
''Benarkah bagus kalau begitu, kalau maunya seperti itu tapi masalahnyakan Yuni baru aja berduka mah kan nggak Enak kalau tiba-tiba ada resepsi mah''
''iya juga sih, coba nanti kita tanya Kris aja, sudah ah pah ayo kira pamit ke ibu Cecilia terus kita ke kantornya Elsa''
''Iya mah'' lalu Tuan Rudi dan ibu Bella pun pergi menuju ke ibu Cecilia yang sedang bersama dengan anak-anak," Ibu Cecilia sepertinya kami harus pamit" kata Tuan Rudi
" Iya Tuan, Nyonya silakan Terima kasih atas kunjungan kalian"
'' sama-sama ibu kami senang bisa bermain bersama anak-anak di sini, Ya sudah Ibu kami jalan dulu permisi" kata tuan Rudi dan ibu Bella, mereka lalu pergi keluar dari tempat itu menuju ke parkiran.
*****
sementara di kota S tepatnya di sebuah kediaman yang cukup mewah. sepasang suami istri yang tengah menangis atas kehilangan anak mereka adalah Rosa Delima dan Ricard Lie.
''Sayang Apakah sudah pergi mengecek ke kantor polisi lagi?, ini sudah hampir 2 bulan anak kita tidak ada kenapa tidak ada kabar juga''
''sabar sayang kita tunggu saja, menurut Kepolisian Ada kemungkinan mereka telah kabur ke luar kota membawa anak kita Aliandro, lagian kak Sandro juga sedang membantu mencari Aliandro kamu harus cepat sembuh agar aku juga pergi mencari Aliandro, kalau kamu sakit aku mana bisa mencari anak kita sayang''
''kenapa kamu begitu percaya dengam Sandro itu, kamu tahu sendiri Dia pernah membuatmu hampir celaka'' sambung seorang wanita paruh baya Dia adalah Ibu Tamara.
'' Ibu jangan gitu Dia kan masih ada hubungan darah dengan kita''
'' Iya tapi cuman saudara tiri, ibunya itu pasti telah bekerjasama dengan anaknya''
''ibu tolong jangan memperkeruh suasana''
''ibu tidak memperkeruh suasana tapi kenyataannya seperti itu buktinya saja dia ulang-ulang kali ingin mencelakakan kamu, tapi Ayahmu itu selalu menutup matanya dan selalu membela mereka'' kata ibu Tamara.
''Bu.., jangan begitu''
''ibu malas berbicara denganmu, Ayo menantuku lebih baik kita berdua yang mencari tahu sendiri dimana Aliandro''
''ibu benar ayo bu aku tidak bisa hanya menunggu saja, ayo bu kita ke kantor polisi mencari tahu''
''Rosa, ibu tunggu, baiklah aku ikut kamu dan ibu'' kata Richard kepada ibunya dan istrinya. lalu mereka pun keluar dari rumah itu menuju ke kantor polisi.
sesampai di kantor polisi, mereka langsung perhi ke ruangan yang yang menangani kasus penculikan anak mereka.
__ADS_1
"selamat siang pak"
"Silahkan duduk bagaimana?" tanya seorang polisi
"begini pak saya mau tanya sejauh mana pencarian anak saya?"
"Maaf pak bukannya dari pihak keluarga bapak katakan kalau anak anda sudah di temukan" ucap polisi tersebut dan ucapnnya sentak membuat ketiga orang itu terkaget.
"apa pak, anak saya belum di temukan mana bisa anda percaya begitu saja? ucap Ricard yang memukul meja.
"Ricard tenangkan dirimu, ibu sudah bilangkan jangan percaya begitu saja dengan Sandro, Dia itu iri kepada kamu, Istrinya tidak bisa mempunyai anak ini akibat kecerobohan kamu anak kamu jadi hilang kan" ucap Ibu Tamara. sementara Rosa semakin menangis.
"sayang bagaimana dengan keadaan anak kita" ucap Rosa yang langsung berlari keluar dari ruangan itu.
"Pak kami permisi dulu" kata ibu Tamara. dan mereka pun keluar dari ruangan kantor polisi mengejar Rosa yang sudah berlari.
''Rosa tunggu'' panggil Ricard.
