
Hati Ferdi yang mendengar cerita dari wanita ini menjadi sangat sedih dan Ia Pun Menangis tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh wanita ini tetapi wanita ini cuman mengatakan." kamu bisa mencari berita tentang ayah dan ibumu itu di surat kabar dan media sosial di pada tahun tersebut." kata Wanita itu. "Oke nak Aku sudah menceritakannya semua kepadamu jika kamu ingin kita bekerja sama untuk membalas dendam kepada keluarga Yuni tante tunggu jawabanmu dan ini Nomor ponsel yang bisa kamu hubungi." kata Wanita itu lagi dan ia pun pergi meninggalkan Ferdi di tempat itu.
Ferdi pun segera keluar dari tempat itu dan pergi ke makam ibunya, setibanya di sana Ia menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa Aku harus punya ibu dan Ayah seperti kalian ? Aku benci.. Aku benci." Katanya sambil menangis dimakam ibunya.
"Ibu kenapa, kenapa??" katanya sambil teriak-teriak.
Sementara di rumah Ibu Maria dan Tuan Tora sedang sibuk dengan tamu di restoran mereka yang semakin hari semakin ramai dengan pengunjung.
Di sela-sela kesibukan mereka Tuhan Tora memperhatikan jam di dinding yang sudah pukul 3 sore namun cucu mereka yaitu Ferdi belum juga tiba di rumah.
"Ibu kamu coba tolong telepon ke rumahnya Yuni Siapa tahu Ferdi Disana sudah jam begini Ferdi belum pulang juga" kata tuan Tora kepada istrinya.
"Iya ya Pak aku juga lupa si Ferdi belum pulang, kalau begitu aku coba hubungi Yuni dulu" kata Ibu Maria kepada suaminya.
lalu Ibu Maria mengambil ponselnya dan segera menghubungi Yuni. setelah beberapa saat dihubungi akhirnya Yuni pun mengangkat ponselnya.
"Halo Yun" kata Ibu Maria kepada Yuni.
"Iya, Halo Bu ada perlu apa Ibu menelepon?" tanya Yuni dengan sopan kepada Ibu Maria.
"Ini Yuni ibu mau tanya sama kamu. Apa Ferdi lagi di rumah Kamu sama anak kamu?" tanya Ibu Maria kepada Yuni.
"Ferdi lagi tidak sama-sama dengan Adit Bu." kata Yuni.
"Yun, Ibu minta tolong ke kamu coba tanyakan kepada anakmu apa tadi di sekolah dia bertemu dengan Ferdi atau tidak." kata Ibu Maria.
" Iya Bu sebentar ya aku tanya ke Adit dulu" kata Yuni. " Bibi Tolong panggilkan Mas Adit ke sini" data Yuni lagi ke seorang asisten yang sedang berada dekat Yuni.
"Iya nyonya." jawab asisten tersebut Lalu ia pun pergi menuju ke kamar Yuni sementara Yuni melanjutkan percakapannya bersama dengan Ibu Maria.
" Memangnya Ibu sudah coba telepon Ferdi Bu?" kata Yuni lagi.
" ponselnya tidak aktif Yuni, Ibu juga bingung Entah Kemana dia hari ini sudah jam segini dia belum pulang rumah tadi pagi janya pamit kesekolah saja." kata Ibu Maria.
saat Yuni dan Ibu Maria tengah berbincang Aditia pun datang.
__ADS_1
" Mama panggil aku ya?" tanya Adit dengan sopan.
" Iya sayang, Kamu tadi di sekolah lihat Ferdi atau tidak?" tanya Yuni kepada anaknya.
"Iya tadi aku sama Ferdi di sekolah, tapi pas mau pulang aku ajak dia bareng katanya dia masih ada urusan jadi dia tidak mau pulang bareng sama aku" Jawab Aditia.
"Jadi kamu tidak tahu dia kemana" tanya Yuni.
"Iya Mah" jawab Aditia.
"Ya sudah terima kasih." kata Yuni kepada putranya.
