuan Andi pun keluar dari kamar Yuni. Sementara di kamar Fani yang sedari tadi mengurung dirinya, meresa jenuh di kamar.


Dia pun mengambil kunci mobilnya dan saat ingin pergi, Tuan Andi melihat putrinya.


''Fani kamu mau kemana? ini sudah malam'' tanya Tuan Andi.

__ADS_1


''Ayah, aku ingin ke mini market sebentar ayah ada yang ingin aku beli'' bohong Fani.


''Ya sudah hati-hati nak'' kata Tuan Andi. Fani pun hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan ayahnya yang sedang berbicara dengan seorang pelayan.


di perjalanan air matanya Kembali keluar mengingat kisah cintanya dengan Andre, harus berakhir dengan cara seperti ini.


Fani pun memilih memarkirkan mobilnya nya di alun-alun kota Dia turun dari mobilnya dan dan memilih untuk duduk di salah satu kursi yang sudah disediakan di tempat itu.


saat dia Tengah asyik menikmati kesendiriannya menghirup udara malam tiba-tiba terdengar suara dari belakangnya '' Sedang apa malam-malam disini?''


''Asisten Ando? kamu Asistennya kak Kris kan?'' tanya Fani.


''Iya, panggil Ando saja tidak usah pakai Asisten'' ucap Ando.


''Aku boleh duduk?'' tanya Ando.


''Silahkan''


''Mau makan Bakso tidak kalau mau Aku pesankan sekalian?'' tanya Ando.


''Boleh, tapi tolong minta abangnya bikin jadi level 20'' kata Fany dan ando pun segera membosankan bakso sesuai pesanan Fanny.


setelah beberapa saat bakso yang menikah pesan pun tiba,'' kamu sudah biasa yang datang ke sini Anndo?''


''Duduk-duduk saja'' jawab Fani sementara mereka sedang asyik ngobrol sambil makan bakso, Andre yang sedang mengendarai mobil melihat mobil milik Fani, Dia pun memberhentikan mobilnya.


''Andre ngapain sih kita berhenti disini?'' tanya putri., namun andre tak menjawab pertanyaan putri dia pun langsung turun dari mobilnya dan melihat di sekitar.


saat Ia melihat orang yang dia cintai sedang makan bersama dengan pria lain Dia pun menjadi sangat emosi.


''Fani..'' panggilnya. Fani yang di panggil pun tak menoleh, dan tetap duduk dengan tenang untuk menyantap Baksonya.


''Andre kamu lihatkan Dia ini bukan wanita yang baik buat kamu, aku yang lebih pantas untuk kamu''


Fani yang mendengar, ucapan dari Putri mengambil baksonya lalu menyuapi Ando.


''Sayang buka mulutMu biar aku suapi'' kata Fani dengan suara yang agak keras, Ando yang mencium sepertinya ada drama antara ketiga orang ini pun membuka mulutnya menerima suapan dari Fani.


''Fani apa kau secepat itukah melupakanKu?''


'' Kalau iya kenapa?, Bukannya kau juga sudah punya tunangan?'' balas Fani.

__ADS_1


'' Hani kamu Tolong mengerti aku Aku dipaksa''


'' berhenti panggil aku dengan kata Hani, di sini ada kekasihku namanya Ando'' Ando yang mendengar namanya disebut oleh Fani pun langsung berdiri dan memperkenalkan dirinya kepada andre.


'' halo tuan saya Ando''


'' Eh asal kau tahu ya Fani itu cuman menjadikan kamu pelarian saja, aku orang yang sangat dia cintai Jadi tidak mungkin dia secepat itu melupakan aku dan mencintai kamu'' ucap Andre kepada Ando.


''Maaf Tuan Andre yang terhormat, tapi kekasih saya sedang belajar mencintai saya,dan saya juga tidak memaksakan kalau dia harus cintai saya'' ucap Ando.


''Nona putri, silahkan bawa tunangan anda dari sini'' ucap Fani.


''Andre, ayo kita pulang''


''Putri, tolong biarkan aku ngobrol dengan Fani sebentar saja.''


''Tidak bisa, kalau kamu tidak mau ikut aku akan mengadu ke ayahKu'' ucap Putri. Andre pun akhirnya mengalah dan mengikuti kemauan Putri untuk meninggalkan tempat itu.


setelah Andre dan Putri pergi dari tempat itu Fani pun meminta maaf kepada Ando.


'' maaf karena sudah melibatkanmu'' ucap Fani kepada Ando.


'' tidak apa-apa, Apakah tadi pria itu adalah Kekasihmu?'' tanya Ando. Fani pun mengangguk. kami sudah putus pagi tadi, dia sudah dijodohkan sama perempuan tadi'' kata Fani.


'' jadi sekarang kau sedang bersedih karena pria itu?''


''iya,sudalah tidak usah bersedih masih banyak pria yang menanti anda,anda cantik berprestasi anda dan Nyonya Yuni itu sangat luar biasa, Hanya pria bodoh yang menyia-nyiakan kalian''


''Terima kasih atas sanjungan anda'' ucap Fani dan Dia pun mengambil ponselnya untuk meminta nomor ponsel Ando.


''Tolong catat nomor ponselMu, siapa tahu Aku membutuhkan bantuanMu lagi''


''Baiklah'' ucap Ando sambil menerima ponsel Fani dan memasukan nomornya.


''Terima kasih'' ucap Fani.


''Baiklah kalau begitu lebih baik Nona Fani pulang sekarang karena ini sudah larut,mobil Aku akan mengikutimu dari belakang hingga tiba di rumahMu'' ucap Ando.


''Terima kasih Tuan Ando'' dan akhirnya mereka pun mengakhiri percakapan mereka lalu membayar bakso yang mereka pesan dan segera menuju mobil mereka masing-masing.


****

__ADS_1


sementara di Kosnya Cindy yang sedang pusing dengan persoalannya ditambah lagi dengan Randi yang tak muncul membuat dia menjadi sanagat kesal.


Ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Randi. "Ni orang lagi apa sih, kenapa susah sekali hubungi ponselnya juga nggak aktiv, awas kamu, aku nggak boleh tinggal diam'' kesalnya.


__ADS_2