''Aku selalu suruh kamu pergi mencari anak kita sendiri, tapi kamu bilang kak Sandro yang ingin mencari sekarang kamu lihat kakak yang kamu banggakan itu, kakak yang selalu kami puja itu"
"Maaf kamu bilang? maaf kamu nggak bisa balikin Aliandro kesini lagi"
"Sudah Ricard, lebih baik Rosa ikut mama ke rumah mama saja, biar mama yang urus Rosa kamu suruh orang selidiki keberadaan Sandro dimana karena itu mungkin akan membantuMu menemukan Aliandro"
"Tidak bu kita harus kerumah ayah dulu, Aku akan berpura-pura tidak tau apa yang sudah kita ketahui"
"Ya silahkan jika kamu mau kesana, tapi Ibu tidak ingin ke rumah wanita itu karena pasti ayahMu akan mengusir Ibu"
"Baiklah Bu"
"Sandro Lie aku akan buat perhitungan denganMu jika benar ini semua ulahMu" gumamnya dalam hati. richard pun akhirnya mengantarkan ibu dan istrinya pulang ke rumah ibunya.
dan ia melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah ayahnya bersama dengan istri muda ayahnya, Richard berumur dibawah Sandro 2 tahun, sewaktu ayahnya sudah menikah dengan ibunya Richard selama 4 tahun tapi belum dikaruniai anak sehingga ayah Richard mencari wanita lain untuk menjadi istrinya agar bisa melahirkan keturunan buatnya, selang dua tahun ternyata ibunya Ricard mengandung Ricard.
Ayah Richard dan ayahnya Yuni adalah saudara sepupu hanya saja karena tingkah laku Ayah Ricard yang melakukan pernikahan hingga dua kali membuat mereka berdua tidak akur.
Ketika Ricard telah tiba di rumah Ayahnya.
__ADS_1
''Permisi Ibu Karina''
''eh ada kamu Ricard,ada perlu apa AyahMu tidak ada Dia sedang ke kantor''
''Tidak bu aku kesini hanya ingin bertemu dengan kak Sandro''
''Ohh Sandro lagi keluar kota Dia"
"kalo boleh tau kapan yah dia kembali?"
"Ibu nggak tau, Diakan lagi pergi kota X untuk bekerja,jadi mana ibu tau kapan dia pulang, kamu kan cuma ngurus istri kamu mana sempat kamu ngurus pekerjaan" ucap Ibu Karina Ricard yang mendengar perkataan menjadi sangat marah hanya Dia menahan emosi tapi Ia tahan agar tidak membuat keributan.
"Kalau saja aku tidak buru-buru untuk mencari tahu keberadaan anakKu aku pasti akan membalas perkataan ibu Karina" batinnya.
"Terima kasih ibu, tapi saya permisi dulu" ucap Ricard dan langsung pergi meninggalkan rumah Ayahnya.
******
sementara di rumah Yuni, sedang menemani Rein bermain dikamarnya.
''sayang hati-hati awas jatuh'' ucapnya ketika Rein berusaha naik atas ranjang dengan sendiri.
"Kamu udah ngantuknya, sini mama bantu" ucap Yuni sambil menggendong Rein menaikan di tempat tidur. aambil menepuk-nepuk bokong kecil dengan lembut.
sambil memandangi Rein "sayang, baru beberapa hari kamu di mama tapi sudah ada yang ingin mengambilMu dari mama, mama sayang sekali sama kamu, kamu mama udah anggap kaya anak mama sendiri nggak mau pisah dari kamu.Tuhan apa Dosa ku terlalu besar sehingga aku tidak di beri kesempatan untuk menjadi seorang ibu" Ucapnya pelan dengan air mata yang sudah keluar membasahi pipinya.
"Roni & Rani ibu minta maaf ke kalian sayang, semoga kalian berdua tenang di alam sana, mama sayang sekali dengan kalian".
bersambung...
halo Readers maaf untuk kalian yang selalu mengikuti novel saya, saya juga penulis amatir kak belum berpengelaman dalam membuat novel, saya cuma meluapkan imajinasi saya melalui karya tulis ini. mohon maaf jika saya ada salah dalam penulisan.
***Terima kasih untuk kalian semua tampa kalian semua mungkin novel saya tidak ada apa-apanya.
LOVE.....LOVE...LOVE...LOVE... UNTUK PARA READERS
Tetap Like, Vote dan tambahkan ke vavorit kalian***
__ADS_1