"Maaf Bu Aditia tidak tahu Ferdi dimana, hanya saja tadi Ferdi bilang ke Adit kalau Dia ada urusan bu." kata Yuni.
"Begitu ya yun Ya sudah kalau begitu terima kasih ya yun Ibu tutup dulu teleponnya Ibu mau tanyakan dulu ke teman-temannya yang lain mungkin mereka tahu" kata Ibu Maria.
"Iya Bu." jawab Yuni dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka.
"Abang, kamu benaran tidak tahu Ferdi dimana ?" Tanya Yuni.
"Iya mam, Abang benaran tidak tahu." jawab Aditia.
"Ferdi belum pulang kerumah, jadi omanya telpon tanya kirain Dia kesini." Kata Yuni.
"Disekolah Ferdi akhir-akhir ini, agak aneh mam Dia sering duduk sendirian dan ngelamun mam,Ferdi mulai badung mam." kata Aditia.
"Mama tidak mau kaya gitu yah Abang, jika kamu pulang telat hubungi mama atau papa biar mama sama papa yidak panik." kata Yuni.
"Iya mah tenang Abang tidak bakal kaya begitu." jawa Aditia.
"benar yah janji." kata Yuni.
"Iya mam benar Adit janji, mam sudah mam sekarang Adit mau main game dulu." kata Aditia.
"Ya sudah sana, mama mau kasih tahu ke papa agar bantu omanya Ferdi cari keberadaan Ferdi dulu." kata Yuni.
"Ia ma." jawab Ferdi dan Ia pun kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"Jangan keseringan main game Abang nanti matamu terganggu nak." teriak Yuni.
"Iya mam." jawab Adit. Lalu Yuni pun keruang kerja Kris dan memberitahukan ke Kris tenta Ferdi.
"Sayang, coba kamu telpon lagi ibu Mari apa Ferdi sudah di temukan atau belum." kata Kris
"Iya." Yuni pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi Ibu Maria.
setelah menghubungi Bu Maria,beberapa kali namun ibu Maria tidak menjawab.
"Tidak dijawab sayang." kata Yuni.
"Sudah sayang tidak usah di telpon lagi lebih baik kita langsung kerumahnya Ibu Maria." kata Kris.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita jalan." ajak Yuni. lalu mereka berdua segera menuju ke mobil. setelah di mobil Yuni berusaha menghubungi kembali Ibu Maria.
Tut,tut,tut.
"Halo Yuni." jawab Ibu Maria.
"Halo Bu apa Ferdi sudah balik ?" tanya Yuni.
"Belum Yuni, Bapak sedang keluar mencari Ferdi dan belum memberikan kabar."
"Ohh Iya Bu, Yuni dan Mas Kris juga lagi dijalan mencari Keberadaan Ferdi." kata Yuni.
"Terima kasih Yuni maaf sudah merepotkan kamu." kata Ibu Maria.
"Tidak apa-apa bu Ferdikan juga anakku jadi Aku pasti turut bantu ibu untuk mencari Dia. Oh iya Bu kira-kira ada tempat yang biasa Ferdi kunjungi atau tidak?" tanya Yuni.
"Ferdi biasa ke makam Ibunya yang ibu tahu, selain dari itu ibu tidak tahu Yuni." kata Ibu Maria.
"Terus bu belakangan ini Ferdi ada masalah atau tidak karena, Aditia bilang kalau belakangan ini Ferdi agak berbeda dari biasanya." kata Yuni.
"Memang belakangan ini Ferdi ngotot ingin ibu ceritakan tentang orangtuanya, tapi ibu tidak bisa menceritakan. Apa itu yang buat Dia berubah yah Yun? Ibu hanya tidak ingin Dia tahu tentang kebenaran masa hidup ibunya." kata Ibu Maria sambil menangis.
"Sudah Bu, ibu yang sabar lebih baik sekarang kita fokus cari Ferdi dulu. nanti baru kita ngobrol sama Ferdi tentang ibunya." jawab Yuni.
__ADS_1
"Iya Yuni terima kasih." kata Ibu Maria dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka.
bersambung...